Diary: Di Pagi yang Tidak Jauh Berbeda dengan Kemarin

Saya menyempatkan posting pagi ini sebelum rencana saya eksekusi. Rencananya adalah membawa notebook saya ini ke Service Center-nya. Mudah-mudahan kerusakannya masuk garansi. Eniwey, kasus notebook saya ini adalah berubahnya kecepatan processor yang semula lambat menjadi super lambat, dan ini membuatku berubah dari menderita kepada berduka cita. Huh… Semalam sempat bertanya ke teman yang kuliah di ITT Bandung (tahu ITT kan? Dulu namanya STT Telkom), katanya bisa jadi processor saya hangus. Pasalnya, menurut beliau, AMD itu memang ‘gak tahan panas’. Andaikan saya tahu lebih awal, mungkin hal seperti ini bisa saya cegah. Tapi, sudahlah. Mau diapakan lagi?

Eniwey, posting iseng-isengan yang saya posting kemarin mendapat respon yang membingungkan diri saya sendiri. Kenapa? Ya, karena disuruh melanjutkan. Soalnya saya cuma iseng posting akibat pikiranku yang tengah meronta-ronta nggak jelas ini. Karena dia meronta-ronta nggak jelas, jadi ronta-rontaannya itu saya buat jadi sebuah posting saja, daripada saya pusing sendiri. Sekarang kira-kira ada nggak yang bisa nebak, kemarin sebenarnya saya mikir apaan? (Saya pun nggak bisa nebak saya mikir apaan kemarin, kata-kata di postingan itu keluar secara refleks begitu saja dari kepala turun ke jemari, masuk ke keyboard, lewat ke modem, dan jadilah sebuah postingan.)

Aduh-aduh, sudah jam berapa ini, saya masih di depan notebook (tetap dengan gaya tiarap-tiarapan gak jelas seperti beberapa hari yang lalu). Kayaknya saya harus segera berangkat nih, tapi mood saya sedang buruk (untuk bergerak), istilahnya lagi mager (malas gerak). Di saat orang-orang menggunakan cara memaksa dirinya untuk melawan mood-nya demi tujuan, saya masih tidur-tiduran, tiarap-tiarapan, dan guling-gulingan depan notebook dengan gaya yang unik. Hehehe… Mungkin cara yang paling baik untuk membentuk kebiasaan adalah diawali dengan memaksa, tapi saya berpikir lain. Bagaimana kalau kita membentuk kebiasaan diawali dengan membujuk? Kalau diawali dengan memaksa, artinya akal memaksa, mood tidak ingin, pekerjaan jadi kurang menyenangkan, bahkan bisa kurang ikhlas. Saya pikir, kalau diawali dengan membujuk, akal membujuk, mood yang melakukan semuanya, jadi kesannya lebih menyenangkan. (Ngomong apa kamu, Zart?). Intinya saya tidak mau memaksakan diri, saya maunya membujuk diri. Dan kayaknya saya pernah bilang di postingan ini.

Trus, saya harap mudah-mudahan hari ini tidak hujan, karena sepertinya awan membaca postinganku tempo hari kalau saya bilang Makassar lagi panas. Makanya mulai keesokan harinya sampai semalam tadi, hujan datang dengan frekuensi yang tidak menentu. Akibatnya, ya buang air jadi… eh, kenapa jadi ngomongin buang air sih? Ganti katanya jadi masuk angin. Haha … Tahu kan, hubungan antara hujan dan masuk angin itu bagaimana? 🙂

Ah, sudah deh. Sekarang saya punya masalah lagi. Masalahnya adalah seperti di postingan yang ini. Soalnya, saya jadi bingung mau kasih judul apa. Hehehe, kalau diingat-ingat, ternyata saya berubah dari berpikir kepada refleks dalam perkara buat postingan. Akhir-akhir ini saya nggak tahu mau kasih judul apa karena memang nggak pernah mikir mau posting apa. Hah, mentang-mentang blog pribadi nih, jadinya curhat bebaaaas. Nggak ada yang larang.

OK. Saya berangkat dulu. Wassalam.

Iklan

10 thoughts on “Diary: Di Pagi yang Tidak Jauh Berbeda dengan Kemarin

  1. terus terang postingannya lebih enak dibaca kalau nggak ada backgroundnya *sorry ngeluh nih *

    Falzart Plain:
    Iya, saya rasa juga begitu, Mbak… Tapi, sudah terlanjur dipasang. Buat eksperimen saja sih , sebenarnya ini… Tapi ternyata warna kuning tidak bagus untuk blog ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s