Diary: Ketakutan Berlebihan

ketakutan berlebihan

Saya punya ketakutan berlebihan. Ketakutan yang sebenarnya harus bisa saya selesaikan sendiri dan memang hanya bisa saya selesaikan sendiri. Tahukah apa ketakutan itu? Ketakutan itu adalah ketakutan tidak bisa membuktikan diri. Ketakutan akan tertelan sifat bawaan phlegmatis yang cenderung pemalas. Ketakutan tidak berkembang. Ketakutan tidak menjadi orang baik. Ketakutan menjadi sombong. Ketakutan masa lalu kelamku akan terulang. Ketakutan… pokoknya ketakutan. Ini adalah murni diary, jadi jangan terlalu tertarik, ya.

Dulu ketika saya labil, ketika masa-masa kasmaran saya yang tidak tersalurkan, ketika itu banyak rasa dan emosi yang ingin meledak dan tertahan. Waktu itu saya belum belajar neuropsikiatri (pelajaran kedokteran), jadi saya belum tahu kalau ciri-ciri saya waktu itu ternyata adalah ciri-ciri orang depresi. Depresi, saya justru makin depresi ketika mengetahui bahwa saya depresi. Puisi-puisi kedepresian pun meluncur dari jemariku takhenti hingga saya merasa sembuh dari depresiku. Ya, pada akhirnya saya yang mengatasi depresi itu dengan sugesti diri yang kuat dan lama (entah sekarang saya masih sanggup melakukannya lagi atau tidak).

Ketika masa itu, masa yang saya ceritakan di atas, saya tidak pernah takut akan sesuatu. Padahal selama masa depresi itu saya ternyata tidak pernah membuktikan diri, saya pemalas, saya tidak berkembang, saya bukan orang baik (bahkan disebut orang saja sepertinya tidak, seseorang menyebut saya robot yang hanya mengikuti perintah), dan saya sombong. Saya baru sadar itu ketika saya merasa sembuh dari depresi saya. Sesaat setelah saya merasa sembuh dari depresi saya itu, saya merasa terlepas dari semua itu, jadi jelas terasa bedanya.

Masalahnya sekarang adalah kecenderungan saya untuk kembali kepada keadaan itu. Saya merasa saya akan menjadi depresi lagi, tetapi sepertinya akan diselingi dengan episode mania ketika saya teriak-teriak tidak jelas. Saya tahu saya bukan orang gila dan saya juga belum pernah lihat orang yang sakit jiwa di RS di bagian jiwa (sarjana saja belum), jadi tidak tahu persisnya bagaimana. Saya kadang-kadang hanya berpikir episode-episode yang terjadi pada saya yang memang tidak terlalu ekstrem kelihatannya itu menunjukkan kalau [mungkin] saya gila, tapi senior saya yang sudah melewati bagian jiwa mengatakan bahwa saya tidak gila dan tidak seperti orang gila, makanya saya yakin, saya tidak gila. Saya cuma mau mengungkapkan itu.

Akhir-akhir ini saya punya ketakutan berlebihan tentang masa depan saya kalau saya terus begini. Saya betul-betul tidak berkembang. Ya, meskipun saya sadar sepenuhnya bahwa ada hal yang harus lebih saya khawatirkan daripada masa depan, yaitu bagaimana saya menjalani masa kini. Kalau saya tidak mampu menjalani masa sekarang selayaknya orang dewasa, maka saya tidak akan pernah menjalani masa apapun yang menghampiri saya setelah ini selayaknya orang dewasa normal. Saya seterusnya akan menjadi anak-anak bertubuh dewasa karena menurut saya hanya orang yang tidak mampu berpikir dan bersikap dewasa sajalah yang akan jatuh ke dalam depresi dan menjadi gila.

Salah satu contoh kekanak-kanakan saya adalah blog ini. Saya mencoba menjadikannya tempat untuk berkembang, tetapi ternyata saya tidak melakukannya. Saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan, saya punya dorongan yang kuat, tetapi ketika saya mendekati pekerjaan itu hasrat itu hilang dan berubah menjadi ketakutan yang berlebihan. Saya tidak tahu kenapa ini terjadi.

Akhir kata, saya hanya ingin menyemangati diri sendiri supaya saya tidak [lagi] jatuh ke jurang depresi. Saya bangkit dengan sendirinya kala itu meski saya akui  saya mendengar suara orang-orang yang kuanggap sahabat dan saudara ketika hendak bangkit. Dan sekarang saya sudah lebih kuat dari saya yang dulu, saya yakin saya bisa melakukannya lagi. Saya yakin saya bisa mengatasi ini. Saya yakin saya bisa menjalani ini dan sekaligus melawan ketakutanku yang berlebihan ini. Saya yakin.

<<Previous Diary<<

>>Next Diary>>

NB: Sumber gambar langsung klik di gambarnya saja.

Iklan

4 thoughts on “Diary: Ketakutan Berlebihan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s