Pintu Cinta

Bismillah.

Firstly, saya mau menyampaikan kalau postingan ini adalah tulisan saya yang secara tiba-tiba terbesit ketika saya membaca salah satu postingan di blog-nya Nurmayanti Zain. Yah, postingan apa itu bisa dibaca langsung di lokasi.

Jadi, judulnya adalah ‘Pintu Cinta’, saya tidak begitu paham juga kenapa justru judul ini yang saya ambil, kemungkinan besar karena kemarin saya juga membuat postingan tentang cinta. Atau kemungkinan lainnya adalah karena saya sedang dalam irama jiwa seperti itu. Hehehe…

Saya mencari definisi cinta dan mendapatkan setidaknya tiga jenis cinta. Cinta yang pertama adalah Eros, kedua adalah Filia, dan yang ketiga adalah Agape. Sebagaimana kebiasaan saya, saya akan membahas satu per satu jenis cinta itu terlebih dahulu.

Singkatnya, Eros adalah rasa cinta yang biasanya timbul antara laki-laki dan perempuan, dan sebaliknya. Unsur-unsurnya meliputi romantisme, ketertarikan fisik, dan biasanya lebih mengarah kepada seks. Saya lebih suka menyebut Eros ini sebagai ‘nafsu’. (Apa saya salah? Tolong dikoreksi kalau ternyata pendapat saya ini salah.)

Filia adalah rasa cinta yang berupa perasaan ingin selalu dekat, perasaan gemar, dan sesuatu yang semacam itu. Filia muncul dari rasa kecocokan satu sama lain, dan yang semacam ini membutuhkan keseimbangan dan keadilan (ada saling balas). Biasanya cinta semacam ini muncul pada persahabatan.

Agape konon disebut sebagai rasa cinta tertinggi, berupa pengorbanan tanpa perlu balasan. Jelas? Kalau ibaratnya seperti cinta ibu kepada anaknya, seperti sinar matahari kepada bumi. Ini definisi cinta yang paling saya sukai dan sepertinya pernah saya tulis di suatu postingan.

Back to the topic. Pintu cinta yang dimaksudkan di sini adalah pintu yang bisa dilewati rasa yang namanya cinta itu untuk menelusuk ke dalam hati. Dan hubungan cinta yang saya maksudkan di sini adalah cinta antara lawan jenis. Dalam surah An-Nuur ayat 31, Allah berfirman yang artinya:

“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

OK. Jadi secara liar saya mau mengatakan bahwa pintu cinta itu bisa masuk antara lain dari pandangan dan perhiasan. Pandangan dan perhiasan bisa membawa seseorang kepada cinta Eros maupun Filia. Ketertarikan akan muncul di sana entah karena takjub (penasaran) atau karena tiba-tiba muncul rasa kecocokan. (Ini hanya pendapat saya saja, kalau saya ada salah, tolong dikoreksi.)

Bahkan para pejuang dakwah bisa tertular oleh cinta ini. Pintu cintanya terbuka dari kesamaan hal yang diperjuangkan, ditambah dengan ketertarikan kepada lawan jenis. Jelas saja pintu di sini bisa terbuka, tapi saya tidak tahu ya cinta macam apa yang mungkin timbul. Berhati-hatilah. (Kalau saya menduga yang bakalan muncul kalau bukan Eros itu Filia)

Ah, postingan ini agak sedikit ngaco, kayaknya. Padahal saya sebenarnya hanya mau bilang hati-hati kepada siapa saja, jangan sampai cinta kepada lawan jenis yang datang kepada kita itu cinta yang sifatnya semu. Hendaknya kita menjaga pandangan, kemaluan, dan perhiasan berlebih-lebihan kepada lawan jenis sesuai dengan yang dikatakan QS. An-Nuur ayat 31 tadi, karena itu bisa jadi jalan masuk untuk cinta yang semu tadi.

Eh, kayaknya saya menjelek-jelekkan Eros dan Filia terus, ya? Agape bagaimana? Tahu nggak ada yang lagi Agape sama kita ini? Dia-lah Allah. Maka dari itu, lakukan perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya karena sesungguhnya ada yang sangat ‘mencintai’ kita karena masih memberikan rahmat-Nya kepada kita sampai saat ini, dan jelas cintanya tidak Eros dan tidak Filia.

Sudah ah, daripada ngaco terus, mudah-mudahan bisa menarik makna dari tulisan saya yang berantakan ini. Kalau ada benarnya itu datangnya dari Allah, kalau ada salahnya ya itu saya tidak sengaja dan mohon dikoreksi.

Wassalam. πŸ˜€

“Tulisan ini diikutsertakan dalamΒ Giveaway Kemilau Cahaya EmasΒ yang diselenggarakan olehΒ Nurmayanti Zain.

Iklan

16 thoughts on “Pintu Cinta

  1. Subhanallah Bang Falzart…

    Nice Share Info… Yang Dikatakan Bang Falzart Betul Betul Betul *gayaupinipin – Cinta Eros dan Cinta Filia Sudah Hinggap Dalam Diris Saya – namun saya sangat berharap bisa menggapai dan memahami cinta agape, i’m still learningand in process of getting there

    gamsahabnida bang Falzart ^ ^”
    *smiley

    Falzart Plain:
    Wah wah… Agape nih ye? Hehehehe… Kapan nikah? πŸ˜†

  2. Aku pengidap plushofilia, alias pecinta boneka hehe… πŸ˜€
    Dulu pernah baca tentang tiga istilah itu, tapi sekarang lali.
    Baca tulisan mas, jadi ingat lagi. Terimakasih ^^

    Falzart Plain:
    Lali itu lupa ya artinya, Una? Saya nggak ngerti.
    Eh, kalau saya justru plushophobia, apalagi untuk boneka yang punya mata mengkilat.

  3. wah, aku baru tahu kalau ada eros, filia dan agape πŸ™‚
    pemaparan yang bagus ^^ setuju, siapapun bisa terkena cinta
    bahkan untuk aktivis dakwah sekalipun, berhati-hatilah!
    masyaAllah

    —————————————
    sudah terdaftar
    terima kasih atas partisipasinya ya fal πŸ˜€

    Falzart Plain:
    OK Mbak… πŸ˜€

  4. Mas bro, saya suka dengan paragraf ini :

    “Filia adalah rasa cinta yang berupa perasaan ingin selalu dekat, perasaan gemar, dan sesuatu yang semacam itu. Filia muncul dari rasa kecocokan satu sama lain, dan yang semacam ini membutuhkan keseimbangan dan keadilan (ada saling balas). Biasanya cinta semacam ini muncul pada persahabatan.”

    Kereeenn,,, πŸ˜€

    Falzart Plain:
    Keren memang. Lagi Filia sama sesuatu ya? Hehehehe… πŸ˜†

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s