Andai bisa ke Dunia Digimon

“Jika kamu menemukan sebuah pintu yang bisa membawamu ke dunia game, dunia anime, dunia khayalan atau dunia yang sesuai keinginanmu, kemana kamu akan pergi? Dan apa yang akan kamu lakukan di sana?”

Ah, saya menemukan pertanyaan ini di sebuah blog yang baru pertama kali saya kunjungi dan kebetulan saya sedang kehabisan ide untuk dibahas di postingan ini. Jadi, biarlah saya menjawabnya. (Memangnya ada yang suruh jawab? Itu ‘kan suka-suka elo, Zart! Emang ada yang peduli gitu kalau ‘gak dijawab?)

Ehem, saya akan kembali ke dunia kanak-kanak saya. Ya, meskipun itu sudah berlalu hampir lebih dari 150 juta tahun yang lalu, tidak berarti saya sudah tidak ingat lagi ‘kan? Yang paling saya ingat tentang hal yang paling membuat saya excited di masa kecilku adalah digimon. Digimon, saya memang tidak menonton semua episodenya dari Digimon Adventure sampai apa namanya yang terbaru ini? Ah, saya sudah tidak mengikuti lagi, terakhir saya ikuti adalah Digimon Data Squad. Ya, itu pun saya sudah terlalu besar untuk nonton begituan jadi sudah tidak terlalu fokus ikutinya. Sedikit banyak, saya tahu tentang dunia digimon ini. Dunia digimon itu disebut sebagai Dunia Digital.

OK. Mulai saja membayangkan pintunya. Pintu masuk ke dunia Digital menurut Digimon Adventure, Digimon Adventure 02, Digimon Tamers, Digimon Frontiers, Digimon Data Squad, sampai ke Digimon Cross Heart adalah dari alat elektronik, kebanyakan adalah komputer, atau pager, atau ponsel. Jadi saya sedang online di depan komputer, dan tiba-tiba pop-up sebuah window aneh yang bertuliskan:

Enter the Digital World?

Press Y (yes) to enter or N (no) to abandon this message.

Terus, karena penasaran apa maksudnya, maka saya pun menekan tombol ‘Y’ di keyboard. Seketika saya merasakan sinar monitor komputer menjadi sangat terang hingga saya tidak sanggup melihat apa-apa lagi. Perlahan-lahan seiring makin terangnya cahaya monitor, kursi yang saya duduki serasa menghilang, pudar, dan tiba-tiba saya merasakan sensasi yang aneh.

Cahaya monitor yang terang itu lalu kembali normal, dan saya sadar saya terjatuh dari posisi duduk ke tanah. Cahaya itu menghilang, tapi yang saya lihat bukan lagi layar monitor, melainkan sebuah pemandangan hutan yang tidak saya kenali. Saya terduduk di tanah, kebingungan, bertanya-tanya apa gerangan yang terjadi.

Tsunomon

Sejenis makhluk aneh mendatangi saya. Dalam hal ini, saya membayangkan makhluk yang mendatangi saya itu berjenis ‘Tsunomon‘, digimon level ‘In-Training‘ berbulu kuning berukuran sebesar helm standar dengan tanduk hitam besar di kepalanya. Saya membayangkan menamakannya Zeed.

Digivice

Zeed mendatangiku dan memperkenalkan dirinya. Dia sangat ceria. Dia mengatakan bahwa dia adalah penjaga dunia digital yang baru. Dia punya sebuah misi untuk menjaga kestabilan dunia digital, makanya dia memanggil saya ke dunia digital dan memberikan tanda persahabatan serupa ponsel kuno atau mungkin pager yang disebut digivice.

Petualanganku bersama Zeed pun dimulai. Awalnya Zeed hanya seperti makhluk lucu berbulu kuning, tetapi kemudian di tumbuh menjadi makhluk kecil yang berani. Awalnya, ketika ada digimon lain menyerang, saya pikir makhluk kecil ini perlu untuk saya lindungi, tetapi kemudian ternyata Zeed-lah yang melindungi saya sepanjang perjalanan.

Berturut-turut dari kiri ke kanan: Piedmon (baju merah angkat tangan), MetalSeadramon (bentuk ular raksasa), Pinokimon (yang paling kecil), Mugendramon (paling kanan).

Perjalanan pun kami lalui bersama-sama. Belakangan akhirnya saya ketahui bahwa Dunia Digital sedang dalam masalah besar. Empat Digimon tingkat Mega yang tergabung dalam aliansi Dark Master berusaha menguasai dunia Digital dengan membuat kekacauan. Dan misi kami adalah menghentikannya.

Gabumon

Zeed berkembang dari bentuknya semula. Di beberapa pertarungan awal, Zeed akhirnya berubah menjadi menjadi Gabumon dan bertahan di bentuk seperti itu.

Garurumon

Pertarungan-pertarungan yang kami alami semakin sulit, apalagi kami hanya berdua dan yang bertarung selama ini hanya Zeed seorang. Ketika itu, saya sedang dalam keadaan yang sangat berbahaya dan Zeed berjuang melindungi saya. Dia berubah menjadi Garurumon. Akan tetapi, setelah pertarungan yang berbahaya itu usai, ia kembali ke bentuk Gabumon-nya. Zeed bilang, kekuatan untuk ber-digivolusi itu akan muncul dengan sendirinya di saat yang tepat.

Naik di punggungnya Zeed (Garurumon)

Waktu berlalu dan berlalu pertarungan demi pertarungan. Lawan yang kami hadapi semakin sulit. Sesekali kami hanya mampu berlari menghindari pertarungan ketika Zeed dalam keadaan terluka. Zeed berubah dalam bentuk Garurumon membawaku pergi di punggungnya.

Akan tetapi, ternyata kami tidak selamanya bisa lari. Ada juga jenis Digimon liar yang mengejar kami meskipun kami telah berlari sembunyi. Semangat Zeed untuk mempertahankan hidupnya dan melindungiku kemudian mengantarkannya kepada kemenangan dengan luka yang besar.

Tag

Kami mendapat kabar bahwa Zeed masih bisa mendapatkan kekuatan lebih apabila saya sebagai pemegang digivice yang ternyata menyimpan sumber kekuatan Zeed, mengkombinasikan Digivice itu dengan sesuatu yang disebut tag dan crest. Tag kami harus dapatkan di dasar lautan dan crest kami harus dapatkan di tempat-tempat tertentu yang berada di dunia digital.

Kami mencari jalan ke dasar laut dan dibantu oleh Whamon untuk sampai ke tempat tag. Sebagai balas budinya, kami harus melawan Dark Master yang teritorialnya berada di lautan: MetalSeadramon.

Pertemuan pertama dengan MetalSeadramon membuahkan kekalahan yang besar. Bagaimana tidak? Tingkatan MetalSeadramon adalah ‘Mega‘, tingkatan tertinggi dari tingkatan digimon, sedangkan Zeed paling tinggi hanya sanggup ke bentuk ‘Champion‘. Dengan sedikit keberuntungan, kami berhasil lari dari sergapan MetalSeadramon dengan cara pergi ke daratan yang bukan teritorialnya.

crest of friendship

Kami sampai di sebuah padang pasir di daratan. Zeed yang sedang terluka tidak sanggup berbuat apa-apa lagi dengan bentuknya yang sekarang. Lagi-lagi ancaman datang, kami terpaksa harus bersembunyi di padang pasir itu. Kami bersembunyi di dalam sumur kering. Dan tiba-tiba tag yang sedang kukalungi saat itu bersinar, bereaksi terhadap sesuatu. Kami pun menggali dan menggali sampai ke dasar sumur itu dan menemukan ‘crest‘ yang sesuai. Itu adalah ‘crest of friendship‘.

Belum sempat saya mempelajari bagaimana menggunakan ‘tag‘ dan ‘crest‘ itu, ancaman datang lagi. Kali ini kami harus menghadapi Dark Master yang lain, Pinokimon. Teritorial Pinokimon adalah hutan, dia sedang menginvasi daerah gurun dan kami terperangkap di sana. Kami melawan Pinokimon dan seperti dugaan, Zeed tidak sanggup menghadapinya. Tapi, saya teringat dengan perkataan Zeed dulu, bahwa kekuatan itu akan datang tepat pada waktunya.

WereGarurumon

Berbekal dengan keyakinan seperti itu, di tengah pertarungan yang tidak menguntungkan, Zeed berubah dari bentuk Garurumon ke bentuk WereGarurumon. Tanpa saya sadari ‘tag‘, ‘crest of friendship‘, dan ‘digivice‘, bereaksi dan menimbulkan kekuatan utnuk ber-digivolusi kepada Zeed.

Akan tetapi, ternyata pertarungan tidak seimbang. Zeed dalam bentuk itu pun belum sanggup menghadapinya. Pinokimon ternyata memberikan kami kesempatan untuk pergi setelah menjebak kami di hutan. Dalam bentuk WereGarurumon, Zeed berhasil membawaku lari dari jebakan itu.

Dalam fase ini, kami terus menghindar dan hanya bisa mengalahkan lawan yang sepadan dengan Zeed. Di daerah kota, kami menghadapi Mugendramon, Dark Master yang teritorialnya adalah memang di daerah situ. Dan kami hanya bisa lari dan akhirnya selalu tersudut.

Pertarungan Zeed melawan Mugendramon ternyata membuahkan kemenangan. Kami berhasil menjebaknya ke teritorial pegunungan dan menjatuhkannya ke dalam magma.

Zeed tampak semakin hebat, dia lalu mengajakku untuk menepati janjinya pada Whamon, mengalahkan MetalSeadramon. Di perjalanan menuju ke sana, ternyata kami mendapat jackpot. MetalSeadramon dan Pinokimon berkolaborasi ingin mengalahkan kami.

MetalGarurumon

Di saat-saat itu, Zeed yang pikirannya bukan lagi untuk menghindar melawan mereka berdua sekaligus. Saya tidak tahu ada apa, tetapi kali ini tag, crest, dan digivice itu bersinar lagi. Dan mengubah Zeed dalam bentuk MetalGarurumon.

Zeed dalam bentuk MetalGarurumon berhasil mengalahkan MetalSeadramon dan membuat Pinokimon lari ke hutan.

Pinokimon ternyata melapor kepada Piedmon bahwa Zeed sekarang sudah berada dalam bentuk tingkatan ‘Mega’ dan telah mengalahkan kedua Dark Master yang lain. Sepertinya mereka berdua kemudian berencana untuk membunuh kami sebelum kami mengacaukan rencana mereka.

Sekarang sepertinya saya dan Zeed sedang saling mencari dengan Pinokimon dan Piedmon. Akhirnya Piedmon membuat kesepakatan untuk bertarung di teritorial MetalSeadramon dahulu. Dia memberitahu kami melalui ‘Airdramon‘ yang dia kirim untuk mencari kami.

Hari pertarungan itu pun dimulai. Perjanjian adalah kami akan melawan Piedmon dan Pinokimon, ternyata itu adalah akal bulus Piedmon saja. Piedmon  kemudian membangkitkan MetalSeadramon dari lautan dan Mugendramon dari magma. Entah darimana dia mempunyai kekuatan seperti itu.

Empat lawan satu. Jelas Zeed tidak bisa menang. Saya hanya bisa menyaksikan Zeed yang selama ini begitu cepat harus kalah tarung dari Dark Master itu.

ZeedGarurumon

Zeed terluka dan keseimbangan dunia digital telah goyah. Piedmon merencanakan untuk menghancurkan seluruh dunia digital dan kami secara bersamaan. Tidak sanggup kumelihatnya. Saya berharap dia akan ber-digivolusi sekali lagi, dan ternyata harapan itu terkabul Zeed berubah menjadi bentuk ZeedGarurumon dan menghabisi mereka satu per satu.

Dunia digital pun runtuh. Portal kembali ke dunia manusia terbuka. Zeed membawaku di punggungnya menuju ke portal itu. Zeed menghilang dan saya tidak sadarkan diri.

***

Saya terbangun di depan komputer sambil duduk. Komputerku berasap. Ah, sepertinya saya merindukan saat-saat itu, saat-saat bersama Zeed.

Ahh… ini hanya khayalan saja… dan sepertinya ini sudah berlebihan… 🙂

————————————————————————————————————————
Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Anniversary di blog Aul

NB: Sumber gambar langsung diklik di gambarnya saja

Iklan

34 thoughts on “Andai bisa ke Dunia Digimon

  1. @Abed Saragih : Yang saya suka itu ceritanya waktu Digimon Adventure.

    @Ely Meyer : Iya sih mbak… tapi ini ‘kan hanya khayalan anak-anak semata…

    @Gandi R. Fauzi : Saya suka banget…. Hehehehe… Game Digimon yang pernah saya mainkan juga tidak banyak kok, dan saya tidak begitu suka cara mainnya.

    @Ditter : Andaikan Digimon dulu tayangnya bukan hari Minggu, pasti saya juga bakalan gak pernah nonton. Cerita di atas itu hanya cerita khayalan didasarkan pada cerita di digimon adventure.

    @Yisha : Kalau Digimon Adventure saya suka Yamato, Digimon Adventure 02 saya juga suka Ken, Digimon Tamers saya sukanya Takato, Digimon Frontier saya sukanya Koichi, Digimon Data Squad tidak ada yang saya suka pemainnya, dan seterusnya juga sudah tidak ada lagi. 🙂

  2. Kalo saya sih gak terlalu suka berimajinasi ke dunia anime seperti Digimon atau Pokemon. Apa pasal? Saya bingung sendiri, mau membayangkan diri saya yang menjadi wujud anime alias kartun, atau saya membayangkan digimon dan pokemon dalam bentuk nyata? 😀 Oh, bagi saya itu nggak keren, gak cool banget. Pokemon yang imut dan menggemaskan dalam dunia nyata? Mau jadi apa? 😆

    Nah, saya paling sering tuh berimajinasi ke dunia novel “The Lord of The Ring”, dunia “Middle-earth”. 😀
    Gila deh, itu fantasi paling mendebarkan yang pernah saya pikirkan. Saya ngebayangin saya tinggal bersama kaum Rohirrim, kaum yang jago berkuda. Pernah nonton film Lord of The Ring, ‘kan? Di film-nya yang kedua dan ketiga, ada daerah Rohan, yang pasukannya berkuda. Nah, Rohirrim itu nama kaum asli yang tinggal di tanah Rohan. Mereka adalah penggembala dan petani yang terkenal dengan kuda2 dan kavalerinya. 🙂

    Kenapa saya ngebayangin tinggal di Rohan, bukan di Gondor, bukan menjadi Hobbit, atau bahkan bukan membayangkan jadi seorang Elf? Karena saya sejak kecil (pas main game bergenre “real-time strategy” semacam “Warhammer: Dark Omen” atau “Age of Empire II”) selalu menganggap pasukan berkuda alias kavaleri itu keren! 😀 Ya, pasukan yang menunggangi kuda, dengan armor tubuh lengkap, tameng bundar di samping kuda, senjata panah di punggung, dan menggenggam tombak, itu semua bagi saya keren! 😀

    Jadi, karena di dunia sebenarnya saya belum pernah menunggangi kuda sama sekali, saya cuma bisa ngebayangin aja deh. 😳 Belum lagi saya membayangkan berperang dengan menunggang kuda. Sulit, mematikan, tapi tampak keren! 😳

  3. @Mila : Oh, iya. Gmana rasanya? Asik ‘kan?
    @Asop : Oh, artinya Mas Asop ini orangnya realistis (beda dengan saya). Kalau dipikir-pikir tentang kenapa Mas Asop tidak main ke dunia Pokemon atau Digimon, kayaknya saya sepakat juga tentang itu. Tapinya, soal khayalan kayak di Lord of The Ring itu menurut saya tidak semenarik digimon-digimon yang punya kuku-kuku dan tangan-tangan yang besar dan lebay (saya tidak menganggap mereka lucu, sebenarnya). Menurut saya itu gagah sekali. Saya sih cukup membayangkan MetalGarurumon saja yang bisa ditunggangi, punya Missile, punya Laser cannon, punya cakar besar, punya blade di sayap dan ekornya, bisa bergerak lincah, dan … wah… kelihatannya gagah sekali. Bayangan saya kalau MetalGarurumon itu benar-benar ada, saya akan melawan mobil-mobil perang yang terbuat dari baja, pokoknya perang. Hehehehe…
    Eniwey kalau soal ‘Middle-Earth’, kavaleri memang yang paling gagah…

    • Hehehe, memang begitu selera saya. 😆

      Eh tapi saya dulu waktu masih main PSX saya mainin Digimon World yang pertama lho. 😀 Saya ama dua temen SD saya suka banget mainin itu. Juga Digimon 3, yang formatnya kayak RPG banget, ada random encounter.
      Jaman saya SD dulu, saya sukanya beli kartu Digimon yang dijual ama penjual mainan di depan sekolah. Kalo gak dibuat main “kartu jagoan” ya saya koleksi. 😀
      Terus, saya dulu setiap hari minggu gak mau diajak keluar rumah sebelum acara kartun di Indosiar kelar. Dari jam 6 pagi sampe jam 10 atau jam 11 siang kalo gak salah. Salah satunya ada anime Digimon, mungkin sekitar jam 9 atau 8. 😀 Saya suka banget tuh ngikutin tiap hari minggu. 🙂
      Terus pas saya SMP kelas 1, saya lagi jalan2 di mall di Surabaya (lupa tepatnya di mana), saya ngelihat ada stan yang ngejual VCD original Pokemon ama Digimon. 😀 Udah deh saya lupa diri, saya merengek-rengek minta dibelikan ke ortu saya. Akhirnya, setiap minggu beli bertahap. :mrgreen: Memang akhirnya saya gak punya semua episode, tapi saya punya cukup banyak VCD-nya hingga sekarang. Ada di Surabaya. 🙂

  4. ohohoho… sama dong…
    Sayangnya waktu saya kecil orangtua saya melarang keras anak-anaknya untuk berhubungan dengan game, begitu pula dengan yang namanya permainan ‘kartu’… Jadi televisi adalah sarana satu-satunya untuk memuaskan hasrat digifans-ku… Hehehe… memori di kepalaku yang tersimpan ini hanya sebatas tentang filem yang pernah saya tonton… hehehe…

  5. wah mas fal sukanya sama takuya n garurumon ya.. 😀 kalo aku sukanya sama takeru.. digivice-nya lebih suka serial keduanya, yang mirip walkie-talkie itu..hehe.. mangaka jepang emang jago banget bikin gambar gadget2 yang keren dan terkesan real. 😀

    Falzart Plain:
    Takuya Kanubara itu di Digimon Frontier, Kalau di digimon pertama yang saya suka itu Yamato… 🙂
    Kalau soal digivice, saya lebih suka yang punya digimon tamer (season 3)

    • yo podo gilaaaaaa digimon kang…….
      yo bien aku seneng nonton digimon. . . . .
      seru tenan. . . . .
      krn wes entek filem me yo ora nntn meneh lah. . . . .
      ku seneng tu liat palmon dan togemon, imut dan lucu
      ha ha ha. . . . . .

      Falzart Plain:
      Palmon dan Togemon, ya… kalau Togemon menurut saya lucu sih :-D, eh, maksudnya imut. Itu Digimon level Champion yang lumayan imut. Tapi kalau Palmon itu agak sedikit ‘keren’ menurut saya. Kesan imutnya agak kurang. 🙂

  6. itu baru lucu palmon. . . . . . . . . .
    apa lagi liat togemon ngeluarin jarum beracunnya, , , , , ,
    itu baru lebih lucu. . . . . .
    expressinya bagaimana gtuuuuuuu
    ha ha ha

    Falzart Plain:
    Togemon lucu… hmmm… tepatnya imut… 😆
    Kalau palmon… hmm… menurut saya lebih kelihatan sensasi kerennya… 😀 <– ngotot

  7. Kalo punyanya Daichi namanya apaan ya? <— digimon adventure
    aku lupa,, udah lama banget tuh…

    tapi aku masih ingat lirik soundtracknya dalam bahasa Indonesia, yes..yes..yes..
    #bangga 🙂

    Falzart Plain:
    Daichi punya mulai dari Botamon, Koromon, Agumon, Greymon, MetalGreymon, WarGreymon.
    Yap. saya juga masih hapal… 😀

  8. Awal masuk ke dunianya kok mirip Game digimon di Nitendo Ds? terinspirasi ya?

    Falzart Plain:
    Soalnya kalau dibikinnya mirip yang di filem, itu agak sedikit susah… 🙂

  9. Aku pernah berhayal jima masuk ke dunia digimon kayanya seru ,dan aku pernah berharap agar keajaiban bisa datang supaya aku bisa masuk ke dunia digimon ,, aduhhhhhhhhhhhhhhhh jadi pengen nonton film digimon nih 🙂

    Falzart Plain:
    Whahahaha…. sama… 😀

  10. aduh lebih kasihan aku,baru lahir digimon yg pertama uda tamat,kenapa indosiar gak stel ulang digimon dari awal lagi ya?padahal dragon ball di ulang dari awal lagi,huf.
    tidak adiiiiiillll….

  11. oh iya soal ke inginan msk ke dlm dunia digital..,pengennya bersama teman2,dan menyelamatkan dunia digital,hehehe…
    oh iya tetap pada pertanyaan pertama,kenapaaaa…..?T_T
    terpuruk sedih,dan menyesal kenapa pas bayi gk nonton digimon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s