Diary: Resolusi Tahun Depan

Sebuah Resolusi yang masih di dalam peti

Sudah mau 2012. Sebenarnya saya ingin bergalau ria lebih lama lagi, tapi berhubung ternyata saya sudah refreshing di postingan sebelumnya, saya sudah merasa lebih segar sekarang πŸ™‚ . Ya, jadi biarlah si Merah bergalau di tempat bergalaunya yang sudah saya siapkan, biarlah si Hitam menyimpan obsesi dan dendam-dendamnya yang selalu memotivasi dalam diam saja, dan biarlah si Hijau menasehati saya ketika saya membutuhkannya. Dan biarlah si Putih menciptakan resolusinya menjawab tantangan takdir.

Postingan kali ini, saya mau membahas tentang resolusi tahun depan setelah membaca postingan freshly pressed di sini. Jadi, sederhana saja ya, seperti saya yang selalu sederhana (*saya-tolong-jangan-dijitak).. OK, ayo mulai.

Jadi, mulai dari how to make and keep a good resolution:

  1. Tentukan Tujuan. Banyak orang gagal karena membuat tujuan yang terlalu umum, jadi buatlah yang lebih khusus dan lebih realistis. Misalnya begini:
    • Saya mau meningkatkan kualitas fisik saya, saya harus berlari 200 keliling kampus dalam setahun.
    • Saya mau banyak tahu, setidaknya saya harus sudah membaca 3 jilid buku IPD (Ilmu Penyakit Dalam) dalam satu tahun.
    • Saya harus mulai menghapal lagi, saya harus menghapal dua juz lagi tahun depan.
    • Saya harus sudah selesai pendidikan preklinik tahun depan, saya harus pelajari semua mata kuliah tertinggal saya
    • Dan lain-lain…
  2. Buat titik perhentian. Tahu yang namanya Check Point? Kalau main game tidak langsung lawan boss, ‘kan? Pasti lewat check point dulu. Buat apa? Ya, buat perhentian sementara. Misalnya, kalau harus membaca buku IPD tiga jilid dalam satu tahun, berarti dalam satu bulan, saya harus sudah membaca seperempat jilid, atau sekitar seribu halaman. Jadi dalam satu minggu saya harus membaca 250 halaman. (Eh, lho kok saya jadi tidak bersemangat ya?)
  3. Jangan takut minta tolong. Jangan remehkan ini, suatu hari kita akan temukan kalau kita tidak bisa melakukan sesuatu, dan saat itu kita perlu bantuan orang lain. Misalnya, saya harus membaca 250 halaman dalam sepekan. Terus, suatu hari saya tidak sempat membaca. Ya, saya minta teman saya menjelaskan dulu, biar nanti saya cocokkan. Atau kalau saya malas, saya minta teman saya untuk mengingatkan, atau semacam itulah. Intinya, saya harus tahu kemampuan saya untuk menyelesaikan target itu karena tidak selamanya kemampuan saya cukup dan tidak selamanya jugaΒ available.
  4. Buat resolusi bersama. Ini akan jadi lebih menyenangkan dan menyemangati, menghilangkan kegalauan yang mungkin muncul di tengah jalan, dan pokoknya enak deh. Kalau resolusinya misalnya menghabiskan IPD dalam satu tahun, coba cari teman yang punya resolusi yang sama, terus dikerjakan sama-sama. Ya, otomatis akan ada saling mengingatkan, saling menguatkan, dan saling-saling yang lainnya.
  5. Evaluasi hasilnya. Biarpun kita sudah hebat sekali dalam prosesnya, kita tidak tahu seberapa baik kemajuan kita kalau tidak diuji. Maka ujilah, buat checklist, atau apalah untuk memastikan tujuan kita tercapai.

Resolusi saya ada di point satu. Hehehe… ada yang mau bekerjasama dengan saya dalam hal resolusi? Misalnya temani saya lari keliling kampus atau temani saya belajar IPD atau temani saya menghapal atau… ? Hehehe…

<<Previous Diary<<

>>Next Diary>>

NB: Sumber gambar langsung klik di gambarnya saja.

Iklan

34 thoughts on “Diary: Resolusi Tahun Depan

  1. wah …. aku juga ingin lho belajar lari , sampai skrg nggak terwujud *ketahuanmalasnya* πŸ˜€ …… lebih suka bersepeda πŸ˜€ , thnΒ΄llau sdh mulai belajar cuma bertahan beberapa minggu 😦

    Falzart Plain:
    Kalau saya Mbak, justru terhenti dari rajin lari ke stagnansi dalam kandang…. Hehehehe… makanya saya harus berusaha kembali ke kebiasaan itu…

  2. hehe, masih belum ngeh mas.. mas kuliah ambil jurusan apa?? berbau kesehatan yaa kok sampe mo baca buku IPD segala

    Falzart Plain:
    Ooo, nggak ngeh, ya? Kenapa memangnya, Dhe? Apa ada yang salah dengan IPD? Hehehhe… Ya, tidak ada yang salah ‘kan… Semua orang bisa beli buku IPD dan baca habis. Kebetulan saya ada buku IPD di rumah, dan obsesi saya yang tidak kesampaian dari tahun lalu adalah membaca habis buku-buku itu. ‘Kan sayang buku semacam itu ada saja tapi tidak dibaca, bisa-bisa nanti dianggap artefak peninggalan purbakala. πŸ˜†

  3. Maz Falz, aku mau nemanin dirimu lari keliling kampus tapi lutut sdh sakit, pengen nemenin baca buku IPD tapi konsentrasi sdh tak memungkinkan, nemanin menghapalkan juga sdh tak mungkin karena saya mulai pikun. Jadi saya bantuin dengan doa saja yah, biar apapun resolusi atau yang dicita-citakan terkabul. Amin πŸ™‚

    Falzart Plain:
    Makasih doanya…

  4. yuk yuk ditemenin ngapalin Al-Qur’an-nya *yakin Ti, yakin? ntar males lagi ujungujungnya*

    Falzart Plain:
    Ya, semua orang bakalan malas kalau tidak punya keinginan kuat, atau tidak punya teman yang bisa diajak kerjasama yang punya tujuan yang sama. πŸ˜€

  5. yang paling atas sepertinya saya juga harus demikian, menghapal 2 jus panjang untuk tahun ini.
    Amin..
    Semoga resolusinya bisa terwujud ya, mas

    Falzart Plain:
    Semoga saja…
    Eh, ada juz yang panjang dan ada yang pendek juga ya? Setahu saya semua juz itu panjangnya 10 lembar, kecuali juz 30 (karena kebanyakan tulisan basmalah-nya kali ya?) Hehe.. Ayo menghapal sama-sama Mas…

  6. Resolusi Tahun depan ya Bang Falzart πŸ™‚ Hmmmmmm, Tahun depan ya? , Specifik?, *hmmmmm… Advancing My Carir and Education, of course make my relationship with my lovely good. πŸ˜€ susah ya bang, lum pernah bikin resolusi sebelumnya *hehehehe By The Way Nice Sharing Info nich Very nice post info ^.^ *sukses selalu bang

    Falzart Plain:
    Makasih doanya. Buatlah resolusi, Bang… Resolusi untuk dicapai supaya tahun besok lebih baik dari tahun kemarin… πŸ™‚

  7. semua berlomba2 bikin resolusi tahun baru, semoga bisa lebih baik kedepannya πŸ™‚

    bagus mas tulisannya, gag ikut ini : http://telkomspeedy.com/node/440

    [sy juga dpt info]

    Falzart Plain:
    Saya nggak tahu info itu… 😦
    Hehe… saya sudah ke lokasi barusan, terus baca kalau salah satu kriteria penilaiannya adalah berdasarkan jumlah komentar, entah kenapa kok saya kok jadi minder, ya? Hehe…

  8. Intinya sih ada niatnya dulu.
    Kalo udah, baru deh kita berusaha sambil berdoa.
    Urusan resolusinya tercapai atau tidak, ya Tuhan yang ngatur πŸ˜€
    Semoga aja resolusinya terkabul mas πŸ™‚

    Falzart Plain:
    Iya, makasih. Bener itu, yang menentukan itu ya Tuhan, kita hanya merencanakan dan mencoba…

  9. Mantap. Sob…. Saya juga mau bikin resolusi, ah. Tapi sebelumnya mau evaluasi kegagalan2 dan pencapaian2 di tahun 2011 ini, hehe…. πŸ™‚

    Falzart Plain:
    Iya, evaluasi itu juga penting. Setiap ada Planning, harus diakhiri dengan Evaluation dulu, baru buat Planning baru. Jangan sampai kesalahan yang sama terulang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s