Diary: Pagi yang Indah

Eh, tidak terasa sudah hari Selasa. Sebenarnya bisa banyak sekali yang bisa
diceritakan hari ini, tapi ternyata tidak ada yang begitu berkualitas dan bekesan untuk sekedar diceritakan secara sederhana oleh manusia yang menawan secara sederhana seperti saya ini. … Eh? … Kenapa? Ada yang aneh dengan kalimat barusan? Tidak ada? OK, jadi saya rasa memang tidak ada yang salah dengan kalimat itu. Pagi ini sangat menyenangkan hingga aya harus terbangun dari tidurku dan mendapati jam dinding berkhianat kepada alarm-ku.

Masya Allah, jam dinding terlihat menunjukkan angka satu. Sedemikian kesiangannya kah saya sampai bangun jam segini? Jadi, saya beranjak ke luar kamar dan mendapati matahari tersenyum manis dari balik jendela. Saya perhatikan senyuman matahari yang hangat itu, dan mengidentifikasi bahwa itu bukan cahaya matahari jam satu siang. Itu cahaya matahari sekitar jam delapanan. Dan benar saja, ternyata jam dinding kamar saya mati. Yang benar pagi itu adalah pukul tujuh. Memang, terlalu terlambat untuk sholat shubuh, tapi mau diapakan lagi. Saya tahu kalau “Assholatu ‘alaa Waqtihaa”, yang artinya sholat itu pada waktunya, tapi saya akan merasa bersalah sekali kalau tidak sholat shubuh.

Jam tujuh pagi dengan waktu sholat shubuh yang parah, apa hal pertama yang terpikirkan oleh seorang Falzart Plain? Tentu saja, laporan KKN. Kemarin kukatakan saya sudah selesaikan laporannya minus diprint dan dijilid. Ya, memang begitu. Akan tetapi, entah kenapa pikiran tentang laporan KKN yang meraja itu dikudeta oleh pikiran untuk nge-blog. Asik sekali kekacauan pikiran pagi itu. Kacau tapi asik.

Saya biasanya menghabiskan waktu sekitar tiga jam di depan laptop hanya untuk membalas komentar, blogwalking, dan posting kalau sempat. Akan tetapi, pagi tadi, tiga jam saja tidak cukup. I need extra time!!! Kenapa? Pertama: Koneksi internet saya di rumah sedang ber-akting seperti kura-kura rematik yang lagi keseleo seluruh persendiannya, buka halaman saja susaaaah. Kedua: Saya dua hari tidak balas komentar dan blogwalking, eh dua hari atau tiga ya? Pokoknya dalam waktu selama itu saya tidak sempat melakukan hal wajib itu, jadinya … flood of job. Ketiga: Saya masih punya pikiran lain yang harus diurus, salah satunya adalah Laporan KKN gila itu. Whaaa…

Sudahlah, kalau dipikir dengan sedikit lebih waras, seharusnya saya segera beranjak dari tempat duduk saya di depan laptop menuju ke kamar untuk mengambil printer, tapi apakah yang terjadi? Saya masih duduk diam di depan laptop. Padahal sisi lainku sudah ketakutan setengah mati kalau-kalau saya menunda mengeprint laporan itu. Biasa lah, kalasi. Kalasi kali ini jenisnya untuk diri sendiri. (Masih adakah yang belum tahu artinya kalasi?

Setelah puas, orgasme, atau apapun namanya itu. Saya pun mengambil printer. Ternyata, printer saya “Error 5200”, yang artinya saya harus meresetnya dengan cara jari menari di atas tombol printer, bukan keyboard. Ah, saya pernah mengalami masalah printer seperti ini sebelumnya jadi lega saja. Hal berikutnya yang jadi masalah dari printer ini adalah karena tinta warnanya habis dan di situlah kebodohan bermula.

Jujur, saya belum pernah mengisi ulang sendiri tinta warna di printer itu, jadi saya searching bagaimana caranya. Tapi, dasar sayanya yang bego atau internetnya yang tidak mendukung, saya bukannya cari video, saya malah cari teks dan gambar. Dan walhasil saya salah isi tinta printer. Yang cyan masuk di magenta, dan yang magenta masuk di magenta juga. Warnanya jadi kacau. Untung saya tidak tertukar ketiga-tiganya. Kalau iya bayangkan saja sendiri, yellow masuk ke magenta, magenta masuk ke cyan, cyan masuk ke yellow, kira-kira sekeren apa jadinya nanti?

Sudahlah, intinya pagi ini hal yang saya lakukan di depan laptop tidak ada yang beres. Kacau semua. Dan yang paling parah adalah karena saya merusakkan cartridge printer itu (sebagaimana kita ketahui bersama harga cartridge itu tidak murah). Untunglah setiap kali saya berniat kalasi selalu sukses. Laporan KKN ditunda pengumpulannya karena masih banyak teman KKN saya belum buat juga. Hahahaha… Saya bingung sebenarnya saya ini orang rajin atau orang malas, ya? Ataukah saya hanya seorang kalasionist biasa?

Sebenarnya masih banyak yang mau saya ceritakan, tapi saya sedang capek. Otot-otot saya rasanya mau meledak semua, sedang general weakness (artinya: kelemahan badan secara umum, bukan Jendral lemah, ya! OK?!) pasca mendaki tanpa didahului olahraga sebelumnya. Maaf kalau saya jadi cengeng kayak bencong, saya memang bukan orang gunung sih soalnya. Maaf juga kalau dalam postingan ini saya banyak salah kata, atau banyak menghina. Mudah-mudahan orang yang saya hina itu terhibur (lho?). Akhir kata, kurangnya mohon dimaafkan, lebihnya mohon dikembalikan, utangnya tolong dibayarkan. Assalamualaikum… Mudah-mudahan hari kalian tidak seperti hari saya hari ini.

Iklan

9 thoughts on “Diary: Pagi yang Indah

  1. Saya sering mengalami hari seperti itu… Tapi saya salut sama mas Falzart, meskipun segalanya pada kacau tapi masih melihat pagi itu indah πŸ™‚

    Lucu tuh kata-kata: Koneksi internet kayak kura-kura tua rematik yang keseleo persendiannya πŸ˜† Sama kayak punya saya 😦

    Falzart Plain:
    Lucu, ya? Hehehe… saya pernah dengar kata-kata macam ini sebelumnya entah di mana, terus saya pake deh di postingan ini…

  2. kok saya malah jd merasa jahat yah, baca tulisan ini sambil senyumsenyum ngebayangin pagi yang kacau balau itu hihihi
    beruntung sekali Fal laporan KKNnya lagi2 ditunda pengumpulannya πŸ˜€

    Falzart Plain:
    Gak jahat kok… Saya memang mau bikin orang ketawa aja… πŸ˜†

  3. inet sya juga lagi ‘slow motion’ sob….makanya sya biasa buka bbrp tab biar ngga boring nunggunya:D
    btw sholat subuhnya lagi ‘over-time’ ya πŸ˜€

    Falzart Plain:
    Iya nih… Kalau saya biar buka tab baru, tetap saja lambat, malah kayaknya kecepatan koneksinya dibagi-bagi tiap tab. Aneh…

  4. yap, kalasi artinya apa sob? aku ngga tauuuu hiks!!!

    Falzart Plain:
    πŸ˜† coba saja search di blog saya ini pakai kata KALASI, saya sering sekali menggunakan kata ini. Artinya kurang lebih seperti malas-malasan, curang, memanfaatkan orang lain, ambil kesempatan yang merugikan orang lain, malas kerja, ngeles, dan sebagainya.

  5. wew … kejadian nya tragis dan berkesinambugan, kalau terjadi sering seperti itu setiap hari dapat dipastikan anda akan mengalami sindrome kalang kabut, hehehe,,,
    masalah utang bayar sendiri dong πŸ˜‰

    Falzart Plain:
    Sindroma kalang kabut itu kalau sudah biasa kan tidak jadi masalah, Mas… Hehehehe…
    Tapi kurangnya dimaafkan, ya? Lebihnya kembalikan juga… Hehehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s