Diary: Oportunistik

Salah satu perilaku paling curang yang sering saya lakukan adalah perilaku oportunistik. Seperti halnya kalasi, oportunistik ini adalah perilaku yang kadang-kadang membuat orang lain merasa dimanfaatkan, kadang-kadang membuat orang jengkel, dan lain sebagainya. Oportunistik sendiri berasal dari kata bahasa Inggrias, opportunity, yang artinya kurang lebih adalah sama dengan kesempatan. Orang yang oportunis seringkali melihat kesempatan lebih baik dari orang lain dan memanfaatkannya demi kepentingan dirinya sendiri.

Mirip dengan kalasi, ya? Kalau menurut saya, perilaku oportunistik dan kalasi itu sama persis dalam hal memanfaatkan orang lain, tetapi berbeda dalam hal yang menciptakan kesempatan itu. Oportunis jarang menciptakan kesempatan untuk dirinya sendiri, sedangkan orang kalasi memang sengaja membuat kesempatan buat dirinya. Oportunistik sebenarnya bukan perbuatan curang, sedangkan kalasi jelas-jelas curangnya. Oportunis memanfaatkan kesempatan untuk berbuat maju / lebih, sementara orang kalasi memanfaatkan kesempatan untuk bermalas-malasan. Ya, kurang lebih begitu.

Saya meralat kalimat pertama di posting ini, atau mungkin lebih tepatnya menambahkan, oportunistik itu bukan perilaku yang curang, tidak akan ada yang menganggapnya perilaku curang, kecuali bagi orang yang tidak sempat melakukan perilaku ini pada kesempatan yang sama. Ya, bisa juga dianggap perilaku curang oleh orang yang dimanfaatkan kalau dia iri hati, tapi kebanyakan sebenarnya menganggap itu sebagai suatu keberuntungan (meralat kalimat kedua).

Mungkin terlalu luas pembahasan oportunistik ini. Di dunia kedokteran, ada istilah infeksi oportunistik. Infeksi ini disebabkan oleh mikroorganisme yang sebenarnya tidak pernah membuat penyakit serius, seperti Candida Albicans. Infeksi ini terjadi karena daya tahan tubuh sedang melemah yang paling sering disebabkan oleh serangan HIV. Sekedar info, Candida Albicans itu adalah yang menyebabkan candidiasis (keputihan) pada wanita, tetapi pada infeksi oportunistik, candidiasis yang terjadi adalah candidiasis oral (bayangkan seandainya keputihan terjadi pada mulut, aneh kan?)

Sebenarnya membahas infeksi oportunistik itu tidak ada hubungannya dengan yang mau saya ceritakan, tapi karena pembahasan infeksi oportunistik dalam satu paragraf telah muncul, saya rasa sisi otak saya entah sebelah mana telah melakukan perilaku oportunistik terhadap pikiran saya yang sedang kosong. (*Huh).

Ya, sebenarnya pikiranku sedang tidak terorganisasi dengan baik akhir-akhir ini, sering banyak pikiran yang muncul tiba-tiba di saat yang tidak tepat. Itu kan oportunistik. Ya, setidaknya saya bingung apakah istilah oportunistik itu juga bisa digunakan untuk diri sendiri yang memanfaatkan diri sendiri. Kadang-kadang kalau sedang mandi jadi ingat sabun, kalau lagi pegang sabun jadi ingat handuk, kalau sedang handukan jadi ingat kalau sebelumnya saya lupa sikat gigi, artinya kan pikiranku tentang sabun ini melakukan perilaku oportunistik terhadap pikiranku yang sedang berpikir tentang sikat gigi. Mungkin saat itu, pikiran yang seharusnya berpikir tentang sikat gigi sedang tidak ada di tempat jadi pikiran yang mengurusi masalah sabun mengambil alih (*lho?). Mungkin juga si pikiran yang mengurusi urusan sikat gigi sedang kalasi. (*lho? — *lagi). memusingkan, ya? Contoh lain, lihat deh gambar tangan yang sedang meng-hack (saya akan menyebutnya sebagai melakukan perilaku oportunistik) terhadap komputer yang sedang tidak ada orangnya di atas.

Ya, saya tidak sampai pikir tentang orang yang jatuh cinta, soalnya pikirannya itu ada yang mendominasi. Jadinya bukan lagi oportunistik, sudah level lebih tinggi dari itu. Atau, apakah orang yang jatuh cinta itu pikiran lainnya secara keseluruhan kalasi semua? Saya bingung.

Sepertinya sudah melenceng jauh dari tema. Saya permisi saja dulu. Tetap semangat! :-D

<<Previous Diary<<

>>Next Diary>>

2 thoughts on “Diary: Oportunistik

  1. cecakhitam Rabu, 23 November 2011 @ 10:27 PM pukul 10:27 PM Reply

    dalam dunia sepakbola, seorang striker yang oportunis sangat dibutuhkan juga bro. Artinya jiwa oportunis perlu kita manfaatkan ke arah yang positif, kita gunakan kesempatan sekecil apapun menjadi keberhasilan yang besar. Ok sukses selalu bro.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: