Diary: Galau

Merujuk ke definisi menurut kamus, keadaan galau adalah saat pikiran sedang kacau tidak karuan. Orang yang tengah galau pikirannya sedang kacau. Kacau dalam kamus diartikan (salah satunya, terutama berkaitan dengan pikiran) kusut (kalut) tidak keruan. Contoh kalimatnya: Pikirannya bertambah kacau mendengar berita itu.

Sebenarnya, persepsi saya tentang kata ‘galau’ ini adalah ketika seseorang tidak mengerti tentang mengapa dia terpikirkan terus tentang sesuatu yang menyebabkan perilakunya berubah menjadi lebih ‘bencong’ (*Wah?!). Menurut kamus, bahasa inggris dari galau adalah ‘confusion’, yang kurang lebih artinya bingung, kebingungan, dan bingung-bingung semacam itu (atau ada yang punya definisi bingung-bingung macam yang lain?).

Galau. Kata seorang teman, saya ini galau. Masa sih? Mungkin iya, tapi kenapa? OK, sebenarnya saya justru jadi galau kalau dibilang galau. Saya tidak galau. Sungguh, saya tidak galau. Whaaaa…. Saya tidak galau!!! Saya hanya suka bertindak tanduk berkata-kata begini kalau mau mengungkapkan sesuatu. Apakah ini suatu kegalauan? Kegalauankah ini? Kurasa tidak. Saya tahu apa yang saya ungkapkan dan saya benar-benar mengerti kenapa saya sampai berpikir untuk mengungkapkan hal itu (serius. Kecuali di postingan yang ini, yang itu, dan postingan lain semacamnya).

Berdasarkan sumber-sumber takhingga yang tidak terhitung jumlahnya (karena saya memang malas menghitung), kata galau sering digunakan pada orang-orang yang sedang dalam hubungan asmara, sedang jatuh cinta, sedang mengalami masalah cinta, mengalami masalah dengan orang tua sehingga tidak tahu mau berbuat apa, dan kalut sendiri dengan pikirannya. Saya sama sekali tidak begitu. Sama sekali tidak. Jatuh cinta cuma sekali dan itu seharusnya sudah selesai, masalah dengan orang tua memang sering ada tapi lima menit berselang masalah reda kembali, saya selalu tahu mau berbuat apa dan mau ke mana karena saya adalah perceiver yang suka ‘wandering’. Nah, sekarang saya tidak mengerti kenapa dibilang galau (kembali ke beberapa paragraf sebelumnya: saya justru jadi galau kalau dibilang galau).

Ya, mungkin saya sedang kurang akal saja untuk mengungkapkan sesuatu makanya teman saya itu bilang kalau saya sedang galau. Bahkan dibilangnya tulisan di blog ini galau (bukan blog yang itu).

Sudahlah. I just wanna keep on fire… Semangat, biar dibilang galau. 😀

<<Previous Diary<<

>>Next Diary>>

Iklan

12 thoughts on “Diary: Galau

    • ah… saya tidak sepakat…
      Galau istilah asli itu beda dengan galau istilah anak muda jaman sekarang.
      Galau istilah sekarang itu sudah dikhususkan pada masalah itu-itu saja, contoh lain galau istilah aslinya adalah ketika makan bakso tapi lupa bawa uang 😆 , galau kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s