Diary: Lupa Kalau Ternyata Belum Sarjana

Ternyata hal yang saya khawatirkan kemarin tidak terbukti. Laporan individu KKN yang konon deadline-nya harus dikumpul tanggal 5 Januari 2012 ternyata tidak jadi dikumpul tadi. Padahal saya tahu persis, semua teman KKN seangkatanku itu sudah kasak-kusuk tidak tidur bela-belain hanya untuk menyelesaikan laporannya. Ya, jangan tanya saya ya, soalnya saya lagi tidak mood untuk mengerjakan tugas semacam itu. Dan ternyata takdir dunia begitu baik hari ini padaku: laporan individu KKN tidak jadi dikumpul hari ini, maka ehem … temanku yang laporannya sudah selesai pun saya mintai copy-an laporannya. Dikasih pula. Hehehe…

Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa hari ini begitu pentingnya untuk mengumpulkan laporan KKN. Jawabannya adalah karena hari ini merupakan hari terakhir acara resmi KKN dengan diadakannya seminar akhir kelurahan. Berhubung ini adalah KKN istimewa, tidak ada seminar akhir kecamatan, sampai kelurahan saja. Ini artinya kalasi saya bertambah sempurna. Perfecto!

Kalasi kenapa? Begini, kalau tidak ada seminar kecamatan, artinya agenda normal KKN berkurang dua, yaitu seminar kecamatan dan seminar kabupaten, dan artinya tidak usah repot-repot menghadiri agenda seminar yang membosankan itu.

Nah, di tengah-tengah seminar kelurahan tadi, saya menemukan novel tipis yang judulnya “Jomblo Narsis” entah itu novel dari mana, saya temukan di laci meja. Selama seminar itu saya hampir membaca habis seluruh novel itu, padahal tinggal 15 halaman lagi dan voila, selesai. Tapi niat tidak kesampaian, saya tidak berhasil membacanya sampai halaman terakhir karena novel itu ternyata adalah milik teman yang duduk di samping saya, dan dia harus pulang segera dengan membawa novel itu. Padahal saya sudah trance oleh novel itu.

Sekedar catatan, kalau saya sedang trance oleh sesuatu (eh? emang kesurupan?) saya tidak bisa mendengar ataupun memperhatikan sesuatu yang lain. Tahu-tahu waktu cepat sekali berlalu dan jalan cerita cepat sekali mengalun di kepalaku. Mungkin ini sebabnya saya terlambat lulus sarjana sampai lama begini. Coba saya trance-nya kalau baca textbook, saya pasti akan jadi orang paling jenius seangkatanku, hemmm… (narsis, tolong jangan dipikirkan).

Sampai di kampus, saya pun berkomitmen untuk menyelesaikan laporan saya dulu baru deh, habis itu online (OL). Apa lagi yang kurang? Contoh laporan sudah ada, tinggal modifikasi nama, format, dan beberapa hal. Eh, ternyata oh ternyata, godaan OL itu begitu menggugah nafsu jemari. Jadilah saya OL, tapi orang awam bakalan kiranya sedang kerja laporan (multitasking). Tapi herannya yang mana yang prioritas, yang selesai yang mana juga (sudah bisa ditebak, ‘kan?).

Ehem, cerita kalasiometri hari ini berakhir dengan datangnya teman saya yang panik karena harus mengerjakan refarat (semacam pembahasan salah satu penyakit dengan referesi ke textbook, tugas rutin coass) sambil dikejar deadline. Dia satu angkatan dengan saya, bedanya dia sudah sarjana dan tengah menempuh kepaniteraan klinik (coass) untuk gelar dokter, saya sarjana saja belum. Jadi hal ini pun membuat saya introspeksi diri sesaat (hanya sesaat saja ya). Dia  kerja referat, saya laporan KKN saja belum buat. Maka saya harus … saya harus … harus … saya harus … harus … ya saya harus menyelesaikan postingan ini supaya bisa kembali mengerjakan laporan KKN-ku. :mrgreen:

<<Previous Diary<<

>>Next Diary>>

NB: Sumber gambar langsung klik di gambarnya saja.
Kalasi adalah: Baca postingan ini

Iklan

20 thoughts on “Diary: Lupa Kalau Ternyata Belum Sarjana

  1. Lebih cepat lebih baik……….!
    Kan keren kalau sudah sarjana. Paling tidak, gak usah seminar kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi dan saudara-saudaranya.
    Sukses selalu !

    Makasih telah mampir di http://gunawank.wordpress.com/2012/01/05/cimplo-makanan-khas-bulan-shafar/

    Falzart Plain:
    Hehe… keren tapi tetap harus lalui itu semua dulu baru bisa sarjana. Eniwey, saya tidak lalui itu karena memang tidak diagendakan untuk KKN saya kali ini.

  2. saya ketawa baca paragraf terakhir, kenapa instrospeksinya cuma sesaat hahahaha
    ayoo semangat dong!! kerjakan!

    btw mau tanya, jadi isi seminar kelurahannya apa Mas Fal? hihihi 😀

    Falzart Plain:
    Introspeksinya tidak boleh lama-lama, karena kalau kelamaan bisa depresi dan bisa-bisa posting ini tidak jadi dipublish. Begitcu lho!
    Mau tahu apa isi seminar kelurahannya? Apa ya? Seingat saya, Seminar Kelurahan dibuka, terus nemu novel, terus gak tahu gimana ceritanya, tau-tau Seminar Kelurahannya sudah selesai. Bukan salah saya dong kalau gak tahu isi seminarnya, soalnya seminarnya terlalu cepat berakhir sih. (eh?)

  3. ayo semangat mas bro ngerjain laporannya, biar cepet sarjana, nikmat loh wisuda itu 😛

    Falzart Plain:
    Wisuda memang nikmat kayaknya, tapi kalau dari proses kehidupan saya, saya akan berkali-kali diwisuda. Mungkin akan bosan, tapi sekarang memang belum pernah :mrgreen:. Makasih semangatnya!

  4. hehe…. saya jadi ingat dulu menyelesaikan S1 saja sampe 7 tahun….
    pada suatu hari ibu saya bertanya, “Kapan selesainya?”
    sungguh pertanyaan ibu yang pendek saja itu melecut semangat saya
    yang kuliah lamaaaaa dibandingkan teman2 seangkatan (karena saya kuliah sambil kerja –ah, ini hanya alasan kayaknya ya), akhirnya…. saking semangatnya: skripsi dari bab 1 hingga bab akhir, selesai dlm waktu 6 hari. langsung daftar munaqasah (ujian), dan alhamdulillah….lulus….

    semoga cerita singkat ini menambah semangat agan….

    Falzart Plain:
    Iya, makasih motivasinya Pak Ustadz. Mudah-mudahan saya bisa semangat lagi. 😀

  5. Ayo berjuang! Saya juga belum menyerah untuk segera keluar dari kampus ini…

    Tapi memang kok, dunia maya selalu menjadi godaan. Dunia maya itu teman, tapi sekaligus musuh, musuh yang kelihatan seperti teman, untuk kita yang ingin menyelesaikan tugas.
    Saya punya kebiasaan buka blog atau facebook dulu sebelum ngerjain tugas. Akhirnya malah keterusan. Semoga kebiasaan ini bisa segera dihentikan.

    Btw itu gambarnya bikin sendiri ya? Pakai Corel? Keren ya bisa bikin karakter sendiri kayak gitu. saya juga pengen…

    Falzart Plain:
    Kalau kebiasaan OL, saya nggak begitu. Saya buka tugas dulu, terus biasanya jadi nggak mood, terus OL. Kalau soal gambarnya saya buat sendiri, tapi bukan pake corel, bukan photoshop, karena saya hanya bisa pakai Flash. Hehehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s