Diary: Mataku Lelah!

Hari ini, saya sudah keliling lagi. Keliling dalam rangka membalas kunjungan kawan-kawan blogger yang bertandang kemari. Hah, ternyata membaca capek juga. Membaca biasanya tidak menjadi semelelahkan ini kalau istilahnya tidak memberatkan otak dan tampilannya tidak memberatkan mata. Dan pada kenyataannya, saya mendapati beberapa tulisan yang ‘berat’ untuk dilihat dan dibaca. Sebagai penanda saja, kalau saya banyak komentar sekaligus di blog orang, artinya saya suka bacanya. Kalau tidak, bisajadi saya terlalu ‘lelah’ untuk membacanya, atau sedang kurang waktu untuk berkomentar.

Ada beberapa blog yang sering saya singgahi. Dari beberapa blog itu, ada yang tampilannya menyenangkan dan ada pula yang biasa. Sebenarnya tampilan hanyalah salah satu hal yang mempengaruhi sering tidaknya saya berkunjung ke sana. Yang lebih banyak berperan untuk saya biasanya adalah komentarnya di blog ini. Tapi, saya mau bicara soal tampilan saja deh.

Saya suka tampilan blog yang sederhana yang tidak berat sewaktu di-load. Soalnya, modem saya ini kondisinya mengenaskan, jadi otomatis kalau saya memaksakan diri untuk berkunjung ke blog yang berat saat di-load, saya tidak akan punya waktu lagi untuk pergi ke tempat lain.

Saya suka tampilan tulisan blog yang rapi. Yang meletakkan paragraf baru pada tempatnya, maksudnya tidak ada ‘enter’ yang nyasar. Yang jelas jarak antar paragrafnya sehingga tidak melelahkan mata untuk mempelototi tulisannya seperti tulisan koran. Karena setiap kali melihat deretan huruf, saya merasa punya tanggung jawab moral untuk membacanya (panggilan jiwa). Dan kalau deretan hurufnya kebanyakan, mata saya yang capek. Jadinya malas.

Oh, iya. Ada beberapa blog yang sekilas tampilan tulisannya membosankan, tapi setelah dibaca ternyata bagus. Menurut saya, kekurangan di situ adalah ilustrasinya. Mata saya butuh pemancing supaya bisa ingin membaca tulisan itu. Pemancingnya, kalau bukan judul ya gambarnya.

Jadi teringat sesuatu, yaitu LPJ caturwulan di organisasi. Kalau tampilan tulisannya saja sudah tidak rapi, langsung saja dirobek sebelum dibaca oleh Dewan Tinggi. Nanti kalau formatnya sudah sesuai, kalau tampilan tulisannya sudah rapi, baru boleh dipertanggungjawabkan.

Ah, kayaknya saya kebanyakan protes nih. Maaf ya. Saya bukan bermaksud apa-apa, tapi saya hanya menulis yang ingin saya tulis. 🙂 Saya tahu kok kalau blog saya ini tidak enak-enak amat dilihatnya, tapi ya saya berusaha membuatnya sesuai dengan selera saya.

Hmm… Ada yang mau berpendapat tidak ya?

Iklan

20 thoughts on “Diary: Mataku Lelah!

  1. SAma banget. Saya pun demikian, biasanya kalau sudah terlalu berat, akan saya close tab *jahat*. Kalau saya meninggalkan komentar, berarti saya membacanya sampai habis

    Falzart Plain:
    Kalau begitu, terima kasih sudah membaca postingan ini sampai habis, Mas Adit. 🙂
    Saya senang.

  2. Yang jelas, saya tidak akan meninggalkan komentar sebelum selesai membaca tulisan … Kalau membalas kunjungan blogger, saya pun membaca tulisannya. Meskipun berat, tidak sesuai selera, gak ngerti, gak mudeng, agak ngenes sama tulisannya, agak sensi sama bloggernya (loh! enggak deh 🙂 ), tapi tetap saya baca. Masalah saya memahami dan mencerna tulisan itu atau tidak, urusan belakangan 😀

    Falzart Plain:
    Sepertinya kita ada sedikit kesamaan nih, Mas. 🙂

    • *wahahahahahaha pasti saya termasuk tuch *hehehehe uda blognya berat, tulisan acak acakan, aneh, ngenees, korea semua isinya yang bkin orang gak ngerti *hehehehehe (¬_ ¬ *)(–˛ — º)(_ _ ✗)

      v(^.^”) pisssssss

      just4fun

      Falzart Plain:
      Kalau pendapat saya, tidak juga sih Mas Eko. Drama Korea saat ini memang sedang menjamur di mana-mana, jadi itu wajar saja. Buktinya, total pengunjungnya Mas Eko lebih banyak daripada saya. Kalau soal blognya berat dan lain sebagainya, saya tidak menganggap begitu karena modem saya masih sanggup memuat blognya Mas Eko dengan kecepatan load biasa.

  3. salah satu teman di kompasiana pernah menulis sastra 7 menit kata,
    intinya pembaca cenderung suka membaca karya yang pendek,
    yang kalau di baca, cukup 7 menit saja,
    kalau lebih, pasti engga kebaca, hehehhehe

    kayaknya “7 menit kata” itu tak hanya berlaku bagi karya sastra,
    tulisan2 umum di blog juga 😀

    Falzart Plain:
    Ini bisajadi benar. Tapi, kalau tulisan itu benar-benar menarik, sepanjang apapun biasanya akan saya baca.

  4. Wah, pengalaman kita sama, Sob. Mata saya juga sering merasa lelah saat baca blog yg tidak sesuai dengan selera saya, misalnya tampilannya nggak rapi, isinya panjang lebar tapi sulit dipahami intinya, juga tulisannya terlalu kecil. Meski demikian, kalau sudah mulai baca, biasanya saya merasa bertanggung jawab utk membacanya sampai akhir. Yah, seperti panggilan jiwa gitu kali, ya, hehe…

    Falzart Plain:
    Iya. Kita mirip dalam hal ini sepertinya, Mas. Mas merasa ada panggilan jiwanya juga, ternyata.

  5. wah makasih bang falzart masukannya *hehehehehe mesti bebenah rumah nich kyaknya

    lah wong saya sendiri masuk rumah susyeeehhhh *fufufufufu gmana orang lain ya –
    (⌣_⌣”)• Ĥůůůfff°˚˚˚°

    jadi sedih menyusahkan orang hahahahaha ( loch sedih kok ketawa tawa mas eko /(^.^”) *sahabat khayalan )

    Oooo iya salah (-̩̩̩-̩̩̩_ -̩̩̩-̩̩̩) huhuhuhuhuhu

    v(^.^”) pisssssss

    Falzart Plain:
    Oh, agak susah masuk rumah sendiri, ya? Kalau rumah saya bagaimana?

  6. Hmm kalau saya sih pertama blog nya gak berat di load, penting karena kalo di loadnya aja udah berat apalagi sempet mau baca kontennya 😀

    Kedua, tampilannya enak dilihat, clean, gak banyak embel-embel gak penting, dan gak banyak iklan 🙂

    Falzart Plain:
    Saya sepakat juga. Kalau soal iklan, sebenarnya saya kurang suka lihatnya karena kadang malah memberatkan browser untuk me-load isinya.

  7. Blog saya rapi ngga, Dok? Ilustrasinya gimana? Loadingnya? Wkwkwkw……

    Falzart Plain:
    Bagus semuanya kok, Bang Nando. Saya tidak ragukan kalau soal rapi dan ilustrasinya. Bang Nando kan jago grafis, Photoshop. Loadingnya juga lumayan, bisa sekejap terload dalam waktu sekian detik dengan modem saya yang parah ini.

  8. sependapat tentang tulisan paragrap yang rapih, kalau tulisan sebuah blog gaya-gayaan tentu bikin ribet mata, apalagi kalo panjang tuh tulisan, gak mudeng malah iya, tapi tetep sob, kalau ingin komentar bisa nyambung, ya harus baca dulu tuh tulisan, kalo gak, gak tau deh, hehe 😀

    Falzart Plain:
    Iya, Mas. Sepakat saya juga.

  9. Hampir dalam tiap pekan saya ingin merubah design rumah blog saya seperti orang orang itu *keren dan indah maksudnya*…

    tetapi inilah yang saya bisa sekarang, dan alhamdulillah susubatu yah saya dapat menyelesaikannya..

    salam 🙂

    Falzart Plain:
    Apa yang sudah diselesaikan nih? Jadi, kalau begitu saya harus datang dan melihat sendiri ke blog sana ya? (*ingin membuktikan

  10. Wah, ini masukan [kritik] yang bagus, mas Fal. Saya akan introspeksi diri dulu. …

    Falzart Plain:
    Selamat introspeksi diri kalau begitu… Meskipun saya tidak merekomendasikan untuk Bli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s