Catatan Bermakna: Impian

Kemarin malam, aku melakukan kegiatan rutinku, tarbiyah. Biarpun sudah mahasiswa angkatan tahun ketiga, masih saja jadi mutarobbi. Tapi, inilah hidupku. Pelajaran malam kemarin itu adalah tentang impian, obsesi, cita-cita. Bagaimana mencapai cita-cita itu, ada kiatnya.

Yang pertama adalah punya obsesi. Kalau tidak punya obsesi, apa yang mau diwujudkan? Dalam cita-cita atau obsesi terdapat energi untuk mewujudkannya, meskipun memakan waktu lama. Contohnya adalah perkataan Rasulullah bahwa suatu saat Konstantinopel akan dibuka oleh umat Muslim, dan pasukan yang menaklukkan Konstantinopel adalah pasukan terbaik sepanjang masa, serta panglima yang menaklukkan Konstantinopel adalah panglima terbaik sepanjang masa. Hal itu menjadikan penaklukan itu menjadi cita-cita dan memiliki energi yang besar berupa semangat juang. Tersebutlah setelah sekitar 700 tahun kemudian, seorang pemuda (usianya saat itu kira-kira sama denganku sekarang), Muhammad Al-Fatih, menjadi panglima terbaik sepanjang masa. Karena pasukannya tidak bisa menyerang Konstantinopel dari lautan, maka kapal-kapal perangnya ditarik mundur melewati pegunungan. Kapal perang yang dibawa ke sisi lautan lain itu bukan hanya berjumlah satu, tapi tujuh puluh, dan beliau melakukannya hanya dalam semalam. Betapa dahsyatnya kekuatan obsesi sehingga seseorang dapat melakukan hal segila itu, atau kita sebut saja luar biasa.

Yang kedua adalah jangan menganggap sesuatu cita-cita itu adalah sesuatu yang berat. Anggap cita-cita itu adalah sesuatu yang kecil, sehingga secara psikologis kita akan mampu menghadapinya. Kalau dari awal sebuah cita-cita itu sudah dianggap sesuatu yang berat, maka kita akan mencapainya seperti mencapai sesuatu yang berat, padahal ada orang yang mencapainya dengan biasa saja, seperti hal yang ringan-ringan saja.

Kemudian, yang ketiga adalah tawakkal. Menurut hasil diskusi semalam, arti sebenarnya dari tawakkal atau pasrah adalah bertekad. Karena ujung sejati dari tekad yang kuat adalah pasrah, yaitu ketika kita menyerahkan segalanya kepada yang Mahakuasa atas segala sesuatu.

Akhir kata, semoga catatan ini menjadi Catatan yang Bermakna, seperti judulnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s