Diary: Kapasitas

Akhir-akhir ini rasanya capek. Padahal, saya akui kalau saya ini tidak ngapa-ngapain. Bikin postingan saja, saya biasanya kalasi (mau bagaimana lagi, saya ‘kan moody). Membuat satu postingan sehari saja saya sudah senang, apalagi membuat banyak. Nah, untuk mewaspadai perilaku moody saya, saya menyimpan beberapa konsep postingan yang dijadwal untuk terbit di waktu tertentu (mewaspadai malas posting). Itu curang ‘kan? Itulah kalasinya. Dan kapasitas saya memang sudah sebegitu-begitunya.

OK, kita mulai. Kapasitas adalah daya tampung, kalau saya sendiri lebih suka mendefinisikan kapasitas sebagai batas kemampuan. Kapasitas bukan hanya berlaku untuk alat-alat listrik, bukan hanya untuk baterai, bukan hanya untuk memory, bukan hanya untuk ruangan, tapi lebih luas kepada kemampuan seseorang.

Kapasitas yang saya mau bicarakan di sini lebih fokus kepada yang  saya bicarakan di paragraf pertama postingan ini, tentang capek. Saya berpikir, penyebab saya capek sekali meskipun tidak ngapa-ngapain adalah karena saya memaksakan kapasitas saya yang pas-pasan untuk sesuatu yang tidak penting.

Ketika seseorang melakukan kegiatan berlebihan (di luar kapasitasnya), organ-orang tubuh yang menunjang aktifitas itu akan kelelahan, kecapean juga, akibatnya timbul stimulasi rasa ingin istirahat, misalnya kalau kegiatan yang menggunakan otot berlebihan akan mengakibatkan nyeri otot, kegiatan yang menggunakan otak berlebihan akan mengakibatkan ngantuk.

OK, sekarang saya sedang KKN, seharusnya saya fokus pada kegiatan KKN. Harusnya saya memaksimalkan kapasitas saya dalam hal ber-KKN.  Namun, apa yang saya lakukan seharian di posko justru adalah: online. Saya kira alasannya sudah pernah saya sebutkan, tapi saya tetap tidak bisa fokus. Datang, online, tulis jurnal KKN, pulang. Setiap hari begitu. Saya mau bahas yang online saja lah. Apa sih yang saya lakukan pas online? FB jarang buka, blog jarang posting (apalagi blog yang ini), game tidak ada yang seru. Jujur, sebenarnya yang saya lakukan adalah membaca postingan di blog orang 😆 . Bagiku itu menyenangkan sekali. Saya juga menulis macam-macam, bagiku itu juga menyenangkan. Namun, ada suatu keadaan yang mengakibatkan hal-hal menyenangkan itu menjadi tidak menyenangkan, yaitu ketika saya harus melakukan sesuatu di atas batas kapasitas saya.

Rasa tidak menyenangkan yang tercipta dari rasa yang awalnya menyenangkan ini saya dapatkan selama saya mengikuti pengkaderan. Awalnya semuanya menyenangkan, kemudian setelah segala sesuatunya menjadi berlebihan, semuanya menjadi berat. Setelah proses dilewati, semuanya akan terasa lega, plong, kembali terasa menyenangkan lagi. Serius. Jadi, ketika anda merasa sesuatu menjadi terasa susah, itu artinya anda sedang berusaha meningkatkan kapasitas anda. (menurut pengalaman empiris saya sih begitu).

Kapasitas saya:

  1. Membaca sekitar 10 postingan berbeda dengan rata-rata 600 – 800 kata per postingan. (Kalau sudah lebih dari itu saya merasa capek)
  2. Menulis 1500 – 2000 kata per hari. (Kalau lebih rasanya capek, kalau kurang artinya saya sedang tidak mood 😀 )
  3. Duduk di depan komputer 3 – 8 jam per hari.

Nah, yang mana yang perlu ditingkatkan? Semuanya kalau sudah lebih rasanya capek sekali. Efek sampingnya adalah saya bisa tidur sampai batas kapasitas saya (bangun hanya pada waktu sholat).

Untuk sekarang, saya sedang tidak mood, saya harus membujuk-bujuk diriku dulu supaya mood. Menurutku ini salah satu bentuk usaha meningkatkan kapasitas persuasi… Hehehehe… 😆

Menurut saya, untuk mengembangkan kapasitas kita, kapasitas apapun itu, harus didasarkan pada niat yang kuat dan digantungkan pada usaha yang berkelanjutan, dan kita tidak bisa mencapai itu semua kalau tidak punya semangat. OK, karena sepertinya postingan ini adalah salah satu dari postingan-postingan kacau saya yang berharga, dan saya pikir akan semakin kacau lagi kalau saya lanjutkan, jadi alangkah baiknya jika saya permisi dulu.
Tetap semangat. 😀

<<Previous Diary<<

>>Next Diary>>

Iklan

22 thoughts on “Diary: Kapasitas

  1. Memang untuk memaksimalkan kapasitas yang tersedia di tubuh ini diperlukan adanya keteraturan dalam melakukan aktifitas sehari-hari supaya tidak terjadi yang namanya kelelahan dalam tubuh.Jadi intinya hiduplah dengan teratur 🙂

    Salam Persahabatan.

    disave.wp.com

  2. Tetap semangat, karena tinggal sedikit lagi kan sudah sarjana. Ketika lulus itulah capek yang kini di rasa akan hilang dan terbayar

    Salam kenal, yuk ikut dukung persamaan hak bagi penyandang disabilitas di Indonesia, dan bagaimana kira-kira pandangan Falzart terhadap penyandang disabilitas ya….?

    Ditunggu kunjungan baliknya ya…… 🙂

  3. buat saya yg terbiasa bersepeda setiap hari (bisa 3 kali sehari) kalau nggak bersepeda sehari saja rasanya malah badan jadi loyo, lesu dan tak bergairah …. kalau sdh nggenjot sepeda semuanya jadi hilang , berganti hepi 🙂 ….. temen saya heran dan bertanya apa ndak capek bersepedaan tiap hari ?

    sehari 3 – 8 jam di depan kompi ….. lama juga ya

  4. Mmmm… kalau batas-batas itu terus dinaikkan, saya yakin kapasitas kita otomatis akan meningkat. Misalnya, kalau biasanya kita capek setelah menulis 10 halaman, tapi kalau terus dipaksa utk menulis lebih dari itu, meskipun capek, tapi pasti lama kelamaan kita terbiasa utk menulis lebih dari 10 halaman. Dan itu berarti kapasitas kita sudah meningkat, hehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s