Diary: Banyak Pikiran

Sepertinya, sudah hampir sepekan saya tidak tulis diary. Ah, sepertinya terlalu lama, ya? Sebenarnya saya sibuk. Eh, maksud saya, saya tidak sibuk, pikiran saya saja yang sedang sibuk. Sibuk karena macam-macam hal. Hehehe… entah kenapa meskipun sudah hampir kepala tiga, saya masih saja tidak bisa mengendalikan pikiranku yang suka sekali wandering. Sudahlah, di postingan ini saya hanya mau sedikit cerita tentang ke mana saja pikiranku berkelana selama beberapa hari ini.

Banyak pikiran tapi nganggur, blog jadi seperti rumah kosong. Hiii…

Yup. Kita mulai. Mulai dari mana, ya? Oh, kebingungan ini mulai dari postingan yang satu ini kemudian berlanjut ke yang satu itu dan ketika ada komentar yang ini semuanya menjadi semakin kalut. Hehe… Intinya, saya sedang berpikir membuat game lagi tapi tentang digimon, pikiran lain adalah membuat postingan tentang Ken, pemeran di Digimon Adventure 02, tapi jujur ya, … yang saya pikirkan bukan tentang itu saja.

Persoalan game, saya terkendala di model yang tidak proporsional, motion yang kacau, script action yang masih bingung, plot cerita yang baru ada di kepala saja, dan banyak hal yang lainnya. Mungkin saya harus bertapa satu bulan hanya untuk bereksperimen dengan metode ‘trial and error’ lagi. Aduduh…

Soal kisahnya Ken, sepertinya sudah hampir selesai, tapi seperti perkataan saya di komentar yang tadi, itu tidak akan menjadi postingan yang begitu bagus. Ya, saya baru sadar akhir-akhir ini bahwa ternyata saya ini bukan orang yang pintar menulis, saya hanya suka asal menulis saja.

Kemudian, pikiran lain adalah soal akademik. Tidak terasa sudah hampir akhir tahun. Ujian super remedial akan diadakan awal bulan depan (Januari). Siapkah saya? Siapkah, sementara saya belum sama sekali menyentuh textbook yang tebalnya setara dengan bantal itu sama sekali? Ohohoho… saya yakin sekali saya akan menambah waktu bertapa saya menjadi dua bulan kalau begini ceritanya.

Pikiran lain adalah karena saya sedang berusaha melakukan Lucid Dreaming,  dan ternyata susah sekali. Saya harus berulang kali ketindisan (sleep paralysis) dan tetap belum berhasil memasuki alam mimpi dengan ber-Lucid Dreaming. Mau tahu apa itu Lucid Dreaming? Googling aja, ya.

Pikiran lainnya lagi. Mau tahu? Soal cinta. Hehehe… entah kenapa saya jadi agak galau lagi. Saya jadi harus susah payah berusaha khusyuk di semua kegiatan saya, utamanya kalau sedang sholat. Seperti kata Baginda Rasulullah Muhammad S.A.W yang saya lupa riwayatnya apa dan redaksinya bagaimana, tapi yang saya tangkap bahwa ‘mi’raj-nya seorang muslim adalah di setiap sholatnya’ dan karena setiap saya sholat artinya saya mi’raj (berhadapan dengan Tuhan), maka pikiran saya tidak boleh saya layangkan ke mana-mana selain kepada Allah, dan hal itu paling sulit ketika orang jatuh cinta kepada manusia. Kalau ada yang mau penuntun sholat khusyuk, coba baca di sini soalnya sumber aslinya saya sudah tidak bisa lacak lagi.
(NB: Saya sama sekali tidak berubah rupanya)

Pikiran yang lainnya lagi adalah tentang Yudisium dan Wisuda. Ini hal yang paling mengerikan buatku. Kapankah diriku bisa melalui prosesi itu? Terlambat berperiode-periode itu bukan hal yang menyenangkan. Dan… saya tidak yakin setelah melalui prosesi itu saya akan se-enjoy posisiku sekarang karena setelah itu saya harus menghadapi yang namanya Kepaniteraan Klinik. Ohohohoho…. Sekedar informasi kalau teman-teman saya yang ‘menyusul’ teman-teman yang tepat waktu selesainya, sudah di-Yudisium kemarin dan akan di-Wisuda tanggal 28 Desember ini, sementara saya sendiri masih KKN. (*plok-plok-plok…-standing applause, bikin iri saja…. Tunggu saya menyusul, tapi … entah kapan.)

Masih ada lagi yang perlu saya pikirkan. Tahu tidak apa itu? Itu adalah tentang amanah yang saya emban. Saya masih jadi Steering Committee di acara yang namanya Pendidikan Lanjutan XI, tapi sama sekali saya belum ada kontribusi. Amanah di rumah sebagai seorang anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Amanah dari sendiri untuk melakukan ini dan itu. Amanah dari … dari mana-mana saja, pokoknya. Dan saya yakin waktu 24 jam sehari itu sudah tidak cukup lagi.

Banyak pikiran ternyata membuat tidak produktif, buktinya kebanyakan waktu saya dipakai buat nganggur. Sepertinya tahun depan saya harus membuat resolusi, resolusi yang harus terwujud sebelum saya kepala tiga. Ah, waktu saya tidak banyak. Saya harus segera beranjak dari tempat duduk saya dan melakukan yang bisa saya lakukan. Setidaknya saya harus siap-siap pergi ke masjid dulu buat Jumatan, sekarang ‘kan hari Jumat.

Ya, tapi sampai sekarang saya masih penasaran sebenarnya pikiran mana di antara pikiran-pikiran di atas itu yang paling menghabiskan energi saya sampai nganggur begini. Pikiran yang mana, ya?

<<Previous Diary<<

>>Next Diary>>

NB: Sumber gambar langsung klik di gambarnya saja.

Iklan

12 thoughts on “Diary: Banyak Pikiran

  1. @Ibnu Muslich CH : Kalau saya sebisanya harus posting… 🙂
    @Dhenok Habibie : saya bingung soalnya… posting itu juga makan pikiran… eniwey, Makasih…
    @misstitisari : yup… tepat sekali… eniwey itu bukan gambar rumah saya lhooo…
    @bensdoing : oh, saya baru tahu apa artinya ‘cogito ergo sum’
    @Gandi R. Fauzi : saya sudah menduga Mas Gamdi akan tertarik pada pikiran yang ini…. Hehehehe… Saya sebenarnya mau A.P sekalian, tapi LD saja belum bisa. Lagipula saya ngeri dengan AP, takutnya seperti di filem ‘incidious’
    @ibonobi : yup… soalnya sekarang kita sedang beda dunia… Aduh, gak kebayang kalau nanti saya di pendidikan klinik…
    @Ely Meyer : iya, pastinya saya yang paling tahu… hehehehe…
    @HaKim : OK, sepakat kan? 😀
    @sulunglahitani : ehehehe… ternyata Mas Sulung paling menyoroti soal pikiran itu…. artinya…. (*soksokngetesoranglain)
    @gunawank : karcis? aduh… bertambah satu beban pikiran lagi…
    @Aditya Eka Prawira : oh, artinya saya manusia ya? hehehehe… Alhamdulillah ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s