Diary: Ke Service Center …

Sore buta. Eh, sore buta? Pokoknya begitulah. Sekarang ini sudah sore hari dan saya berada di sekretariat. Saya sedang online pakai fasilitas organisasi, mumpung lagi nggak ada yang make. Notebook saya? Huh, justru itu yang saya mau ceritakan. Alhamdulillah, saya berhasil mengeksekusi rencana pagi tadi dengan sukses. OK, jadi begini ceritanya.

Seusai membuat postingan ini, saya berkelana di dalam rumah ke sana kemari guna membereskan hal yang belum beres. Ya soalnya saya yang terakhir keluar rumah sih, makanya saya yang harus bereskan semuanya.

Saya berangkat dengan notebook di ransel bersama dengan kartu garansinya menuju ke suatu tempat yang konon katanya Service Center-nya untuk notebook jenis itu. Jadi, singkat kata Serigala Merahku, tunggangan setiaku, Zero, menemani saya ke sana.

Sampai di sana, saya dipantul ke CSC-nya yang berada di daerah Karebosi. Waduh, Karebosi? Di situ kan daerah yang seperti Mall? Apa bedanya Mall sama hutan? Keduanya bikin nyasar. Mau mengeluh, tapi sudahlah, saya ke sana saja. Tidak ada gunanya saya mengeluh.

Perjalanan mencari CSC-nya pun dimulai. Zero selaku Serigala Merah Tungganganku itu pun sempat muter-muter satu kali hanya untuk tahu di mana tempat masuk motor. Bayangkan! (Biasa aja kan?). Sampai di dalam pun ternyata lokasinya sangat membingungkan. Huh, inilah alasan kenapa saya tidak suka ke Mall dan pusat perbelanjaan semacam ini.

Di dalam, yang saya lihat malah banyaknya penjual pakaian. Gila! Orang mau servis notebook juga ngapain ke tempat jual pakaian? Saya pun berjalan menyusuri dinding, berkeliling. Saya takut nyasar di Mall, kan nggak lucu. Nyasar di hutan saja nggak lucu, apalagi di Mall.

Berjalan menyusuri dinding ternyata ide yang tepat. Saya menemukan banyak penjual (eh, emang kamu mau belanja ya Zart?), maksudnya saya akhirnya tahu kalau tempat ini tidak hanya menjual pakaian. Hehehe… Tiba di suatu lokasi yang banyak jual BlackBerry, saya pun sadar, ini sudah masuk area elektronik, dan benar saja saya menemukan CSC yang dimaksud.

Di dalam ngantri. Dikasih nomor antrean seperti kayak waktu mau bayar SPP di bank saja. Terus, pas masuk ke counter-nya, terjadilah sebuah percakapan yang … yang … biasa saja. Intinya bukan percakapannya yang saya bahas di sini, tetapi tanggapan dia atas keluhanku. Tahu nggak apa keluhanku? Keluhan itu lho, yang saya bahas di sini. Itu ternyata memang adalah keluhan yang ‘lucu’ sampai orang di sana pun  sepertinya memandang saya dengan bodoh, maksudnya seolah-olah saya bodoh. Eh, ini keluhan langka, Bung! Keluhan yang hanya bisa terjadi sepuluh ribu tahun sekali! Hehehehe….

Responnya dia itu, dia bilang kalau Processornya memang begitu, tulisannya saja yang di monitor yang berubah. Enak saja!!! Pokoknya saya mau Dual Core-ku kembali! Hehehe… rasanya mau ngambek pas dia bilang begitu. Tapi, kalau sampai dia benar, artinya saya yang malu berat. Lebih berat dari kapal pesiar dan seisinya!!! Jadi, saya bilang tolong di-cek saja keseluruhannya. Hehehe…

Jadi, pengerjaannya itu lima hari tidak termasuk hari libur. Itu kan sama artinya dengan tujuh hari = satu pekan, jadi kemungkinan saya tidak online satu pekan. Gak masalah, saya siap tanggung resikonya. Terus, saya ditanya andaikan data saya di dalam sana dihilangkan. Saya sok cool bilang gak masalah, padahal saya belum backup datanya. Jadi, akhirnya saya keluar dengan setengah menangis karena ternyata yang saya bilang itu DICATAT di form.

Pulangnya ini yang apes. Saya lupa naruh si Zero di mana. Saya nyasar di parkiran. Waduh, ternyata saya lupa untuk mewaspadai hal ini dan secara resmi dan malu-maluin, saya pun mondar-mandir di parkiran motor.

“Pak, cari apa?” (Saya dipanggil Pak saking tuanya wajah saya)

“Ini, saya lupa naruh motor di mana.”

“Oh, di sebelah sana, Pak. Di sini tempat parkir karyawan.”

“Oh, saya nyasar ya…”

Geblek! Kenapa juga saya harus sejujur itu dan sepolos itu mengaku nyasar di akhir percakapan? Seseorang, tolong sembunyikan wajahku… Saya nggak tahu nih muka mau ditaruh di mana.

Keluar dari sana, hujan. Sebenarnya rumahku dekat dengan Mall itu, tapi karena hujan, pakaianku basah, saya jadi nggak mood pulang. Nggak mood karena pasti bakalan kena omelan, kenapa saya nggak bawa jas hujan? Hmmm… Jadi saya ke kampus dan sampai sekarang saat menuliskan postingan ini saya masih berada di sini, di kampus. :mrgreen:

Iklan

15 thoughts on “Diary: Ke Service Center …

  1. /(^.^”) wah wah wah biasa naik gunung masuk hutan udah pandai mencari jejak ya bang ^.^. Tanpa Nanya aja bisa ketemu hanya dengan beberapa trik khusus *hihihihii.

    Wah Semoga Beres Semua Proglemnya Bang Falzart Trus Bisa Online dan bikin catatan harian yang seru seru lagi

    \(^o^)/ Jiayoooooo

    Falzart Plain:
    Bukan, Bang Eko. Saya biasanya nyasar… Hehehe…
    Mungkin saya akan buat postingan selama sepekan ini tapi bukan di rumah…

  2. Setuju deh sama kamu … kalau di mal juga bisa nyasar haha 😀
    Pengen tahu setengah nangisnya Bang Falzart kayak gimana yaaa? *mikir* 😆

    Falzart Plain:
    Pokoknya kalau saya setengah nangis kekerenan saya meningkat 200%. Bayangkan saja! Hehehehe…

  3. Ngomong2 soal nyasar saya juga jagonya, tapi bukan nyasar di mall. Saya nyasarnya di jalanan. Kira-kira mana yang lebih bergengsi nyasarnya??

    Falzart Plain:
    Semakin susah nemu jalan pulang, semakin bergengsi nyasarnya, Mas Yori… Hahaha… Kayaknya sama bergengsinya deh… 🙂

  4. hahaha baru nemu ada orang yang bisa nyasar di Mall
    kalau lupa tempat parkiran itu biasa Fal, di Jakarta juga banyak kok kejadian begitu
    besok kalau ambil notebooknya ga usah bawa motor Fal, naik kendaraan umum aja, repot kalo lupa parkiran lagi 😛

    Falzart Plain:
    Kalau gak naik motor, mungkin bakalan berkali-kali lipat lebih repot deh… Hehehe…
    Tapi, memang sih. Saya lebih mudah jalan kaki daripada naik motor kalau di tempat yang membingungkan kayak di mall…

  5. langsung ketawa ketika sampai pada dialog lupa naruh motor…diriku pernah ngalami tuh waktu di mall surabaya, tepatnya bukan aku. Teman yg ngalami dan momentnya itu pas barengan denganku. Nyari lokasi parkirnya motor sampai 7kelililing di area parkir mobil dulu gara-gara keluar dari liftnya yg dekat dgn area parkir mobil…

    Btw, kalau procesor dual core…sampai saat saya belum pernah menggunakan karena tiap beli (..jiahhh tiap ..kayak serng beli azza ) Lptop/netbook sama keponakan di wanti-wanti gak boleh pilih yg dual core..gitu deh

    Falzart Plain:
    Ada apa dengan Dual core? Hehehehe…

  6. yaelah bang muka tua aja ditutup tutupin hahahahaha. . . . . wah perlu dibawa ke paranormal ni biar gak linglung. . . hehehhe

    maap bang baru bsia mampir… dari kemaren blogku eror ki. . . .

    Falzart Plain:
    Paranormal? Para=samping, normal=normal… Saya ini paranormal kok… (selalu di samping orang-orang normal, tapi sayanya sering gak normal…) 😆

  7. aku paling nggak bisa deh Falz kalau kehujanan, pakaian basah semua terus masih nunggu di satu tempat, pokoknya harus langsung pulang ke rumah, mandi terus ganti pakaian yg kering

    Falzart Plain:
    Saya bahkan bisa tidur dengan pakaian basah, Mbak… Hehehe…

  8. hahahahahha. . . . .
    makanya kalo ke mall ajak2 temen,
    trutama cewek 😛 wkwwkkwkwk

    btw, hare gene ada yang masi percaya sama service center?!
    temenku laptopnya di service tapi tambah parahh. . . haha

    Falzart Plain:
    Ngajak cewek? Gila. Nanti apa kata dunia kalau seorang Falzart Plain jalan sama cewek? Nggak mau.
    Saya jarang punya teman buat diajak jalan sih, makanya seringnya pergi sendiri.
    Trus, emang kenapa dengan service center? Saya diarahkan ke tempat resminya kok… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s