Iseng: Terusir (#2)

“Ini dia!”

“Kau berhasil membawa mayat ini, rupanya.”

“Begitulah… Jadi, tugasku selesai kan Tuan?”

“Kau membunuhnya?”

“Tidak.”

“Lalu, di mana dia? Dia tidak mungkin memberikanmu mayat ini.”

“Dia di tengah hutan. Jangan khawatir, Tuan. Dia akan baik-baik saja, lagipula bukankah dia bukan siapa-siapa lagi?”

“Kau bodoh!”

“Tuan?”

“Kau membunuhnya, ‘kan?”

“Tidak, Tuan … aku …”

“Aku memerintahkanmu mengambil mayat ini darinya, bukan membunuhnya. Dasar bodoh!”

“Apa? Tuan… bukannya engkau…”

“Ah… mengapa kau begitu bodoh?

“…”

“Sekarang kau juga bukan siapa-siapa lagi.”

“Maksudmu, … Tuan…”

“Pergilah! Kau diasingkan!”

“Tuan!! Aku tidak mengerti, kenapa Tuan? Kenapa?”

“Pergilah!”

“Tuan … “

“Aku tidak pernah mengajarkan kalian untuk membunuh, apalagi membunuh sahabatmu sendiri. Pergi!”

“Tuan … apa yang terjadi sebenarnya?”

“PERGIII!!”

Sosok yang terusir itu pun keluar dari istana, kakinya seolah berat, langkahnya terseret. Dia tidak mengerti apa yang sebenarnya tengah terjadi. Dia tidak mengerti mengapa perintah yang dia terima begitu membingungkan. Dia tidak mengerti mengapa dia harus diusir. Dan hembusan angin sore pun menemaninya hingga pintu gerbang istana. Ringkikan kuda kesayangannya pertanda bahwa dia tengah bergegas menuju ke suatu tempat. Dia pun menghilang dalam gelap hutan rimba dan membawa dendam kepada istana.

***

Keisengan yang coba dilanjutkan dari yang sebelumnya.

Iklan

6 thoughts on “Iseng: Terusir (#2)

  1. “…mengambil mayat ini darinya, bukan membunuhnya”

    jadi ada 2 mayat gitu Fal? si yg dibunuh ini bawa mayat, nah mayat ini yg disuruh diambil? tapi ternyata yg bawa mayatnya juga dibunuh?

    ahhhh saya pusing >___<

    Falzart Plain:
    pusing ya?
    ada 2 mayat. Yang satu dibawa, yang satu tinggal di hutan.

  2. ada apa dengan yang di tinggal dihutan ya (^.^”) ?????

    Alahhh kalau sang pemeran utama saja tidak mengerti, Apa lagi saya (-,-“) diam tanpa kata :)).

    — berhati hatilah tuan paduka, akan ada kudeta nich sepertinya *mencoba befikir seperti sutradara film laga d(^o^”) —-> ditunggu kelanjutannya bang falzart

    Falzart Plain:
    boleh juga tuh… 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s