Diary: Dual Core menjadi Single Core

Sebenarnya belum waktunya saya buat postingan baru, tapi saya lagi pengen curhat nih berhubung laptop, eh maksudnya notebook saya masih bisa dipakai sementara ini.

Di sebelah kanan tertulis:

CPU: AMD Dual-Core Processor C60 with Turbo CORE Technology up to 1.333 GHz.

Waktu pertama beli notebook ini memang tertulis begitu juga waktu cek sistem dengan cara klik kanan di My Computer, Properties, hingga terjadi insiden tadi siang.

Apa insiden tadi siang itu? Entahlah sebenarnya itu insiden apa. Pas lagi asik-asiknya OL, tiba-tiba notebook saya mati sendiri. Saya pegang bagian bawahnya, huh panas. Jadi, saya istirahatkan dulu notebook ini untuk beberapa menit sampai dia dingin.

Menurut pengalaman, kalau notebook atau laptop terlalu panas, bagian dalamnya bisajadi ada yang rusak, entah panas yang menyebabkan dia rusak, atau rusaknya yang menyebabkan dia panas. Benar saja, sepertinya ada yang rusak dari notebook saya ini.

Setelah dingin, saya nyalakan lagi dan saya melihat layarnya hitam. Hitam. Hitam. Setelah hitam agak lama barulah masuk booting seperti biasa. Setelah log in, terasa ada sesuatu yang aneh. Apa yang aneh? Tahu nggak kursor kalau model menunggu itu kayak bagaimana? Itu lho yang bentuk jam pasir. Model kursor begitu jadi kelihatan agak lama. Singkat kata, notebook saya jadi lambat loading.

Sebenarnya saya tidak tahu apakah notebook saya yang lambat loading, waktu yang terasa makin cepat, atau perasaan saya yang kepengen buru-buru. Makanya saya pun mengecek properti system-nya dengan cara klik kanan di My Computer, Properties. Apakah yang tertulis itu? Saya setengah tidak percaya kalau yang tertulis di sana jadi berubah seperti ini:

Kebaca nggak? Kalau nggak kebaca saya tulis ulang yang saya tandai itu:

Processor: AMD C-60 APU with radeon(tm) HD Graphics 1.00 GHz

Bagaimana bisa Processor yang awalnya Dual Core bisa jadi hanya Single Core? Pantas saja kinerjanya jadi lambat. Saya tidak puas nih, mau protes. Protes. Protes. Emang beginian bisa diprotes nggak ya? Nanti besok, Insya Allah saya mau pergi ke tempat asalnya. Mau nanyain ini bisa diprotes nggak, eh maksudnya ini bisa dibetulkan tidak. Kalau dibetulkan kira-kira termasuk garansi nggak? Soalnya saya pakai notebook ini sebagaimana mestinya kok, nggak pernah dicelupin ke air, nggak pernah masuk blender, nggak pernah kejedot pintu, nggak pernah kebanting lantai, nggak pernah masuk rumah sakit, nggak pernah dipakai buat nakal kecuali buat liatin fotonya si itu, nggak pernah kok. Notebook saya ini notebook baik-baik.

Aduh, kalau dibiarkan kinerja saya bisa turun jadi tinggal tiga perempatnya nih. Kan 1.333 banding 1.00 itu 4 banding 3, jadi kinerja saya turun sampai 3/4 nih. Aduh gimana nih. Sobat, ada yang mau kasih saya saran?

Iklan

18 thoughts on “Diary: Dual Core menjadi Single Core

  1. wah -,-” —> kerusakan hardware nich sepertinya Bang Falzart ???? ^.^” tidak begitu paham masalah ini

    Sepertinya tindakan yang direncanakan sudah benar, mending berbicara pada orang yang benar benar mengenal barang itu ^ ^” —???

    Sabar Bang, Pengalaman Pelajaran berharga kok *hehehehe lumayan dapat ilmu — nanti share hasilnya bang buat tambah tambah pengetahuan kita juga

    Tetep Semangat

    Falzart Plain:
    Dugaan saya juga ini kerusakan Hardware, sih…
    Entar kalau sudah ada hasilnya saya share deh…

  2. Wah gimana ya Mas Dokter.., sya tidak begitu tahu masalah computer,, tapi apkah masa garansinya Masih Mas Dokter? dan jika habis bisa dikonsulatsikan dimana sebelumnya tempat membeli Nootebooknya.. Maaf gak solutif banget..

    Falzart Plain:
    Iya, garansinya masih ada Bang Nangim.
    Gak solutif gak masalah kok Bang, soalnya postingan-postingan saya memang isinya masalah semua… 😆

  3. Hmmm… mungkin prosesornya rusak karena kepanasan kali, ya.
    Saran saya sama seperti yg sampeyan hendak lakukan, yakni bawa ke toko asalnya untuk klaim garansi.
    Nanti kalau udah beres, saran saya berikutnya adalah pakai cool pad setiap kali menggunakan laptop, eh notebook, hehe….

    Falzart Plain:
    Rusak karena kepanasan, memang itu dugaan saya, hehehe…
    Cooling pad kayaknya saya punya tapi gak pernah dipakai.
    (lha, saya mikir: bagaimana nanti kalau tukang servisnya salahkan saya karena tidak pakai cooling pad?)

  4. Lagi GALAU kali netbooknya, “Setengah jiwaku pergi”, jadi single deh, 😆
    Just kidding bro.

    Falzart Plain:
    Kenapa bukan seperti itu saja judul postingan ini ya? Aduh, gak kepikir. Coba kalau saya sedang lebih galau lagi, pasti judul itu kepikiran deh. Hehehe…

  5. Mas,,,aturannya mas gunakan software pengatur temperatur suhu Motherboard,,saya rasa MB udah panas jadi otomatis itu dapat merusak kinerja sistem MB,,,kalau mau makai jangka waktu lama seharusnya gunakan coolpad(Pendingin CPU).

    Sebaiknya dilaporkan saja ke Tokonya mas. 🙂

    Falzart Plain:
    Oh, gitu ya Mas Abed. Thanks masukannya. Saya memang biasanya pakai notebook ini sekitar enam sampai delapan jam-an tiap harinya sih.
    Saya akan bawa ke tokonya deh…

  6. wah saya ngga ngerti soal teknologi2 begini
    kok bisa begitu yah Fal?
    cepat dibawa ke dokternya deh kalo gitu, biar kembali seperti semula

    Falzart Plain:
    Sebenarnya masih bisa dipakai sih, tapi ya gitu deh… Makin lambat…
    Rencananya mau dibawa ke Service Center-nya nih…

  7. WTF! 😀
    Kok bisa berubah gitu?? 😀

    Ini unik! 😆 *maap saya ketawa, habis lucu sih* 😀

    Jadi gini, ini mirip kayak kerusakan laptop saya kayaknya, laptop Acer saya yang dulu. Dulu, laptop saya itu juga panasnya bukan main. Dan ya itu, tiba2 mati sendiri. Gak tahunya setelah diservis, ternyata kerusakan ada pada fan-nya. Kipas pendingin rusak, jadi komponen di dalam mengalami kenaikan suhu yang kelewat batas. Makanya untuk pengamanan, komputer mati sendiri.
    Tapi itu gak baik kalo dibiarkan. Bisa merusak komponen. 😦

    Nah, akhirnya, kerusakan Acer saya sampai seperti yang saya tulis di posting-an ini.

    Tapi, Acer saya setelah diperbaiki di Surabaya (di bandung gak ada yang bisa payah semua), sekarang masih bisa jalan. 🙂 Dipakai ibu saya. 🙂

    Falzart Plain:
    Iya, saya pernah dengar kasus yang sama, Mas Asop. Tapi kayaknya fan saya nggak rusak, kemungkinan processornya hangus.

  8. itu mah emang begitu, ditulisannya ga ada dual core tapi itu dual core, kalo mau cek pake software kayak CPU-Z, disitu keliatan berapa corenya

    Falzart Plain:
    Boleh. Soalnya dari awal sekali saya perhatikan tulisan “Dual-Core” itu dan saya bangga dengan itu. (Sekarang nggak ada lagi tulisannya).
    Ngambil softwarenya dari mana, ya?

  9. Ah mas x aja salah makai tiap prosesor amd tu ga bisa d.letakkin seperti di atas kain karna kenerja prosesor yang cepat,Hardware x nga rusak koe,punya saya juga tertulis seperti itu tapi setelah di instal ulang nga apa apa lagi dan bukti x sekarang saya makai Windows 8,dan punya saya bisa maen game pes 2013 tidak ada ganguan apa pun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s