Cinta itu …

“Tulisan ini saya ikutsertakan di acara 5thAnniversary Giveaway: Ce.I.eN.Te.A yang diselenggarakan oleh Zoothera

Cinta itu… apa ya? Susah dijelaskan dengan kata-kata karena sesungguhnya cinta itu adalah rasa. Sebagaimana rasa-rasa yang lainnya, cinta itu hanya bisa dikata-katai, tidak bisa dideskripsikan dengan sedetail-detailnya. Saya sudah berkelana dengan pikiran dan hati saya untuk mendeskripsikan dan merasakan cinta itu, bahkan saya sudah berdiskusi dengan saudara-saudara saya yang katanya ‘ahli menyoal urusan cinta‘, tapi ternyata tetap sulit.  Cara mudahnya adalah dengan merasakan, kita tidak akan tahu rasa asin itu seperti apa kalau belum mencicip garam, begitu pula dengan cinta. (OK, saya memang tidak pacaran dan berharap hal itu tidak akan terjadi padaku, tapi tidak berarti saya tidak pernah mencintai). Setelah perjalanan panjang itu, akhirnya saya hanya mampu mendeskripsikan orang yang mencintai sebagai orang yang memberi dengan tulus, dengan mengharapkan kebaikan kepada orang yang diberi. Bagaimana pun cara memberinya, apapun yang diberi itu, entah marah, entah hadiah, entah apa, selama itu harapannya untuk kebaikan orang yang diberi, itu adalah cinta. Perumpamaannya seperti ibu yang mencintai anaknya atau seperti matahari yang menyinari bumi, semua itu terjadi begitu saja, secara alami, dan begitu tulus. Dan karena tulusnya itu, maka cinta itu tidak selamanya perlu dibalas. Intinya … itu, cinta itu memberi.

Ini sudah paragraf kedua. Kalau dilihat secara seksama, di paragraf kedua itu diminta menjabarkan kriteria calon pasangan yang didambakan. Saya kira nasehat Rasulullah dalam memilih pasangan itu adalah yang terbaik. Dan yang paling utama untuk saya pribadi adalah agama dan kepatuhannya. Tapi, maaf saja ya, saya tidak bersedia memaparkan lebih lanjut :mrgreen:. Jika waktunya tiba, segalanya bisa terjadi, dan ketika itu terjadi saya akan menerima dia apa adanya. Begitu saja saya rasa cukup.

Ya, saya tadi hanya mendeskripsikan cinta secara luas menurut pandangan saya. Saya tidak mendeskripsikan itu secara sempit hubungan laki-laki perempuan saja, seperti yang kebanyakan muda-mudi terjemahkan. Meskipun begitu, saya berkenan mendoakan Mbak Anies Anggara Zoothera dan suami agar pernikahannya diberkahi dengan rasa cinta dan seterusnya saling mencintai. Mudah-mudahan di ulang tahun pernihakannya yang ke-5 ini (dan di ulang tahun pernikahan seterus-terusnya) hubungan keduanya makin langgeng dan makin mesra. Dan terakhir, semoga keluarganya dituntun menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah… Amiin…

~Amiiin…

Iklan

23 thoughts on “Cinta itu …

    • Cinta itu… (dalam contoh paling ekstrem dan paling nyata) seperti kasih sayang Allah kepada kita yang dengan kasih sayang itu kita hidup dan kita mati, juga seperti kekhawatiran Rasulullah terhadap umatnya ketika beliau hendak wafat.
      Makasih… 🙂

  1. Amiiiinnn……. cinta itu memang siap untuk menerima apa pun adanya orang yang kita cintai, begitu pula sebaliknya..

    Insya Allah kelak dipertemukan dengan seseorang yang siap memberi dengan tulus dan menerima apa pun kekurangan yang ada.

    Makasiiyy udah ikutan GA Ce I eN Te A ini broww.. linknya udah dimasukin ke list peserta kategori 2 yakss… 🙂

  2. “….. tidak pacaran dan berharap hal itu tidak akan terjadi padaku, tapi tidak berarti saya tidak pernah mencintai”….meski banyak teman bilang bagaimana caranya? Ada banyak cara ta’aruf yg tidak dlam bingkai ‘pacaran’ bisa kita tempuh untuk berproses menuju ikrar yg serius…

    Semoga segera di pertemukan sang belajan jiwa pilihanNYA…amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s