Diary: HP-ku, Timer-ku

Sebelum masalah manajemen waktu saya bertambah kronis, saya menggunakan alarm HP sebagai timer. Dan ini GILA!
ini hape saya. SAMSUNG GT-E1080F, fungsi utama saat ini: 'timer'

Ya, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, ini yang jadi timernya. Contohnya, pas bangun, langsung pasang alarm 15 menit setelahnya, kalau alarm bunyi harus sudah gosok gigi, cuci muka, dan rapikan tempat tidur. Terus, pasang timer sholat shubuh, dan seterusnya. Merepotkan tapi seru.

Tapi, seperti yang hal lainnya, apapun itu, semuanya pasti punya masalah. Masalahnya adalah: saya orang yang terlalu sering melanggar. Ya, tapi tetap saja seru kalau kejar-kejaran dengan waktu.

Sekedar curcol: HP saya itu saya beli waktu hape saya sebelumnya hilang diambil orang. Dan pada saat itu, saya jadi tidak ingin membeli hape yang mahal. Waktu saya beli itu, saya bilang sama penjualnya begini:

Saya: Ada hape?

Penjual: Yang harga berapa?

Saya: Yang paling murah.

Penjual: Maunya yang bisa apa saja?

Saya: Yang bisa dipakai menelpon dan sms.

***

Ya, untungnya hape saya juga punya fasilitas alarm. Hehehehe….

<<Previous Diary<<

>>Next Diary>>

NB: Sumber gambar langsung klik di gambarnya saja.

Iklan

15 thoughts on “Diary: HP-ku, Timer-ku

  1. Yang penting bisa nelpon sama sms. Yup dulu saya juga berprinsip seperti itu kalo urusan hp.
    Tapi dulu saya juga bermimpi punya kamera yang terkoneksi secara wireless dengan laptop, dan laptop tersebut juga terkoneksi ecara wireless dengan internet. Sehingga saya bisa memotret suatu kejadian yang mungkin sangat penting dan bisa langsung dikirim via internet ke sejumlah teman.
    Dengan adanya hp yang bisa memotret dan bisa internet, saya tidak perlu bermimpi lagi. 🙂

  2. @Ely Meyer : Waker nggak mempan kalau saya, Mbak… Tangan saya sudah diprogram secara otomatis untuk mematikannya dari dalam alam bawah sadar. Jadi kalau pagi-pagi itu biasanya HP tidak berfungsi. HP berfungsi setelah saya buka mata… Hehehehe…

    @onesetia82 : saya begitu juga kalau kecapaian, mas… Hehehehe….

    @nandobase : saya juga pernah punya hape semacam itu tapi yang versi C*na, dan…. baru 3 bulan sudah rusak… setelahnya saya cuma mau hape yang bisa dipake nelpon dan sms saja…

    @ibonobi : kalau begitu setelah ini saya akan menyinggung Anda lebih dari sebelumnya… Huahahahahaha (*ketawasetan)

    @Irfan Handi : saya punya kenalan yang lebih parah: karena mau ganti hape, dia pinjamkan hapenya ke anaknya yang masih kecil dengan harapan supaya rusak dan ganti baru.

    @Budiman Firdaus : saya tidak pernah pakai hape dua, satu saja urusnya susah… Hehehe… lagipula kalau punya dua orang bakalan bingung mau hubungi kita bagaimana

    @bensdoing : iya ya… dulu waktu bulan puasa itu adalah fasilitas hape yang paling saya sukai (menantikan adzan magrib)

    @yisha : siiip juga!

    @tuaffi : makanya seru… 🙂

    @rangtalu : kalau hape semacam itu… aduh… saya nggak pernah lihat. Setahu saya hape semacam itu masih dalam penelitian. (*soktahu)_

    @Gandi R. Fauzi : Time traveller? Saya mau deh… hehehehe….

    @misstitisari : Saya juga begitu [dulu], tapi karena itu juga otomatisasi tanganku mematikan alarm semakin tangguh… Hehehehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s