Diary: Bengkak

Sebelum mulai, saya mau kasih tahu siapa pun yang membaca postingan ini (kalau ada), kalau foto di samping ini bukan foto saya. Bukan, bukan sama sekali. Orang yang di sebelah ini sedang menderita bengkak pada kelopak mata (Oedema Palpebra). Kelopak matanya bengkak dan merah, dia punya tanda-tanda radang di matanya. Nah loh? Apa hubungannya dengan saya? Bukannya tema post ini adalah diary? Pasti sudah bisa menebak, ‘kan? Saya sedang kena oedema palpebra, tapi tanpa tanda radang yang lain. Saya kurang tahu juga saya sedang sakit apa, tiba-tiba saja oedema palpebra ini terjadi, dan lama sekali sampai tidak turun-turun.

Yang saya ketahui, oedema palpebra ini disebabkan oleh penumpukan cairan lymphe pada kelopak mata. Normal-normal saja pada orang yang baru bangun tidur. Ya, normal-normal saja. Tapi, jelas sangat tidak normal jika bengkak semacam itu berlangsung selama seminggu.

Saya sih tidak masalah dengan bengkak mata itu, saya fine-fine saja, saya tidak terganggu kok. Yang terganggu adalah orang lain, khususnya orangtuaku. Saya tidak tahu ya, kalau ternyata ada orang yang tidak suka lihat mataku bengkak juga seperti orangtuaku.

Yang bengkak adalah kelopak mata kanan, kalau biasanya saya melihat pakai mata kanan, jelas ini mengganggu. Akan tetapi, karena kebiasaan saya melihat hanya dengan sebelah mata (baik dalam makna lugas maupun kias), yaitu biasanya menggunakan mata kiri saja, gangguan ini tidak terasa mengganggu 😀 . Saya memandang sebelah mata selama ini, jadi mungkin saya lebih cocok mengenakan topeng seperti Tobi saja, ya? (Tobi = karakter di anime Naruto yang saat ini menjadi tokoh antagonis utama). Keren, kan? Foto Tobi yang saya ambil ini saya flip secara horizontal, soalnya perbedaan antara saya dengan Tobi adalah tentang mata yang biasa digunakan. Mungkin kalau Tobi, kelopak mata yang sedang bengkak adalah kelopak mata kirinya 😆 . Eh, kok malah loncat ke anime, sih?

Kembali lagi ke orangtuaku yang suka protes karena anaknya tidak tampan (*lho?). Kata mereka saya terlalu banyak di depan komputer, atau saya terlalu capek lah, atau apalah, pokoknya dibatasi. Saya tidak tahu kenapa saya dibatasi seperti anak usia sekolah dasar saja, tapi hikmahnya adalah ketika saya tidak peduli dengan diri saya sendiri, masih ada yang peduli dengan saya: orangtua. Padahal, saya sendiri merasa tidak perlu lagi diurusi, saya sudah bisa jaga diri sendiri. Sudahlah, mungkin saya salah menilai diriku sendiri. 😀

Yang jelas, saya belum menulis apapun ladi blog saya yang satu lagi. Padahal saya membahas tentang oedem palpebra. Kayaknya di setiap akhir postingan saya selalu begini, payah.

Sudah, meskipun tidak begitu panjang. Saya sudahi dulu. Tetap semangat, ya! 😀 Ya, tetap semangat biar pun mata bengkak sekali seperti ini.

<<Previous Diary<<

>>Next Diary>>

NB: Sumber gambar langsung klik di gambarnya saja.

Iklan

4 thoughts on “Diary: Bengkak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s