Ayo Ngeblog: Kenangan dari Si Terlupakan

…….

Sepertinya kali ini saya akan memaparkan tentang pengalaman ngeblog (blogging) dari perspektif saya. Saya sudah lama buka akun blog ini, tapi tidak pernah saya berdayakan secara optimal jadi mungkin saya tidak terlalu mendapatkan terlalu banyak pengalaman berharga dari blogging.

Saya sebenarnya tidak tahu sejak kapan suka menulis kacau-kacau semacam ini. Yang saya ingat adalah saya hobi menggambar sejak kecil meskipun tidak pernah ada hasilnya yang bagus. Namun, sejak saya mendengar perihal haramnya menggambar makhluk hidup dari sudut pandang Islam, saya jadi ragu-ragu menggambar meskipun tidak  bisa langsung berhenti sekaligus. Saat itulah, saya mulai mengganti menggambar dengan menulis puisi. Kemudian karena seiring waktu saya merasa menulis puisi itu sulit, jadi saya menulis bebas.

Saya menulis bebas, menulis segalanya, kejadian, peristiwa, rasa, emosi, pembicaraan dengan diri sendiri, puisi, cerpen, cerbung, dan lain-lain. Saya dulu menulis itu semua. Semuanya. Saya dulunya menulis di Facebook, tetapi karena satu dan lain hal, saya menutup akun Facebook saya dan beralih menulis di blog dan berharap tidak ada yang menemukan saya di dunia maya lagi.

Waktu berlalu begitu saja. Kehidupan nyata dan maya seolah beresonansi. Saya mengalami kegetiran hidup bersama teman-teman saya ketika menjabat sebagai pengurus organisasi. Saya menuliskan kegetiran hidup saya yang menderita itu di sini (mungkin Anda tidak akan mendapatkannya lagi karena saya mengubah privasinya). Saya menulis tentang teman-teman saya sesama pengurus, tentang mereka, tentang segala kenangan dengan mereka, meskipun tidak semuanya adalah kenangan yang indah.

Kuceritakan sedikit tentang kehidupanku. Kehidupanku di dunia nyata sangat menderita, menderita sekali. Saya tidak tahu bagaimana pendapat orang lain,  tetapi saya merasa penderitaan menjadi pengurus adalah sesuatu yang betul-betul membuat menderita makin menderita. Bayangkan saja, kami kuliah dari pagi sampai sore setiap hari, punya kewajiban mengurus organisasi, punya kewajiban turun tangan dalam bencana, punya kewajiban membuat kegiatan besar yang gila-gilaan, dapat tekanan yang besar dari Dewan Tinggi kami, dapat tekanan yang besar dari anggota baru yang perilakunya melunjak, dapat tekanan dari super senior, dapat tekanan dari pihak fakultas, dapat tekanan dari mana-mana. Kami super-super tertekan. Di saat seperti itu, siapa lagi yang saling memperhatikan selain urusannya sendiri?

Saya adalah sosok inferior. Saya bukan orang yang menonjol. Saya merasa jarang diperhatikan oleh sesama pengurus kecuali Ketua dan beberapa orang yang mendampingi Ketua. Saya adalah sosok yang diam di balik layar. Pokoknya begitulah kehidupanku, tetapi di balik diamku, saya tetap blogging.

Demisioner. Kami semua terpecah belah ke tempat masing-masing. Ada yang merntau KKN, ada yang tetap di kampus, ada yang jadi sibuk koas, dan lain-lain. Ketika itu, saya mengeluarkan hobi saya. Saya ingin mengenang mereka dalam sebuah tulisan. Saya pun membuat postingan tentang mereka semua.

KKN, saya menjadi orang yang ditinggalkan karena tidak diperkenankan ikut pada KKN itu. Saya … terbuang, benar-benar merasa terbuang. Dulu saya tidak terlalu diperhatikan oleh yang lain, sekarang saya ditinggalkan. Dulu saya selalu berusaha memahami penderitaan semuanya dari berbagai perspektif, tetapi sepertinya giliran saya yang menderita sangat sedikit yang memperhatikan. Sekarang semuanya KKN, saya sendiri mendampingi pengurus baru, kesepian. Ini tidak adil. Tidak ada yang menghubungi saya dalam jangka waktu yang lama. Sepi sekali.

Suatu hari, tanpa saya ketahui, salah seorang demisioner pengurus meng-sms saya. Dia menemukan blog saya dan terharu. Di tengah kebosanannya KKN, dia googling dengan menggunakan namanya sebagai keyword. Dia menemukan fotonya dan menelusur kemari. Entah bagaimana ceritanya setelah itu, saya menjadi populer hanya karena menulis kenangan tentang mereka. View untuk postingan itu naik curam. Sepertinya tidak ada yang menyangka kalau ada yang menulis hal itu, dan kalau pun ada, mereka tidak menyangka kalau saya-lah orangnya.

Berbagai sms pun berdatangan hanya untuk bilang saya keren (meskipun menurut saya biasa saja). Itu lebih dari sekedar pujian bagi saya, itu seperti pengobat kangen. Setidaknya blogging akhirnya menyembuhkan kesepian saya. Blogging bagi saya adalah wujud perhatian saya kepada siapa pun yang saya rasa berharga bagi saya. Di sinilah saya menyimpan kenangan dan berbagai rasa. Dan dengan blogging, saya memberikan ruang bagi mereka untuk mengingat saya yang telah ditinggalkan ini. Saya merasa kenangan itu betul-betul mengharukan. Di saat kami semua berpisah dalam kesepian masing-masing, postingan dari blog saya-lah yang mempersatukan hati kami semua, setidaknya bagi yang membacanya.

Saya berharap siapa pun berikutnya yang akan saya tulis kisahnya di blog ini akan menemukan bahwa saya memerhatikan dia dan kemudian bisa mengingat saya yang mudah sekali dilupakan ini. (sepertinya saya sudah tua sekali, maunya diingat saja).

-Falzart Plain-

Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Ayo Ngeblog: Saya Ngeblog, Kamu…??!! pada blog duniamuam.

Iklan

34 thoughts on “Ayo Ngeblog: Kenangan dari Si Terlupakan

  1. oke…terima kasih atas partisipasinya..
    akan kami catat sebagai peserta kontes…
    memang dengan blogging justru kita bisa berbagi rasa kerinduan…
    semoga aktivitas blogging bisa merekatkan persahabatan mas falzart dengan kawan-kawan…
    🙂

  2. wow … nggak kebayang bgmn senengnya teman yang terharu menemukan blogmu dan membaca postingan tentang kalian apalagi ada fotonya ditengah kebosananannya di KKN juga reaksi teman teman yang lainnya

    pernah juga mengalami hal yg hampir sama spt tertulis di paragraf 8 ….. tapi ya sdh lama berlalu, sdh jadi bagian dr kehidupanku yg selalu akan mengingatkanku utk tdk melakukan hal serupa pada org lain, siapapun itu, krn memang tidak mengenakkan

  3. Semoga dengan nge-blog semua unek2 bisa tersalurkan secara positif. Lagi pula dengan menuliskan lalu kita baca ulang, biasanya kita akan dapat beberapa sudut pandang baru yang tadinya tak terpikirkan. Salam nge-blog 🙂

  4. jadi ini kesenanganmu ya bang falzart 🙂 – menuliskan kenangan yang tak terlupakan setiap harinya

    karena kau ngeblog untuk kesenangan – mari bersenang senang bang hehehehe <– eniway banyak sekali kata menderita dibeberapa paragram ( benarkan seperti itu <— tanda tanya besar )

    Falzart Plain:
    Jawabannya: Benar, Bang… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s