Diary: Beckham

Sebuah percakapan dari mahasiswa baru yang dikerjai seniornya. Skenarionya adalah setiap mahasiswa baru harus mengumpulkan tanda tangan seniornya, dan kelucuan pun terjadi ketika seorang senior (teman saya) ingin namanya bukan ditulis dengan nama aslinya, melainkan ditulis dengan nama David Beckham di buku tanda tanda tangan itu. Ini dia ceritanya:

Maba : Kak boleh kenalan kak?

Senior : Kenapa memangnya?

Maba : Tidak ji kak, disuruh sama BEM untuk kenalan sama kakak-kakak terus diminta tanda tangannya sebagai bukti, kak.
(ji = sisipan tidak ada artinya)

Senior : Hmmm… OK. Siapa namaku pale’?
(pale’ = untuk percakapan ini artinya ‘kalau begitu’)

Maba : Tidak tahu kak…

Senior : Namamu pale’ siapa?

Maba : Saya ******** kak…

Senior : Dari SMA mana?

Maba : Saya dari SMA ****** kak…

Senior : Oh, kau kenal si ******?

Maba : Oh, seniorku dulu di SMA itu kak.

Senior : Begitu di’? (=begitu ya?)

(senior kemudian beranjak pergi…)

Maba : Ih, kak. Belum pa’ tahu namata’…
(belum pa’ = saya belum. Namata’= nama Anda [versi sopan])

Senior : Jangan mi kau tahu namaku, nomor stambuk-ku mo saja kau tulis. Ini nomor stambuk-ku. (*sambil tuliskan di buku si Maba)

Maba : Namata’ iya kak? Apa kutulis di sini?

Senior : Kau tahu namanya pemain LA Galaxy yang …

Maba : David Beckham kak?

Senior : Iya, itu mo tulis…
(mo = saja)

(Maba menulis, dia tulis : “David Beckam”)

(Senior lihat, dia menegur)

Senior : Salah namanya itu, kurang H-nya.

(maka Maba itu pun mengoreksi nama itu menjadi: “H. David Beckam”)

Seketika itu menjadi pembicaraan sepanjang jalan kami.

<<Previous Diary<<

>>Next Diary>>

NB: Sumber gambar langsung klik di gambarnya saja.

Iklan

10 thoughts on “Diary: Beckham

  1. Huahahahahah kacawwww pake “w”!! πŸ˜† πŸ˜†

    Bener dah, ini baru namanya KOPLAK! πŸ˜† *ngakak*

    Saya beneran ngakak pas mbaca ini.. Haha, makasih atas hiburan ini. πŸ˜†

    Saya jadi inget juga perihal H ini dari temen saya.

    Jadi, temennya temen saya ini namanya Dimas pake H. Ini percakapan Dimas pake H ama guru SMA-nya dulu. *kira2 seperti ini dialognya*

    Guru: “Nama kamu siapa?”
    Dhimas: “Dhimas, Pak.”
    Guru: “Dimas?”
    Dhimas: “Iya Pak, pake H.”
    Guru: “Oh, Dimash?”
    Dhimas: “Bukan, Pak, H-nya setelah D”
    Guru: “Iya saya tahu…” πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s