Kemanakah Pikiranku Membawaku?

Hmm… tiba-tiba saya jadi berpikir tentang bepergian. Ya, tentunya setelah melihat berbagai referensi sih. Setelah melihat referensi jadi kepengen juga. Hehehe… Jadi, intinya saya akan menuliskan ke mana saya akan pergi andaikan saya bisa ke mana saja yang saya mau. Pokoknya postingan ini suka-suka saya, saya mau kemana, ya. Jangan ada yang protes!

1. Ka’bah, Makkah.

Saya ingin sekali pergi ke Tanah Suci, Makkah. Saya ingin sekali berhaji kalau Allah menghendaki dan saya sudah siap. Jangan tanya kenapa, karena ini kewajiban saya yang sekaligus keinginan takterkira. Maunya pergi sama kedua orangtua saya saja :-).

2. Gunung.
Andaikan saya bisa, sempat, siap, dan sebagainya, saya mau mendaki gunung-gunung tertinggi di Indonesia. Ini memang sepertinya ocehan belaka bagi orang yang suka nyasar (padahal sudah tahu ilmu navigasi darat), tapi saya mau ke gunung-gunung itu. Saya mau ke sana karena saya suka melihat pemandangan dari atas sana. Sejuk. Pokoknya, selain menantang, naik gunung itu punya ‘sensasi’ tersendiri kalau sudah di atas puncak.

3. Tempat Bencana.
Gak tahu kenapa, saya rasanya senang ke tempat bencana (saya pernah satu kali bertugas di bencana luar Makassar –nama lokasi dan waktu bencana saya rahasiakan-). Pokoknya rasanya senang. Senang berada di sana bukan untuk bersenang-senang, tapi saya cukup merasa senang kalau saya berada di tempat bencana yang membutuhkan bantuan saya dan mereka yang terkena bencana di sana merasa terbantu dengan keberadaan saya. Hihihi… Ini bukan hanya soal rasa petualangan di tempat bencana, tapi juga rasa menolong itu yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.

4. Ciamis.
Tepatnya, rumah Mbah saya. Saya sudah lama sekali tidak ke sana. Terakhir ke sana waktu kelas empat SD. Wah, kangen sama Mbah Putri. Mbah Kakung sudah nggak ada sih, jadinya mau ketemu juga paling ziarah ke makamnya saja. Kangennya… (*meratapi foto masa kecil)

5. Langit Ketujuh.
Kebayang kan, saya mau ngapain di sana? Saya mau bertemu dengan penghuninya di sana, tapi hanya kalau urusan di tempat dunia ini dinyatakan sudah selesai. 🙂

Itu tadi kalau ditanya soal tempat. Intinya semua tempat di atas itu mendebarkan bagi saya dan ada sensasi haru serta kerennya. Terus, kalau mau ke suatu masa, saya mau ke:

1. Zaman Nabi Muhammad.
Jangan tanya kenapa, saya hanya mau mencari Nabi saya dan memeluknya, berdiskusi dengannya, dan… aduh… begitulah.

2. Ketika usia saya tiga tahun.
Masa itu adalah masa pertama saya memperoleh ingatan kehidupan di bumi, masa-masa awal pembelajaran saya, dan masa paling indah dalam sepanjang sejarah hidup saya. Sampai sekarang saya masih ingat masa itu. Rasanya mau ke masa itu lagi.

3. Tahun 2020.
Ini adalah tahun cita-cita saya. Saya nggak mau hitung usia saya di tahun itu sudah berapa tahun, tapi saat itu saya sudah bisa sedikit melihat cita-cita yang sejak kecil saya impikan terwujud atau tidak. Saya mau tahu itu. Saya mau tahu sebenarnya seberapa keras saya berusaha mewujudkan mimpi-mimpi saya yang ada sejak dulu, dan berhasilkah?

Ehem… Sebenarnya berbicara soal waktu dan tempat itu bisa jadi campur aduk antara rasa senang, haru, mendebarkan, menggelisahkan sampai menakutkan. Akan tetapi, ini hanya sekedar khayalan saya saja. Keinginan tersembunyi yang kebanyakan ditutupi oleh rasa takut padahal sebagian diri saya ingin berpetualang ke sana, ingin sekali. Ya, begitulah. Mungkin sebagian yang saya tulis di atas ada yang masuk akal dan kebanyakan yang tidak masuk akal, tapi ‘kan ini suka-suka saya. Jangan ada yang protes. 😀

Photobucket

Tulisan ini diikutsertakan pada My Second Giveaway: Ingin Ke Mana? yang diselenggarakan di Blog Una.

Iklan

8 thoughts on “Kemanakah Pikiranku Membawaku?

  1. Protes ah…
    Hihihi, nggak ding. ^^
    Lha, Ciamis? Masnya orang mana e sebenernya? 😀

    Terimakasihhh, segera kucatat ^^

    Falzart Plain:
    Wah, kok justru Una-nya yang protes sih? Hehehehe…
    Ciamis itu … adalah tempat Mbah-ku tinggal.
    Saya orang Indonesia. 🙂 Makasih sudah dicatat…

  2. Bebebeh…. jauh amat keinginan perginya mas Falzart. Saya juga ingin ke tingkat langit dimana saya ditendang turun waktu itu … *bingung sendiri*

    Falzart Plain:
    Hmmm… bagaimana kalau kita ke sana sama-sama, Bli?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s