End of This Blog

Saya pergi. Saya telah memutuskan untuk pergi dan berubah. Maaf sudah menyusahkan. Tidak sepantasnya saya pergi dari sesuatu yang kubanggakan bertahun lamanya, tetapi keputusan sudah bulat. Saya pergi, menjadi diriku yang sesungguhnya. Tidak akan ada kebohongan di sana. Tidak ada. Hanya ada saya dan jiwaku yang apa adanya. Kuharap kau mengerti. Kuharap kau mengerti. Kuharap kau mengerti. Ya, kau pasti mengerti. Silakan temui saja saya di sana.

Duhai impianku, saya akan datang. Saya tidak akan menghindar lagi. Jalanku, jalan menemukanmu.

Feel It!

Mungkin ini akan jadi posting terakhir karena selaku admin saya sudah kehilangan alasan, juga kehilangan sumber daya untuk menulis di sini. Suatu hari, ketika alasan itu sudah muncul lagi, dan ketika sumber daya untuk menulis itu kumiliki lagi, dengan sendirinya saya pasti akan menulis lagi. Namun, untuk sekarang kurasa tidak, tidak ada.

Menyerah. Itu langkah yang kuambil setelah melihat perkembanganku selama 20 tahun terakhir. Saya buruk rupa, payah, terlalu angkuh, dan itu kualami sejak kecil. Saya sadar jika selama ini saya hanya menjadi satu dari sekian banyak kotoran yang menempel di bumi yang tidak paham harus berbuat apa sehingga tidak pantas mendapatkan apa-apa. Payah. Saya menyerahkan semua impianku kepada semua mereka yang berhak dan pantas. Jika suatu hari saya merasa berhak dan pantas, saya akan mengambil kembali semua impian itu untukku sendiri. Sekarang biarkan aku menyerah dan menghilang. Hilangnya sebuah noda tidak menjadikan sebuah kanvas besar kehilangan arti.

Saya tidak bisa bertahan sebagai Falzart Plain lagi, kehidupan Falzart Plain sudah berakhir. Dia tidak lagi memiliki hal berharga untuk dibagikan dalam kondisinya yang sekarang. Entah, saya sendiri merasa kehilangan sosok Falzart. Dan kurasa tidak semua orang menganggap Falzart itu penting, jadi untuk apa dipertahankan?

Berakhir sudah, habis sudah yang akan diceritakan. Hilang sudah aku.

Duhai impianku, jika diriku tidak pantas bagimu, carilah yang lebih pantas, tetaplah dengan yang lebih pantas. Untuk sekarang, saya menyerah dan menyerahkan kalian kepada yang lebih pantas.

Kiriman Paket dari Genksukasuka.com

Semestinya saya menuliskan ini sejak dulu, maksudnya beberapa hari yang lalu lah. Bukan maksud untuk menunda-nunda, tapi saya ingin ada alat mengambil gambar semacam kamera atau apa gitu yang bisa dipakai untuk menampilkan apa yang ingin saya perlihatkan. Saya takut tidak ada waktu lagi setelah ini, jadi saya paksakan posting sekarang.😀

Jadi, beberapa hari yang lalu, kalau tidak salah dua minggu yang lalu, ada sebuah paket datang ke rumah. Awalnya, saya heran. Kenapa ayah ibuku membelikan saya buku semacam buku di bawah ini. Mereka tahu kalau saya seorang narablog, tapi saya tidak menyangka perhatian mereka terhadap dunia bloggingku sedemikian hebatnya sampai-sampai membelikan saya buku. Tiba-tiba saja buku itu ada di laci.

Tadaa… ini bukunya.
PS: Lembar kuning TIKI itu saya juga nggak bisa baca.

Buku itu ada kantongan plastik beningnya dan selembar tanda terima paket TIKI. Saya yakin, ini pasti hadiah Give Away, tapi yang mana? Soalnya lembar kuningnya itu sudah tidak jelas tulisannya. Satu-satunya tulisan yang bisa dibaca di situ adalah Tuesday, 4 September 2012. Seingatku, saat saya tiba di rumah waktu itu adalah hari Jumat. Saya ingat hari itu karena saya sedang galau masalah akademik dan niatnya pengen cerita ke orangtua. Artinya, saya terlambat tahu 3 hari dari yang seharusnya. Dan juga terlambat posting 2 minggu dari yang seharusnya.😆

OK, akhirnya saya menemukan pembungkus paketnya. Di situ jelas tertulis dari siapa paket tersebut. Ternyata, paket itu adalah dari Jay Boana di genksukasuka.com. Saya ingat saya menang Give Away-nya beberapa juta tahun yang lalu. Paketnya berupa buku untuk menjadi Top Ten di Google dengan WordPress. Asik!

Jangan khawatir kalau nggak bisa baca. Di atas itu bacanya Penerima: Falzart Plain, dst. Di bawah itu bacanya genksukasuka.com

Bukunya bagus, saya suka. Tapi setelah saya coba aplikasikan ternyata buku itu sudah terlambat beberapa tahun dari jaman sekarang. Google sepertinya telah mengubah algoritmanya. Selain itu, Yahoo webmaster sepertinya sudah bergabung dengan Bing. Tapi, ya… lumayanlah. Dasar tetap saja dasar, saya memang belum tahu dasarnya sih. Hihihihi…

OK, saya gila selama beberapa hari di buku itu. Setelah itu saya kembali gila karena bingung cari kamera dan waktu yang tepat buat posting, dan waktu kemarin itu sangat sulit karena saya sedang menjelang ujian.

Oh iya, seingatku bukan buku ini deh yang saya menangkan, tapi ini sudah jauh lebih baik daripada saya tidak ada bacaan. Hehehehe… Di sisi lain, ibuku tadinya berharap itu amplang atau sejenis kue. Beliau tampaknya teringat dengan Paket pertamaku dulu. Hahaha… Ya sudahlah, terima kasih banyak buat Genksukasuka.com yang sudah mengirimkan paket ini ke saya. Maaf telat buat postingnya. Wassalam!😀

 

 

 

Tanpa Suara

Tanpa suara terdengar lebih indah

Daripada mendengar yang salah

Janji Cermin

Tidak akan cemburu pada sesuatu yang tidak berharga

Tidak akan peduli pada sesuatu yang tidak bermakna

Tidak akan memandang kepada yang tidak merasa

Jadi, jangan pernah …

Mengubah harga, makna, rasa hanya untuk dia

Dasar cermin bodoh ceroboh!

Lelah

Punggungku lelah menanggung beban

Entah kapankah akan berakhir

Derita menjadi fakta

Nyata menjadi nyala

Konflik menjadi pelik

Dan semua kata derita telah berubah menjadi rasa

THE LIEBSTER AWARD

Simply, saya dapat mandat dari Danni Moring untuk mengerjakan beberapa tugas dengan iming-iming sebuah award. Baiklah, karena saya masih seorang narablog, saya menghargai penganugerahan award ini. Dan berikut adalah peraturan dari penganugerahan award ini.

  • Jikalau engkau terkena tag ini, tulislah kiranya 11 hal tentang dirimu. Cukup 11. Itu sudah banyak. Tak usah pakai sekian dan terimakasih.
  • Jikalau engkau terkena tag ini, jawablah pertanyaan yang diajukan oleh seseorang yang dengan santainya memberi tag padamu
  • Jikalau engkau terkena tag ini, buatlah 11 pertanyaan baru untuk orang yang ingin kau tag
  • Jikalau engkau terkena tag ini, tentukanlah 11 orang untuk dapat award ini dan link-kan mereka ke post-mu
  • Jikalau engkau terkena tag ini, pergi ke halaman blog mereka dan kasih tau kalo mereka dapat award ini
  • Jikalau engkau terkena tag ini, janganlah engkau melakukan tag balik

Komentar saya terhadap peraturan ini adalah terlalu banyak kata “jikalau”-nya. Pertanyaannya, apakah maksud dari semua ini? Adakah kode atau maksud tersembunyi dari kata “jikalau” ini? Tapi, lupakanlah.

Bagian 1: 11 hal tentang saya.

  1. Saya masih muda saat menulis ini
  2. Saya laki-laki
  3. Sensitif dengan pertanyaan “kenapa masih…” dan “kenapa belum…”
  4. Tidak suka filem Korea, tapi suka komik Korea
  5. Tidak bisa basa-basi
  6. Jarang mandi dan memang tidak terlalu suka mandi
  7. Suka membuat planning, tapi hampir selalu gagal dalam aktuating
  8. Beri saya waktu duduk diam 5 menit tanpa suara dan saya akan tertidur
  9. Saat ini sedang terobsesi dengan Damon Salvatore
  10. Saat ini kalau sedang OL biasanya hanya membuka 4 situs yaitu: blog ini, twitter, facebook, dan mangafox
  11. Sering lupa dimana menyimpan sesuatu

Ini adalah pertanyaan dari Danni Moring terkait dengan award ini. Pertanyannya adalah apa yang saya bayangkan tentang:

  1. Kumis
  2. Kotak-kotak
  3. Polkadot
  4. Jenggot
  5. Pusing
  6. Code
  7. Konspirasi
  8. Rematik
  9. Tamiya
  10. Burger
  11. Biru
  1. Kumis? *langsung pegang bibir, masih ada*
  2. Kotak-kotak? Itu seperti corak baju kuliah kemeja kesukaan saya
  3. Polkadot? Seperti corak celana dalam di filem kartun jaman dulu
  4. Jenggot? *langsung pegang dagu, ternyata nggak ada*
  5. Pusing? Sensasi terputar
  6. Code? Bahasa kias
  7. Konspirasi? Rencana dibalik rencana
  8. Rematik? Teringat sama infeksi Streptokokkus, PJR (Penyakit Jantung Rematik) dan DR (Demam Rematik)
  9. Tamiya? Teringat sama sejenis mainan yang tidak boleh kubeli waktu kecil
  10. Burger? Teringat sama sejenis makanan yang tidak pernah kumakan waktu kecil
  11. Biru? Teringat sama warna kesukaan adikku

Karena saya telah memenuhi kewajiban saya dengan menjawab pertanyaan yang dilimpahkan kepada saya, saya berhak atas award ini:

Dan berhubung ini adalah award bergilir –yang mana kesimpulan ini bisa saya tarik dari peraturan yang telah dipaparkan sebelumnya– maka saya akan menetapkan kandidat selanjutnya untuk memperoleh award ini beserta pertanyaan untuk para kandidat tersebut.

Pertanyaan untuk para kandidat adalah sebagai berikut. Kesan seperti apakah yang terpikirkan di kepala Anda ketika Anda mendengar kata:

  1. Ujian
  2. Besok
  3. Vampir
  4. Nyamuk
  5. Kucing
  6. Debu
  7. Langit
  8. Pohon
  9. Bisa
  10. Remas
  11. Kocok

Dan para kandidat yang beruntung menjawab pertanyaan tersebut sekaligus berhak atas award di tulisan ini adalah:

  1. Gandi
  2. Puch
  3. Tika
  4. Tiesa
  5. Putra
  6. Aldilalala
  7. Kabut
  8. Sulung
  9. [Open Candidate]
  10. [Open Candidate]
  11. [Open Candidate]

Disebabkan oleh karena keterbatasan waktu saya selaku Admin, saya hanya mampu menetapkan 8 kandidat, dan mempersilakan 3 calon kandidat terbuka bagi siapa saja yang bersedia. Apabila ada calon kandidat yang telah menerima award ini sebelumnya, maka keputusan untuk mengerjakan tugas dari tulisan ini diserahkan sepenuhnya kepada calon kandidat tersebut.

Demikian, apabila terdapat kesalahan dalam tulisan ini, saya haturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari lubuk jiwa terdalam saya. Demikianlah tulisan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Makassar, 19/9/2012

Presensi

Dalam presensi yang tidak tampak

Haruskah kebohongan terkuak?

Sembunyi dan lari sembunyi

Berdiri dibalik sepi

Seorang diri

Menepi

Takut kebohongan menjadi fakta yang dianggap

Karena saksi takpernah berucap

Lebih baik sembunyi

Hilangkan presensi

Sebagian diriku

Apakah aku cukup suci?

Kurasa tidak

Namun sebagian diriku hendak dianggap begitu

Apakah aku cukup cerdas?

Tidak pantas

Namun sebagian diriku licik bersikap dengan seolah-olah

Apakah aku cukup ambisius?

Tidak, jawabku ketus

Namun sebagian diriku mengatasnamakan masa lalunya

Apakah aku tidak?

Namun sebagian diriku bilang iya

Takut

Konflik tiba

Dimana takut jadi pemimpinnya

Dan segala akal sehat mati terpenjara

Berbagai urusan menjadi perintang

Dan takut tidak pernah bisa lantang

Untuk maju ke medan perang

Menantang

Padahal yang dicari berbaris terbentang

Di balik perselisihan urusan dan ketakutan