BP

Tidak terasa sudah tahun ketiga dari saat kita semua diterima di tempat ini sebagai nafas-nafas baru. Sekarang kita telah lepas dari salah satu kewajiban besar, dan kelak kewajiban besar akan datang lagi dalam menyeleksi diri kita sebagai bentuk pendewasaan diri. Awalnya kita diterima sebanyak lima puluh lima kemudian setahun setelahnya, yang memutuskan untuk terjun ke bagian lebih dalam dari lubang hitam segitiga ini adalah tiga puluh tiga orang. Tentu selama ini saya tidak mungkin tidak punya kesan terhadap kalian, saudara-saudarauku 013 TBM Calcaneus FK Unhas, Badan Pengurus 2010 – 2011, entah kesan itu datangnya dari sebelum kita menjejakkan kaki di dunia mahasiswa, sebelum kita terhisap dalam lubang hitam segitiga ini, atau pada saat suka duka menghampiri kita dalam lubang hitam kebanggan kita ini. Inilah kalian di mataku, saudara.


Wahyudi Pratama Harli. Si Ketua. Saat ini menjabat sebagai Dewan Tinggi Organisasi. Pertama kali ketemu Wahyudi di kepanitiaan Bakti Sosial Kader 2009 di divisi perlengkapan, kami satu divisi. Selain itu, kami juga pernah di Inaugurasi angkatan sebagai pemegang bendera yang berdiri di depan, bersama, dan bersama-sama pula tiang benderanya tersangkut di palang panggung. Bikin malu. Hehehehe… Kemudian, masuk di organisasi TBM Calcaneus FK Unhas, bersama di divisi perlengkapan lagi pada hampir setiap kepanitiaan. Melelahkan. Yang paling teringat adalah ketika kepanitaan besar tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Simposium dan Workshop Manajemen Bencana di Sulawesi Selatan, pada waktu itu posisinya adalah sebagai Koordinator divisi perlengkapan, dan saya adalah anggotanya. Mungkin pada waktu itu karena saya yang paling sering merasa kasihan terhadap kerja dirinya yang sudah hampir seperti tukang. Ketika kepanitiaan besar Pendidikan Dasar XIV dia menjabat sebagai Ketua Panita dan menunjuk saya sebagai Koordinator divisi perlengkapannya. Satu hal yang teringat lagi adalah bahwa kami pernah bersama-sama diangkat sebagai teamwork penyempurnaan kurikulum pendidikan TBM Calcaneus FK Unhas, bagian sistem pengembangan fisik. Secara kenangan, dia adalah orang paling membuat saya merasa kasihan, sehingga saya memutuskan untuk menjadi badan pengurus ketika dia terpilih sebagai Ketua TBM Calcaneus FK Unhas. Saat itu saya berpikir, kalau bukan saya yang membantunya, siapa lagi? Secara kepribadian, saya menilai dia melankolis. Dia orang yang lambat berkembang untuk menyadari sesuatu, tetapi memiliki semangat yang kuat untuk tetap maju. Selama perjalanan kepengurusan, dia orang yang paling sering disusahkan dengan berbagai urusan, utamanya ketika badan pengurus lain tidak bisa diajak kerjasama. Ketika kepengurusan, yang teringat juga adalah perjalanan dari kampus Unhas Tamalanrea road to Pantai Losari without dompet dan hape, gara-gara depresi (Waktu jadi Ketua Panitia Pendidikan Dasar XIV, dia pernah depresi juga, tapi cuma minggat sampai ke danau Unhas). Anyway, semangat dong, Wahyudi! Jangan ke air terus, belum mandi apa?

Eko Iswanto. Si Sekretaris Umum. Saat ini hilang entah kemana, diduga disebabkan karena depresi, penggunaan minuman keras, dan suka dugem (lho?). Pertama kali bertemu, di depan kelas, dengan semangat kepemimpinan dan banyak bicaranya. Dia cenderung orang yang banyak bicara dan sedikit aksi, menurutku. (Maaf ya, Eko, saya terlalu jujur). Kelebihannya adalah bisa bergaul di mana saja, baik ke atas (tingkat senior), maupun ke bawah (tingkat junior). Eko adalah Ketua TBM Calcaneus FK Unhas versi pilihan orangtua, tetapi karena pilihan anak muda jaman sekarang jadi lebih dihargai, jadi Wahyudi yang naik. Secara kenangan, dia adalah orang yang loyalitasnya tidak diragukan. Akan tetapi, karena kemelut rumah tangga di rumahnya, ditambah dengan depresi akibat beratnya tugas di organisasi, dia harus menenangkan diri sejenak dari apapun itu. Cerita hidupnya amatlah menyedihkan, dan tidak untuk diceritakan kepada orang luar. Kalau orang luar tahu cerita hidup si Eko yang sebenarnya, orang-orang tidak akan berpikir bahwa Eko ini orang yang tidak komitmen dan tidak bertanggung jawab. Padahal dulu Eko adalah orang yang sering datang membantu divisi perlengkapan, meskipun sepertinya dia jarang dapat posisi di divisi perlengkapan. Eko mengalami dua kali depresi berat, yang pertama adalah ketika ayahnya meninggal karena kanker paru-paru, dan yang kedua adalah karena sebab pergaulannya. Hal ini menyebabkan sulitnya badan pengurus untuk bersatu di bawah satu komando, karena Wahyudi sebagai ketua membutuhkan bantuan si Eko ini untuk berada di sampingnya. Sampai sekarang si Eko tidak tahu ke mana rimbanya. Kembalilah Eko!

Rizka Purnamasari. Ripe, pacarnya si Whayudi. Bendahara Umum. Tidak terlalu mengerti bagaimana kisah hidupnya, yang saya tahu adalah dulu Isbul itu… ya sudahlah. Orang yang super duper lebay dan gila urusan. Orang yang lebay kataku tadi, utamanya kalau bicara-bicara soal asmara, dasar labil! Tapi itu memang tugasnya untuk gila urusan semenjak mendiang Eko minggat entah ke mana. Sangat berkeinginan untuk masuk ke Divisi Hubungan Luar ketika kepengurusan kami berlangsung, tetapi atas otoritas Wahyudi, dia dijadikan Bendahara. Secara kenangan, saya tidak begitu peduli dengan dia dulu sewaktu masih anggota muda. Secara pribadi, saya tahu persis mobilnya hampir di-invent oleh organisasi saking seringnya dipakai untuk kepentingan organisasi. Setahuku, dia tidak pernah depresi, berdeda dengan Wahyudi dan Eko. Dia yang paling menyemangati Wahyudi ketika depresi (ya iyalah!) Sejak jadi Bendahara, dia jadi ibu-ibu penjual diktat kuliah, entah apakah karena keuntungannya besar atau karena hobi ngeprint (mungkin kalau lagi bosan pacaran sama Wahyudi, dia pacaran sama printer). Mudah-mudahan selama ini tidak pernah dia berpikir untuk menguangkan badan pengurus, atau setidaknya menjualnya di tukang loak. Untuk Ripe, salut buat kegigihan dan kegilaurusannya selama ini! Semoga nanti jadi Dewan Tinggi Organisasi juga (kayak Wahyudi, hehehe…)!

Karismananda. Panggilan David, Karis, atau Temon. Koordinotor Divisi Pendidikan dan Latihan. Pertama kali bertemu di SMA, tapi tidak begitu kenal karena saya anti-sosial saat itu. Dulunya dia seniorku, tetapi karena saya terlalu cepat selesai sekolah, jadi kami satu angkatan. Pertama kali berinteraksi adalah di kepanitiaan Bakti Sosial Kader 2009 sebagai koordinator divisi perlengkapan, atau koordinatorku, koordinatornya Wahyudi saat itu, dan koordinatornya Zainul. Kepanitiaan selama ini tidak begitu saya perhatikan, tetapi dia lumayan sangat sering di divisi publikasi dan dokumentasi, dan divisi perlengkapan. Keahliannya adalah desain grafis, dan … bisnis. Sewaktu kepengurusan, dia banyak berjasa kepadaku karena memberikan punggungnya untuk tempatku sembunyi ketika ditanyakan sesuatu yang saya takut menjawabnya. Mungkin karena tidak nyaman, entah karena saya terus sembunyi di belakangnya atau karena ideologi yang berbeda dengan pandangannya, dia pernah menghilang untuk waktu yang lama. Selama itu, Saya, Rahmin, Ai, dan Imal sebagai teman satu divisi kepengurusan, bergantian menyelesaikan apa yang belum dia selesaikan. Merupakan orang yang sebenarnya sangat loyal dan bisa diandalkan, tetapi jangan coba beradu ideologi dengan dia. Dia kadang-kadang tempramen garis keras! Bisa-bisa dia memukul berkelahi atau justru lari dari kenyataan. Di balik itu, dia orang yang sangat saya hormati karena dia selain lebih tua daripada saya, dia juga koordinatorku. Tidak peduli orang lain mau berkata apa, saya terima dia apa adanya sebagai koordinatorku. Awas kalau ada yang berkata jelek tentang dia!

Ahmad Ibrahim Rum. Panggilan Ai. Anggota Divisi Pendidikan dan Latihan. Kenangan ke belakang, lupa. Yang kuingat, dia orang biasanya mendapatiku dibonceng oleh ayahku ketika SMA dulu, utamanya ketika di lampu merah persimpangan jalan masjid raya. Kemungkinan, waktu dia berangkat pergi ke sekolahnya dengan waktu ayahku memaksaku pergi ke sekolah sama juga, makanya sering berpapasan. Orang yang gemuk, cita-cita luhurnya adalah menjadi kurus. Orang yang gaya bicaranya kalau dalam keadaan tidak mengenakkan, seperti melenguh. Eh salah, mengeluh. Sampai-sampai seperti hampir menangis. Sebenarnya, dia adalah calon Koordinator Divisi Pendidikan dan Latihan versi pilihan orangtua. Sebenarnya, dia pun sanggup. Hanya saja dia memiliki masalah keluarga di awal kepengurusan, yang mencegahnya dari hal itu. Secara kenangan, dia adalah orang yang senang membantu oranglain, tetapi tidak ada kesan khusus tentangnya, mungkin karena dalam frekuensi pekerjaan teknis dia kurang menonjol. Secara pribadi, saya tahu bahwa Ai adalah orang yang rela berkorban dan rela dikorbankan pas Idul Adha (lho?), dia rela melakukan apa saja kalau di rumahnya sedang tidak ada masalah. Seingatku dia tidak pernah menggunakan kata ‘malas’ atau indikasi seperti itu. Semangat Ai, kau pasti bisa untuk jadi kurus!

Nur Rahmah Rasyid. Panggilan Rahmin. Anggota Divisi Pendidikan dan Latihan. Awalnya namanya Rahmah, tetapi untuk membedakan dengan Rahma, orang pasti akan bertanya Rahma yang mana. Nah, karena orang bertanya Rahma yang mana, maka jawabnya adalah Rahma yang Assmin disingkat jadi Rahmin (konon, waktu Pendidikan Dasar XIII, dia adalah assminnya Ashari, di tim 2). Meskipun, pada akhirnya, tidak ada yang menggunakan nama Rahma itu. Rahmin adalah pekerja keras, yang punya hubungan professional dengan K’ Iwank. Soalnya, dia adalah pemeran utama Simposium Refresher Course of Emergency Medicine dalam rangka Triple Ten Day (10 Oktober 2010). Rasakan! Sebenarnya, Rahmin ini paling banyak bikin saya iri. Saya sebenarnya menginginkan banyak proses seperti banyaknya proses yang didapat oleh Rahmin, tetapi apa daya, diriku hanya seonggok orang tidak berguna. Rahmin juga adalah salah satu orang yang paling rajin di divisi Pendidikan dan Latihan ini. Banyak program kerja yang dia laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kelebihannya dari saya, kupikir adalah karena memang dia dilatih untuk berada di Divisi ini, jadi dia lebih bisa berkomunikasi ke atas dan ke bawah, seperti si Eko, dan dia juga lebih berani dalam meminta pemateri dari orang yang dituakan. Ya, inilah bakat alaminya menurutku, bukan cuma karena dilatih. Oh, iya… jangan lupa berat badanmu, Min… Hehehehe…

Muhammad Syahrimal Ishak. Panggilan K’ Imal, atau Imal saja. Anggota Divisi Pendidikan dan Latihan. Merupakan koass sekaligus pengurus organisasi. Saat ini bernecana untuk terlambat lulus jadi dokter (rencana yang aneh). Dia adalah orang yang paling dewasa di divisi ini. Hobinya adalah mengumpulkan video klip artis-artis seperti Rihanna, dan sejenisnya yang saya juga tidak mengerti apa. Hobi lain, mencela orang dari segi penampilan dan logat, dan agak sedikit ‘erotis’ (sifat-sifat ‘erotis’ dan mencela itu selalu dalam batas bercanda). Hobi lain nonton film horror dan fobia terhadap kegelapan. Di balik itu, dia merupakan anggota yang mengerti susahnya koass sambil menjalani kepengurusan. Pesannya kepada adik-adik adalah jangan sampai ada yang meremehkan bagaimana kerja sebagai seorang badan pengurus. Sugguh bijak (berharap saya juga bisa buat pesan yang bijak seperti itu).

Falzart Plain. Anggota Divisi Pendidikan dan Latihan. Saya. Orang yang malas, tidak berguna.

Ashari Mohpul. Panggilan Ashari. Koordinator Divisi Operasional Bantuan Medis. Lupa kapan pertama kali bertemu. Kesan selama anggota muda, dia adalah orang yang rajin, gigih, dan tanpa emosi. Mungkin dia sering sedih atau marah, tapi dari ekspresi wajahnya tidak tampak sama sekali kalau dia sedang merasakan emosi. Dia cuma selalu terlihat tersenyum. Dia pernah mengecat spanduk sendirian sampai selesai, tanpa bantuan, saking dia pendiamnya dan kami betapa apatisnya waktu itu. Salah satu orang andalan Wahyudi, sebelum emosinya meledak dan minggat untuk beberapa waktu. Masalah utamanya adalah susah dihubungi karena hapenya bermasalah terus. Masalah lainnya adalah karena selalu merasa bekerja sendirian. Ashari, kalau kamu butuh bantuan, panggil saya. Kalaupun saya tidak datang, panggil saja… Hehehehe… Masa sih, saya tega tidak datang kalau kamu panggil?

Nurul Fuadi Rahman. Panggilan Nunu atau Nyunyu. Anggota Divisi Operasional Bantuan Medis. Pertama kali bertemu, entah di mana, sepertinya waktu Inaugurasi angkatan, tetapi saya tidak terlalu perhatikan. Anggota muda berlalu dengan cepatnya, hingga saya mengetahui bahwa kalau Nunu ini mendapat tekanan yang terlalu kuat, ledakannya bisa menciprat ke teman angkatannya sendiri. Kejam (Untung sekarang dia sudah senior). Anggota yang gigih memperjuangkan tugas yang dia emban, padahal perempuan. Kenapa gigih? Karena kalau dia marah dia pasti bilang akan mengigit… Hiii… Pasangan kerjanya Ashari, selama Ashari minggat, dia yang banyak berperan untuk gantikan sementara. Salah satu orang kepercayaannya Wahyudi karena kesediannya untuk tetap ada untuk organisasi meskipun posisinya sulit. Pesanku buat Nunu, jangan GIGIT saya… Saya takut Rabies…

Rafli Suwandhi Wahid. Panggilan Rafli, khusus Dipi memanggilnya Picu. Anggota Divisi Operasional Bantuan Medis. Pertama kali bertemu di mana, ya? Lupa. Orangnya cukup lihai dalam urusan perhatian utamanya waktu mendekati Dipi. Hehehehe… Pernah menyatakan kekecewaannya di depan forum terhadap badan pengurus, sepertinya waktu itu Eko tidak ada, semuanya jadi kacau balau. Selama kepengurusan, keaktifannya masih kalah dengan Nunu dan Ashari, sepertinya karena masalah keluarga atau masalah apalah. Tapi, yang unik adalah, dia suka menanggapi lelucon bodohku, bahkan bisa membalas dengan lebih aneh lagi. Hati-hati Rafli… Nanti kamu bisa dicap kurang waras juga…

Riska Hermita. Panggilan Rihe. Anggota Divisi Operasional Bantuan Medis. Seperti Rafli, pernah menyatakan hal aneh di depan forum, sepertinya karena Eko lagi. Kasihan Eko. Dia lulusan Pendidikan Lanjutan IX, sama dengan seluruh anggota divisi Pendidikan dan Latihan. Punya mobil Ceria warna biru tua. Mobil mininya itu sering diduga sebagai mobil remote control, ternyata bukan. Hehehehe…

Zulkifli Damis. Panggilan Zul, Anak Setan, atau Damis (padahal Damis itu nama bapaknya). Anggota Divisi Operasional Bantuan Medis. Karena nomor anggotanya istimewa, dia disebut anak setan. Dia orang yang tempramen, tegas, dan keren. Koordinasi dengan dia bisa sangat bagus, tetapi kerjasama dengan dia jangan harap bisa bagus kalau dia merasa tidak bisa melakukannya. Dengan kata lain, tidak bisa dipaksa. Saya menduga dia ini anggota HMS (Himpunan Mahasiswa Sempurna), yang suka mencela orang untuk ditertawakan. Objeknya hampir semua orang. Huff…

Hendra Tjiang. Panggilannya Hetji, Heci, Tije, Ciang, dan kayaknya itu saja. Koordinator Divisi Logistik. Pendiam. Cina. Kurus. Tinggi. Kadang-kadang jadi merah. (lho?) Merupakan orang cina yang berbeda dengan kebanyakan orang cina yang seangkatan akademik dengan kami. Dia bukan orang yang sepenuhnya berorientasi akademik atau memiliki kelompok geng yang anggotanya orang cina semua. (sori, rasis). Dia orang yang membaur dengan semua orang. Dia orang yang setia, sehingga menjadi salah satu orang kepercayaannya Wahyudi, selain itu, dia bisa dipercaya. Kekurangannya adalah dia kurang tegas. Kelebihannya menurutku adalah dia orang yang peduli, rajin, ramah, dan suka karaoke sendirian. Hehehehe…

Muhammad Zainul Ramadhan. Panggilannya Inul, Zainul, atau Brady (Brady artinya lambat). Anggota Divisi Logistik. Pertama kali bertemu, di kepanitiaan Bakti Sosial Kader 2009 sebagai anggota divisi perlengkapan. Kami satu divisi dengan Wahyudi, dan Karis. Dia sewaktu anggota muda pernah menjadi Ketua Panitia Simposium dan Workshop Manajemen Bencana di Sulaweis Selatan, suatu kepanitiaan besar yang menghabiskan tenaga, jiwa, dan raga. Selama waktu berjalan, saya pikir, Zainul ini kurang merasakan indahnya waktu, karena terlalu lambat. Kentut saja lambat. Teringat waktu cek lokasi Bakti Sosial Kader 2009, si Zainul ini berboncengan dengan si David, koordinator divisi perlengkapan saat itu, di tengah malam yang gelap gulita. Sementara di perjalanan, David mengantuk, dan ada batu di depannya. Melihat itu, Zainul mencoba menegur David, tapi sayangnya terlalu lambat, dan terjadilah kecelakaan. Mau diapakan lagi. Sekarang mungkin yang menjadi misteri, apakah Zainul akan menembak Ela? Kalau iya, kapankah? Soalnya lambat sekali…

Gabriella Tandipayuk. Panggilan Ela. Anggota Divisi Logistik. Mains dan baik hati. Banyak yang nge-fans sama dia. Seniorku waktu di SMA, teteapi karena saya terlalu cepat lulus, jadinya satu angkatan. Saat ini, ada dugaan akan ditembak Zainul, tapi kapan? Sudahlah. Ela ini merupakan orang yang bisa diandalkan kalau diberikan tanggung jawab. Jadi paling enak kalau ada yang tidak bisa kuselesaikan, kuserahkan langsung sama dia. Cling, langsnug selesai. Apalagi, ya? Ya, begitu saja deh, ya…

Ahmad Ulil Albab. Panggilan Ulil. Anggota Divisi Logistik. Teman SMA-ku, satu kelas. Orang gila. Pemain game tanpa henti. Fans anime, dan suka beladiri. Orang yang berjiwa bebas. Apalagi, ya? Lupa, selain waktu SMA dulu suka mencela saya, kemudian berubah menjadi sedikit lebih dewasa ketika kuliah. Oh iya, sering marahi saya untuk sesuatu yang sepertinya membuat dia kecewa. Mungkin dia kecewa karena perkembanganku tidak sepesat dia. Ya, itulah takdirmu, kawan!

Yayat Hidayatullah. Panggilan Yayat. Anggota Divisi Logistik. Berjiwa bebas. Ideologi lain dengan kami kebanyakan. Pertama kali bertemu sampai sebelum menjadi pengurus banyak berdiskusi dengan saya. Bahkan meminta saranku sebelum memasuki salah satu oraganisasi lain. Penampilan sederhana, tetapi belakangan baru ketahuan yang sebenranya si Yayat ini bagaimana. Lumayan lah, mobilnya bisa dipakai untuk pergi jalan-jalan sama anak-anak yang lain.

Andi Rahmayanti. Panggilan Rahma, Hui. Anggota Divisi Logistik. Kebanyakan main basket. Dugaan kuat, sebenarnya merupakan atlet professional. Bahkan, saya menduga dia laki-laki berjilbab. Hehehehe… Teman SMA-ku seperti Ulil, kami satu kelas dulunya. Dia punya teman jalan lain selain kami sesama pengurus. Di kepengurusan, dia sering terkendala masalah kesehatan dan masalah dengan orangtuanya. Oh iya, dia dipanggil Hui karena entah mengapa penampilannya mengingatkan pada salah satu tokoh kartun, Baby Huey.

Fandi Ahmad. Panggilan Fandi. Koordinator Divisi Hubungan Luar. Tambun dan tampan, seta berbulu. Lupa pertama kali bertemu di mana. Dia adalah Ketua Panitia Double Ten 2009, salah satu kepanitiaan penting dalam hidup angkatan kami. Maaf karena waktu Double Ten tidak terlalu banyak membantu, saat itu saya masih benci sama organisasi ini. Saya menduga dia juga adalah anggota HMS (Himpunan Mahasiswa Sempurna) seperti Zul, dengan objek celaan adalah Cici. Ada gossip bahwa ada sesuatu antara Fandi dengan Cici. Setelah dikonfirmasi ternyata Cici suka pisang. Itu saja. (Ndak jelas, ya ini?)

Iin Baniswira. Panggilan Banis. Anggota Divisi Hubungan Luar. Orang jujur dan menusuk tajam. Kejujuran yang tidak memperhitungkan rasa sakit hati, (untung saya orangnya sabar) tidak memperhitungkan senior atau junior. Orang yang tidak suka disalahkan. Tempramen kalau dalam tekanan. Ingin semuanya terlihat beres. Tetapi, seiring waktu, sifat-sifat itu sepertinya menyesuaikan dengan keadaan. Orang yang tidak bisa tinggalkan pekerjaan kalau belum selesai. Salah satu orang kepercayaan Wahyudi, sepertinya.

Diah Gemala Ibrahim. Panggilan Digem. Anggota Divisi Hubngan Luar. Seperti Ela dan David, seniorku dulu sewaktu SMA. Si gelisah. Tidak suka memerintah orang. Ingin semuanya cepat beres. Lebih suka mengerjakan semuanya sendiri. Kalau mau membantu, orang harus lebih inisiatif dari dirinya. Tidak suka disalahkan. Pekerjaan selalu bisa diselesaikan, dengan atau tanpa stress dan kegelisahan. Orang yang kreatif dengan berbagai warna spidol dalam catatan kuliah ataupun organisasi. Kegelisahannya terbukti sepanjang kepengurusan , bahkan dari anggota muda.

Isbul. Anggota Divisi Hubungan luar. Namanya cuma lima huruf. Si penyebar gossip. Dia yang mempopulerkan gossip Fandi dan Cici serta Zainul dan Ela, entah inspirasinya darimana. Kalau dia jadi sutradara, mungkin cerita hidupnya Eko duah dijadikan film layar lebar. Orang yang santai, tidak bisa ditekan. Suka menggombal, gombalan-gombalan yang aneh menurutku. Selalu santai, yang penting pekerjaannya selesai. Fotonya paling sering terpampang di surat kabar sebagai reporter dari TBM Calcaneus FK Unhas. Akan tetapi, Isbul ini kadang mengeluh dengan tinggi badannya yang tidak sebanding dengan kekar badannya. Itu saja kayaknya.

Liesa Ferawati Lesomar. Panggilan Fera. Anggota Divisi Hubungan Luar. Setahuku hobinya fashion (maaf kalau salah). Sering meladeni Imal kalau sedang ber-‘erotis’ ria. Mereka berdua bercanda begitu, tapi bagiku tertengar aneh dan sedikit menjijikkan, sih. Akan teteapi, karena candaan itu sudah terlalu sering kedengaran jadi tidak begitu aneh lagi. Fera selalu bicara tentang bukakancing atau resleting. Tidak tahu apakah itu bagian dari keunikannya atau bagaimana. Itu saja dulu sepertinya.

Irfan Adi Saputra. Panggilan Ibon atau K’ Ibon. Koordinator Biro Kesekretariatan. Seperti Imal, Ibon juga koass. Ekspresif. Kadang suka ngambek. Akan teteapi, selalu berkomitmen agar pekerjaannya selesai. Kadang, dengan susah payah koass dan hiruk pikuk pekerjaan kepengurusan, dia mengeluh kepada siapa saja tema angkatannya yang ada di sekitarnya sampai hampir menangis karena saking beratnya tugasnya. Huuu… Ingat waktu pertama kali bertemu, sebelum sama-sama menjadi anggota, Ibon sebagai senior langsung melihat ke saya bilang kalau saya ini bertampang bureng (pemburu rangking), padahal tdak sama sekali, waktu itu sedang minta tanda tangan sih, terserah dia mau berkomentar apa. Dia adalah orang pertama dari angkatanku yang menjadi Steering Committee. Dia Steering Committee di Simposium dan Workshop Manajemen Bencana di Sulawesi Selatan. Saat itu dia sangat dilema antara sebagai Steering yang harus fokus pada profesionalitas menjalankan acara dan saudara seangkatannya yang disiksa bekerja sebagai panitia pelaksana. Merupakan lulusan Pendidikan Lanjutan IX, seperti Rihe dan seluruh anggota Divisi Pendidikan dan Latihan.

Dewi Pertiwi. Panggilan Depe. Anggota Biro Kesekretariatan. Tidak begitu mengerti juga kapan pertama mulai bertemu. Karakteristik juga tidak begitu kuketahui. Yang kuketahui adalah Depe ini sangat bersemangat sekali menjelang akhir kepengurusan, dia menularkan semangatnya ke badan pengurus yang lain lewat sms.

Sriharyati Udin. Panggilan Sridin. Anggota Biro Kesekretariatan. Kalau sedang menjalankan job-nya dia intensif. Diduga sebagai fans berat lagu-lagu Melayu. Saya tidak tahu, kalau ditegur salah, mata dan kata-katanya akan seperti balik mengancam, atau perasaanku saja. *Takut*. Tapi di balik itu, Sridin lebih banyak tersenyum daripada yang kusebutkan tadi.

Mulia Tahir. Panggilan Lia, Muta. Anggota Biro Kesekretariatan. Yang kuketahui, kalau Muta ini punya waktu menelpon tengah malam, dan dia bisa menelpon sampai berjam-jam. Pernah suatu hari dia gelisah karena ada orang yang mau datang mealamarnya di rumahnya, sampai dia menelpon bapaknya yang ada di kampung supaya tidak menerima lamaran itu. Sebenarnya, waktu kegelisahan itulah yang lucu, menurutku. Entah semuanya sudah berubah lagi, tapi cuma inilah yang kuketahui.

Nur Sepdyanti. Panggilan Cun. Koordinator Biro Dana dan Usaha. Cun, singkatan dari Racun. Teman gossipnya si Isbul. Fasih berbicara di depan umum dengan gaya yang meyakinkan. Temannya Ripe dalam seringnya menge-print Diktat dan Pediatric Chart, juga bersama dengan Dipi. Saya pribadi menilai dia orang yang rajin, dan pintar mengatur anggota-anggotanya. Dulu dia adalah Sekretarisnya Zainul di Simposium dan Workshop Manajemen Bencana di Sulawesi Selatan, salah satu kepanitiaan besar yang merepotkan dan penuh tekanan.

Ogirahma. Panggilan Ogi. Anggota Biro Dana dan Usaha. Konon merupakan pecinta warna kuning. Sangat kompak dengan anggota Biro Dana dan Usaha yang lainnya di bawah jalur koordinasi Cun. Saya tidak tahu apaha Ogi ini juga punya kecenderungan berkencan dengan printer juga atau tidak, seperti Ripe dan Cun. Dulunya Ogi ini adalah Bendaharanya Zainul di Simposium dan Workshop Manajemen Bencana di Sulawsi Selatan, dan karena beratnya tekanan di kepanitiaan ini, saya tahu kalau Ogi ini sebenarnya adalah orang yang tangguh.

Anuncia Gertrudis Witin. Panggilan Cici. Anggota Biro Dana dan Usaha. Katanya Fandi, Cici suka pisang. Entahlah, apakah informasi tentang pisang ini penting atau tidak. Dari segi logat sering menjadi bahan celaan Imal. Dan dari segi penampilan sering jadi bahan celaan Isbul. Kasihan Cici, sepertinya dia lebih banyak jadi bahan celaan selama ini.

Dian Pratiwi. Panggilan Dipi. Anggota Biro dana dan Usaha. Pacarnya Rafli. Suka sapi. Kreatif. Main perasaan. Dulu, Dipi yang melatih Saya, Wahyudi, dan paskibra lainnya sewaktu latiha Inaugurasi. Dan sepertinya dari waktu itu Dipi memang kesulitan dalam mengaturku. Kuakui, memang saya yang paling kacau waktu itu, untunglah Dipi sabar. Sampai-sampai selesai Inaugurasi, Dipi sampai menangis. Selama menjadi anggota muda, Dipi adalah orang yang aktif dan paling bisa diandalkan. Dia adalah Sekretarisnya Wahyudi sewaktu Pendidikan Dasar XIV. Sepertinya karena pengaruh tekanan yang terlalu ganas saat itu, Dipi jadi sedikit mengalami kemunduran keaktifan saat menjadi pengurus.

Andi Nurul Ilmi. Panggilan Ilmi. Anggota Biro Dana dan Usaha. Jutek. Tajam. Tidak bisa bilang ‘R’. Seperti Dipi, dia adalah orang yang sangat aktif sewaktu anggota muda, dan karena tekanan jadinya dia menjaga jarak saat menjadi pengurus. Dulu dia adalah Bendahara Pendidikan Dasar XIV, dan saat itu saya takut kalau harus langsung minta uang untuk membeli perlengkapan ke Ilmi langsung.

Iklan

10 thoughts on “BP

  1. Sukses trus buat TbM calcaneus. .
    Jujur tbm kami dkampus brkiblat k tbm calcaneus. .soalny pmbina tbm kami anak tbm calcaneus jg tp nd tw tbm angktan brp. .hehehe. .
    Sukses truz jg bwt spupuq,ogi rahma, sm kaka kelasku wkt SMA ka yayat. . 🙂
    Nanti sy ksi tenar ki blog ta sm tman2qu kak. .xixixi 😀
    Salam persaudaraan. .^_^

    • saya lebay-lebay (baca:lebih-lebih) kaaaaaaaangeeeeeennnn tauk……
      what am I doing? itu-itu jiii…. (apa bde’?) yaaaahhhh, itu ji! *hahahhaaaaaaaaa……..
      weeeeehhhh aktifkan lalo mi itu no.mu kesssiiiiiaaaaang…
      bdw, kangen ka’ jg ama motor mu….. wkwkwkwkwkwwk…..

      Falzart Plain:
      Deh, saudaraku… Ternyata kita sedang saling kangen…. Dan yang kau kengenkan ternyata kenangan waktu naik di motorku… 😆

  2. baru saya baca baek2..iiihhh..knp ocii ga tambahin klo cuma dirimu yg melihatku menangis di broca krn tekanan itu?? hehehe…

    Falzart Plain:
    Ehem… Falzart ya… bukan Oci… Jadi saya hanya akan moderasi komentar semacam ini satu kali, Dipi ya… Hehehehe…
    Saya lupa nulis soal itu Dipi… Lupa. Pengen nostalgia, tapi lupa siapa-siapa saja pelaku di sana, Dipi.

  3. Secaaara lampu motor muu gak perlu pake’ bohlam tapi pake’ perasaan aja! *haaahahaa…
    Sy slalu bersyukur kalo dibonceng ama kau (pake’ motor muu lahh) apalagi kalo malam pulang dr rumah iitu (iiituuu, yg sekrg digusur ke lantai satu…. Hahhaaa…), sy slalu brsykur, knp? Krn tiap adaa batu atau polisi tidurr, sy selalu mengucap ‘istigfarr…’ Astagfirullaah al’adziiimmm….
    Jaga baik2 iitu motormuu ocii… Sa bombe ko kalo dia kenapa napa… 😛 heheheee… 😀

    Falzart Plain:
    OK. bahasa kiasmu menarik, saudaraku… Jaga dirimu juga! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s