Diary: No Idea…

Sepertinya kemalasan saya mulai datang lagi. Entahlah, apakah ini suatu kemalasan atau sebuah kebodohan. Saya seperti tidak punya lagi ide untuk membuat postingan. Awalnya saya mau alpa posting hari ini, tapi kehidupan harus tetap berlanjut. Nah, karena ternyata hari ini tidak ada sesuatu yang berkesan untuk diceritakan, saya memilih judul seperti itu. No Idea. Bahasa Inggrisnya I have no idea, diterjemahkan menjadi Saya punya ‘No Idea’. Ya, postingan No Idea ini memang punya saya… πŸ™‚

Sepertinya awal dari ke-No-Idea-anku ini adalah kontes. Saya awalnya iseng ikut, mumpung ada waktu. Layaknya sebagian besar orang, menentukan arah pikiran itu lebih sulit dibandingkan kalau arah pikiran sudah jelas mau diarahkan ke mana. Oleh karena dengan adanya kontes itu sama artinya dengan mengarahkan pikiran ke tujuan kontes tersebut, makanya sekarang saya jadi malas mengarahkan pikiran saya kepada yang seharusnya. Mau contoh? Lihat postingan kacau yang ini. Itu adalah salah satu ke-No-Idea-anku. Hanya saja kebetulan saat itu saya sedang ya… sedang begitulah. Tidak usah dibahas. Intinya saat itu saya miskin ide untuk dibahas, makanya hal yang terlintas di kepalaku langsung saja saya tuliskan.

Pikiran saya pun berkembang lebih jauh untuk sekedar memikirkan kenapa saya menjadi No Idea, dan alasan kontes sudah saya sebutkan di atas. Alasan lain adalah karena sepertinya saya jadi terlalu banyak membaca postingan. Pikiranku mulai kacau untuk menulis komentar, jadi maaf saja kalau komentar saya sudah mulai kacau seperti halnya postingan saya :mrgreen: .

Berpikir lagi, kenapa saya jadi no idea, sempat terpikir kalau transisi kedewasaan-lah pelakunya. Entah benar atau tidak. Tapi, di satu sisi saya memang harus memenuhi tuntutan-tuntutan sesuai dengan pencitraanku, dan ketika saya tidak mendapatkan hal yang berhubungan dengan itu, saya blank.

Hal yang lain yang membuat saya No Idea adalah penyimpangan tujuan. Sepertinya saking gampangnya pikiranku terbolak-balik, sudah sekian kali saya berganti gaya. Saya membuat blog di tempat lain untuk beberapa hal, di antaranya adalah uji coba akun Google Adsense-ku, apakah betul dia menghasilkan uang atau tidak dan memberikan informasi seputar keakademikan yang selalu lepas kontrol dari pikiranku. Tapi, apa yang terjadi? Blog itu terbengkalai. Mungkin saat ini saya sedang kehilangan tujuan [lagi] dalam menulis di blog, makanya saya No Idea. Ketakutan saya adalah ketika ternyata saya tidak sanggup mengelola blog ini dan membuatnya terbengkalai seperti halnya blog yang satu itu.

Apa lagi, ya? Hal terakhir yang terpikirkan kenapa saya jadi No Idea adalah kebanyakan tidur. Entah kenapa sejak saya membaca tentang orang-orang dahulu yang tidurnya sangat sedikit dan menghabiskan akhir malamnya dengan memohon ampun, saya jadi stress karena tidak bisa begitu dan justru jadi kebanyakan tidur. Ya, intinya tidur itu bagus selama tidak berlebihan. Kenapa saya bilang begitu? Karena kebanyakan ide saya sebenarnya datang dari perpaduan mimpi dan kejadian sebenarnya. πŸ™‚

Apa lagi ya? Kesibukan? Ah, saya sedang tidak begitu sibuk. Kalau pun sibuk, masa postingan hanya kurang lebih 500 kata per hari saja saya tidak sanggup.

Mungkin saya sedang kurang semangat saja. Jadi biarlah saya akhiri postingan ini dengan ucapan semangat buat diri saya sendiri saja. Semangat!

<<Previous Diary<<

>>Next Diary>>

NB: Sumber gambar langsung klik di gambarnya saja.

Iklan

14 thoughts on “Diary: No Idea…

  1. ngeblog itu sebenarnya adalah salah satu sarana untuk menajamkan kreatifitas seseorang lho sob.. inspirasi itu tidak bertepi.. lihatlah sekelilingmu, lihatlah lingkunganmu, orang-orang terdekatmu, melihat album foto kenangan, mendengarkan musik2 favorite, itu semua bisa jadi bahan untuk diceritakan kembali.. berbagi cerita, berbagi informasi, itulah ngeblog.. πŸ™‚

    sorry kalo kepanjangan dan aneh komennya.. hehe πŸ˜€

  2. @Tuaffi : bagaimana kalau pikirannya kita ambil satu dan dijadikan ide buat postingan? hehe
    @Ibonobi : masalahnya di sini adalah kekonsistenan, kak… #sok
    @Dhenok : sebenarnya sudah terlalu banyak hal yang diceritakan dan itu berlebihan. Contohnya, saya berusaha sekuat mungkin untuk tidak membeberkan informasi seputar identitas saya tapi tetap saja informasi itu bocor. Btw, komentarnya gak aneh kok… Bagus πŸ™‚

  3. @Evi : Ya, daripada tidak ada yang ditulis, Mbak… Ini kan tempat curhat.. hahahaha…
    @Aditya Eka Prawira : sama dong… πŸ™‚
    @bensdoing : Iya Mas, buat apa pasang deadline kalau waktu terbitnya bisa dimanipulasi. Iya kan? #berpikircurang
    @sky : Terima kasih ucapan selamatnya kak Sky… πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s