Diary: Refreshing

Aduh, saya mau refreshing. Eh, ini icon refresh atau icon recycle, ya?

Saya capek..

Refreshing ah…

Bagaimana refreshing itu?

Soalnya, saya tidak pernah merasa lebih baik bahkan setelah refereshing.

Aduh ….

Bagaimana?

Nulis postingan saja deh…

Sebenarnya istilah refreshing itu tidak selamanya me-refresh saya, karena saya selalu berpikir kalau refreshing itu menghabiskan energi. Bahkan mounteneering itu sepertinya bukan refreshing. Huh.

Dihadapkan pada dilema lelaki labil, ternyata membuat saya kewalahan sendiri. Entah mengapa saya jadi egois, entah mengapa saya jadi lebih malas dari sebelumnya, entah mengapa saya jadi suka wandering tidak jelas, entah mengapa saya tidak menikmati hidup padahal sebenarnya saya sedang menikmatinya, entah kenapa. Dan entah kenapa juga semua wejangan yang dihadirkan di kepalaku tidak ada yang terwujud dalam sikapku, bakhan itu membuat saya kesal dan semakin bobrok.

Ah, mungkin tidak ada yang tahu apa yang terjadi di dalam sini, tetapi gejolak perlawanan si hitam pendendam melawan si merah emosional tidak berhasil lagi dibendung oleh si hijau yang bijak. Huh, entah kenapa sisi-sisi diri saya berwarna seperti bendera Palestina, kurang warna putih saja.

Sudah selesai. :mrgreen:

Ini curhatan yang aneh bukan? Tujuannya memang bukan untuk membuat pembaca mengerti tentang apa yang saya bicarakan sih, ini hanya bertujuan seperti judulnya : refreshing. Saya sedang banyak pikiran. dan menulis seperti ini, tanpa berpikir sedikit pun membuat saya refreshing

<<Previous Diary<<

>>Next Diary>>

NB: Sumber gambar langsung klik di gambarnya saja.

Iklan

12 thoughts on “Diary: Refreshing

  1. @Evi : aduh Uni, sekarang saya akui: saya sedang Galau seperti pada postingan saya yang ini, hehehehe…
    @Ichaawe : Yup… tepat sekali Mbak…
    @bensdoing : iya, ada pasang surut memang sih Mas, tetapi itu menunjukkan suatu ketidakstabilan, dan menurut saya itu tidak baik…. πŸ™‚
    @Ditter : iya, tulisan ini ngefek dengan saya…
    @muamdisini : sudah kok… πŸ™‚

  2. menurut saya refreshing itu sangat diperlukan..kenapa?
    pernah dengar cerita penebang pohong yang seharian menebang pohon tanpa istirahat, namun pohon yang di tebang tidak bertambah?

    Ternyata solusinya adalah berhenti sejenak untuk mengasah kapak yang digunakan sehari2 πŸ™‚ take time off, make life banace πŸ™‚

    Falzart: Hehehe… it’s right!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s