Iseng: Jangan Ambil Dia

“Kau kira aku akan menyerah atau mengalah? Tidak! Jangan harap!”

“Tapi, kau sudah tidak punya pilihan lagi, kau bukan siapa-siapa.”

“Pokoknya aku tidak akan menyerah. Kalau kau berniat melakukannya, hadapi aku!”

“Apa gunanya? Kau bukan apa-apa lagi sekarang. Kau tidak bisa apa-apa… Kau harus sadari itu.”

“Cuih… dasar penakut!”

“Kalau kau hendak membangkitkan amarahku dengan cara seperti itu, kau sepertinya betul-betul tidak mengenal aku.”

“Aku mengenalmu dengan baik… kau yang tidak mengenalku.”

“Sudah, pergilah sekarang, serahkan dia padaku…”

“Tidak akan! Kau yang pergi!!”

“Aku akan pergi kalau kau serahkan dia padaku.”

“Kau… betul-betul membuatku marah!!!!”

Dua lelaki saling berhadapan, salah satunya lari menerjang. Ketika hendak menghantam, lawannya menghilang ke belakangnya dan tiba-tiba terlihat menggendong sebuah mayat. Si lelaki penerjang tiba-tiba bermuntahan darah, terjatuh, terkapar.

“Sudah kubilang kau bukan siapa-siapa lagi, kau tidak punya apa-apa.”

“Jangan … ambil … dia…” *uhuk, katanya terbatuk.

“Jangan bercanda, aku memang datang kemari untuk hal ini. Misiku selesai, beristirahatlah dengan tenang, kawan!”

“Jaaa … ngaaan… aaaam… biiil… diii… a…”

…..

Perebutan di malam gelap gulita disaksikan bulan betina yang menyinari itu berakhir dengan kematian salah satu di antara mereka. Sang lawan pun menghilang di balik bayangan meninggalkan lawannya roboh di padang rumput.

Iklan

10 thoughts on “Iseng: Jangan Ambil Dia

  1. hah? dia membunuh?
    karena cewek?

    Falzart Plain:
    Kesannya begitu, ya? Padahal tidak ada kata cewek, wanita atau perempuan yang saya tempatkan di sini…. Hehehehe…
    Sebenarnya saya mau buat lucu endingnya, lawannya memang sudah mau tewas karena TBC, makanya dia muntah darah. Jadi sebenarnya tidak ada yang membunuh. Tapi, entahlah… nanti dilihat kalau misalnya saya jadi buat lanjutannya… :mrgreen:

  2. ngeri ah baca yg ada kematiannya … mending tentang cinta saja 😀

    Falzart Plain:
    Walah, ternyata ekspektasinya kepengen baca yang tentang cinta, ya? Maaf nih Mbak… saya lagi nggak jelas, pikiran saya yang lagi kepengen nulis beginian…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s