Diary: Efek Lagu…

#1

Denting piano kala jemari menari
Nada merambat pelan di kesunyian malam
Saat datang rintik hujan bersama sebuah bayang
Yang pernah terlupakan

#2

Setiap waktu engkau tersenyum
Sudut matamu memancarkan rasa
Keresahan yang terbenam
Kerinduan yang tertahan
Duka dalam yang tersembunyi
Jauh di lubuk hati
Kata-katamu riuh mengalir bagai gerimis

Aduh-aduh… Biasanya saya tidak suka dengan lagu, kecuali kalau lagi galau. Saya tidak begitu paham, apakah orang galau juga suka menyanyikan lagu lama atau justru lagu cinta seperti yang pernah saya tulis di sini. Hehehe… anehnya, sekarang saya suka kedua lagu di atas itu, tapi sukanya di bagian awal saja, kalau sudah masuk di reff-nya entah kok jadi lain rasanya. Yang pertama itu, lirik lagunya Iwan Fals, Yang Terlupakan, terus yang kedua itu lirik lagunya Ebiet G. Ade, Kupu-kupu Kertas. Sejujurnya saya nggak begitu hapal jelas lagu-lagu mereka, hanya saja kebetulan saya dengar, terus saya tertarik.

Segala sesuatu itu punya efek. Termasuk kedua lagu itu. Efeknya ada yang baik ada yang buruk. Contoh efeknya yang baik adalah bikin saya bersemangat dan sedikit lebih peka terhadap sekitar saya, mengurangi kelembaman ala kalasi yang biasanya saya lakukan, dan semacam itulah. Intinya saya merasa lebih enak bergerak untuk ngapa-ngapain. Efek buruknya adalah menghilangkan hapalanku. Whaaa…

Saya sadar waktu sholat, terus mau baca surah yang sedikit panjang di juz terakhir. Pas hampir selesai baca surahnya, tiba-tiba saya ‘blank’. Lupa lanjutannya. Ini sudah beberapa kali terjadi. Sepertinya memang menyanyi itu punya efek terhadap hapalan. Saya sebenarnya punya ide lain, sih. Idenya adalah menjadikan bacaan hapalan itu menggantikan lagu-lagu tidak terlalu penting yang seperti tadi. Tapi, setelah saya pikir lebih lanjut, masa sih ayat suci diperlakukan seperti itu? Kalau lagu tertukar-tukar liriknya nggak masalah, kalau ayat yang tertukar-tukar? Kan bisa lain artinya, malah jadi dosa.

Masalah nih namanya. Untuk masalah efek buruk, sepertinya saya harus sering-sering refresh hapalan deh. ~Adududuh… malas…~. Terus, saya mau tahu, apa persamaan kedua lagu di atas di awal-awal lagunya? Iramanya kah? Nadanya kah? Maknanya kah? Adakah lagu-lagu lain yang seperti itu juga? Siapa tahu saya suka dengarnya.

Eh, tunggu dulu. Hapalan hilang ini efek lagu atau efek dosa nih? Masih ragu juga. Kalau ini efek lagu, artinya saya harus stop bersenandung ria. Ini bakalan jadi hipotesis pertama, tapi setahu saya musik itu memang punya efek menghilangkan hapalan.

Ibnu Qoyyim:

“Sungguh nyanyian dapat memalingkan hati seseorang dari memahami, merenungkan dan mengamalkan isi Al Qur’an. Ingatlah, Al Qur’an dan nyanyian selamanya tidaklah mungkin bersatu dalam satu hati karena keduanya itu saling bertolak belakang. Al Quran melarang kita untuk mengikuti hawa nafsu, Al Qur’an memerintahkan kita untuk menjaga kehormatan diri dan menjauhi berbagai bentuk syahwat yang menggoda jiwa. Al Qur’an memerintahkan untuk menjauhi sebab-sebab seseorang melenceng dari kebenaran dan melarang mengikuti langkah-langkah setan. Sedangkan nyanyian memerintahkan pada hal-hal yang kontra (berlawanan) dengan hal-hal tadi.”

-Ighatsatul Lahfan 1 / 248-249-

Jadi, bagusnya gimana nih ya?

Iklan

25 thoughts on “Diary: Efek Lagu…

  1. efek lagu bisa sampe blank gitu ya 🙂 jangan terlalu dipikirin mas lagunya hehe

    Falzart Plain:
    Bukan karena lagunya dipikirkan, Tri… Memang efeknya begitu. Coba deh ambil hapalan satu juz saja, terus keseringan nyanyi… Pasti banyak yang terlupa ayat-ayatnya…

  2. Saya percaya itu. Musik dan lagu memiliki efek tertentu terhadap jiwa si pendengar… Baik efek baik maupun buruk 😳

    Falzart Plain:
    Sepakat Bli…
    Saya beberapa kali memang merasakan yang seperti itu. Tapi baru ini yang saya ceritakan di blog.

  3. jadi malu.. saya lebih sering dengerin nasyid daripada dengerin murattal.. mungkin karena itu yah hafalan surat saya tersendat sendat
    😦

    Falzart Plain:
    Nggak juga, Mas… Yang penting konsisten waktu menghapalnya, nggak pakai murattal pun bisa… Kan mempertahankan hapalan itu jauh lebih susah dibandingkan dengan menghapal itu sendiri…

  4. wow, baru tahu saya ada efek seperti itu ya, wah, masukan banget ini, tapi jujur, memang kedua lagu diatas enak didengar sih sob, hehe ^_^

    Falzart Plain:
    Kalau enak didengar ya jelas lah… Masa sih orang suka dengar lagu yang nggak enak didengar… Hehehehe…

  5. aku dlu juga pernah dibilangin apa pak ustad, ,. . . . katanya si emang gitu. . . tapi ya gitu deh… mungkin cuman mainsed aja x….

    Falzart Plain:
    Bukan sekedar mind set lho… karena waktu saya sedang asik-asiknya nyanyi itu saya lupa tentang persoalan hapalan: jadi mind set bahwa lagu menghilangkan hapalan itu sedang tidak aktif, harusnya hapalannya gak hilang. 🙂

  6. tidak hanya waktu sholat saja, waktu bangun tidur saja pasti terkadang atau bahkan seringnya malah lagu yang tersenandung. bukan bacaan doa bangun tidur. betul tidak 😛

    Falzart Plain:
    Betul.
    Tapi yang saya ceritakan di sini bukan bahwa lagu itu terbawa-bawa dalam sholat, bukan ya. Saya ceritakan di sini kalau lagu itu bisa menghilangkan hapalan entah dengan mekanisme bagaimana. Hehehehe…

  7. Akang juga bingung kenapa kalo denger lagu kayaknya langsung faham aja maksudnya tapi kalo hapalan???? !@#$%^&*_+?>”<(). Mungkin harus hapal sama terjemahannya kali ya biar bisa menghayati. Nice post loh!!!

    Falzart Plain:
    Oh… Kalau saya sih, Kang, paham atau gak paham maknanya yang penting enak di telinga saya, saya senang saja [tapi lagu semacam ini susah saya dapatkan]. Kalau hapalan memang harus dengan artinya supaya cepat hapal.

  8. Bukan salah lagunya, kalau lagu itu dilarang… Opick pun tak kan berdakwah dengan Nada, eh salah Rhoma Irama yaa?? :mrgreen:

    Barangkali, mas bro sudah terlalu ‘trance’ dengan lagu, 😀

    Falzart Plain:
    Kalau trance: iya memang. Saya baru bisa hapal lirik lagu kalau sudah trance. Tapi kalau tentang hukum musik, saya masih abu-abu tentang itu karena ada beberapa dalil yang pernah saya baca bahwa musik itu dilarang.

  9. Kpu-kupu kertas
    yang terbang kian kemari
    aneka rupa dan warna
    dibias lampu temaram hoho..

    Salah gak ya Mas..?
    Aku salah satu pecinta Ebit G Ade…
    Apa bener dapat menghilangkan hafalan Mas??

    Falzart Plain:
    Cocok. Yang itu memang lagunya. Tapi seperti yang saya bilang di atas, kalau dengar reff-nya sensasinya jadi lain. Biasanya saya ulang dari awal lagi kalau sudah menjelang reff-nya…
    Kalau benar tidaknya menghilangkan hapalan, ya bisa dicoba sendiri. Sejauh ini sih rasanya begitu…

    • Lantas bagaimana solusi yang ditawarkan Mas? sayapun merasa demikian, tapi belum menemukan cara untuk memulai merubahnya..
      bagaimana ya Mas?

      Falzart Plain:
      Saya juga masih berusaha. Kalau hipotesis yang diyakini benar itu adalah bahwa musik menghilangkan hapalan, jadi hentikan musik (perlahan-lahan) dan refresh hapalan.

  10. Ngapalin lagu lebih ingat mungkin karena kita tahu artinya. Sementara hapalan surah, kebanyakan dari kita kan hanya hapal mati, gak begitu ngerti artinya..Begitu gak sih Falz?

    Falzart Plain:
    Iya, makanya ada metode menghapal yang satu ayat satu hari. Nah pada saat satu hari itu, kita menghapalnya sama paham artinya juga, Uni.
    Jujur ya, Uni… Sebenarnya saya susah kalau menghapal lirik lagu…

  11. ya, setuju, mas … apalagi kalau lagu itu benar-benar bikin kita enjoy … bisa-bisa hafalan yang lebih wajib tergantikan dengan sihir lagu itu hehe 🙂

    Falzart Plain:
    Iya, pernah saya dengar juga kalau lagu itu adalah sebagian dari sihir. Makanya kalau lagi enjoy karena lagu, artinya kita sedang enjoy kena sihir. [lho?]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s