Diary: All in One

Ini adalah postingan ‘All in One’. Postingan ‘All in One’ merupakan postingan yang menyangkut beberapa hal yang ingin diceritakan sekaligus guna meminimalisir jumlah posting yang ada pada blog ini disebabkan adanya suatu ketakutan bahwa admin blog ini akan semakin rusak otaknya apabila posting dalam satu harinya terlalu banyak. Adapun latar belakang penulisan postingan ‘All in One’ ini dilandaskan pada beberapa hal. Hal-hal tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Award yang diberikan oleh Bang Nando dan Dani.
  2. Tugas berantai yang diberikan oleh Qoliz.
  3. Keinginan yang kuat untuk curhat dan menulis macam-macam.

Berdasarkan hal-hal tersebut, dibuatlah posting ini dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kekerenan menurut pendapat saya dan juga berpegang teguh pada karakter pribadi seorang Falzart Plain. Postingan ini telah disetujui oleh dua orang, yakni saya dan Falzart Plain selaku admin blog ini, meskipun pada kenyataannya kami adalah orang yang sama.

Kami sangat menyadari banyaknya ke-ngaco-an yang terdapat pada posting ini. Oleh karenanya, kritik dan saran yang membangun serta segala macam bantuan moril dan materil yang gratis dan bermanfaat sangat kami nantikan demi perkembangan blog ini kedepannya. Terima kasih pula kami haturkan kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam pembuatan, maupun kepada pihak-pihak yang telah membaca dan merasa terhibur dengan posting ini. Akhir kata, tiada gading yang takretak, tiada kucing takberanak, kecuali kucing tertentu, maka kurangnya mohon dimaafkan, lebihnya mohon dikembalikan, dan hutangnya tolong segera dibayar.

BAB 1
Award

Award ini saya anugerahkan kepada semua orang yang pernah mengisi buku tamu saya, maupun kepada setiap pihak yang pernah berkomentar di blog saya yang sederhana ini. Berhubung banyaknya nama sehingga saya tidak bisa sebutkan satu-satu, maka saya meminta bantuan dari siapa saja yang berkenan untuk menyebutkan nama-nama tersebut satu per satu. Jadi, kepada yang bersedia membantu saya persilakan naik ke podium.

BAB 2
Tugas Berantai

Adapun soalnya adalah sebagai berikut:

1. Sebutkan 12 hal terburuk dan terbaik pada diri Anda (saya)!
2. Sebutkan 12 tujuan Anda (saya) blogging!

Maka jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan saya uraikan sebagai berikut.

  1. Mengenai hal-hal yang terburuk dan terbaik pada diri saya akan saya jelaskan secara sederhana dengan dua kata. Tidak ada. Dalam diri saya saya tidak menemukan akan adanya hal-hal yang terburuk dan terbaik. Mengapa? Hal ini disebabkan tidak adanya tolak ukur yang pasti untuk semua ini. Saya bukanlah orang yang pernah mengukur diri saya terkait hal terburuk dan terbaik yang pernah ada. Sebagai contoh, dalam kontes orang dengan bulu hidung terjelek di dunia bukan saya pemenangnya, dan pada kontes kecantikan bulu kaki sedunia juga bukan saya pemenangnya. (Sungguh kalimat yang sulit dimengerti).
  2. Tujuan saya blogging adalah:

1. Bersembunyi dan menyembunyikan sesuatu
2. Bersenang-senang
3. Bercerita
4. Berteman
5. Berkawan
6. Bersahabat
7. Mencari teman
8. Mencari kawan
9. Mencari sahabat
10. Mencari orang yang mencari teman
11. Mencari orang yang mencari kawan
12. Mencari orang yang mencari sahabat

Saya kira sudah cukup jelas dari pemaparan saya tersebut. Apabila ada yang ingin menambahkan, dipersilakan dengan hormat. Apabila ada yang ingin mengerjakan tugas ini secara berantai juga, saya persilakan. Namun, dari lubuk hati saya yang lebih dalam dari yang terdalam, saya tidak ingin merantaikan tugas ini lagi. Karena pada sebuah rantai panjang pun terdapat ujung. Dan kali ini saya memilih menjadi ujung rantai. <<– sok keren, padahal nggak tahu mau ngasih siapa…

BAB 3
Diary: Waktu

Waaaaah… Pegal nulis sok baku kayak di atas. Pegal. Pegal. Pegal. Sekarang saya tidak tahu apa bedanya pegal yang saya rasa sekarang ini dengan yang diinjak kalau mau ngayuh sepeda. Pokoknya, pegal. Huh…. Nah, sekarang sudah saya yang biasanya yang nulisnya acak-acakan seperti orang gila yang sudah hampir sadar dan seperti orang sadar yang hampir gila. Lega rasanya.

Hari ini, saya berpikir tentang waktu. Saya bertanya pada diriku sendiri tentang perihal waktu. Aneh. Saya tegaskan bahwa yang aneh itu bukan perihal saya nanya sama diri sendiri, tapi yang aneh itu soal waktu. Mungkin hanya saya saja atau ada orang lain yang menyadari ini juga. Waktu terasa semakin sempit. Entah yang menyebabkan hal ini adalah kuantitas waktu 24 jam itu sudah tidak cukup ataukah kualitas waktu yang 24 jam itu yang sudah tidak se-produktif dulu lagi.

Ada hal yang saya takutkan dari semua ini, perihal waktu. Konon, salah satu tanda-tanda kiamat itu adalah waktu yang terasa semakin sempit. Setahun terasa sebulan. Sebulan terasa seminggu. Seminggu serasa sehari. Dan seterusnya. Bayangkan saja, tadi saya pergi ke tempat fotokopi yang letaknya tidak jauh dari rumah saya, cepat pelayanannya dan saya mendapati jam dinding telah menggeser jarum panjangnya sejauh empat angka. Saya tidak menyangka akan selama itu. Perkiraan saya itu hanya akan memakan waktu lima menit.

Hal lain yang bisa saya lihat adalah perilaku adik-adik saya yang sudah besar-besar, tapi perilakunya masih kekanak-kanakan. Ini terjadi pada adik-adik saya di rumah dan adik-adik saya di kampus. Apakah waktu memakan usia mereka tanpa memberikan kesempatan bagi mereka untuk dewasa? Saya heran, bahkan hal ini juga saya sadari terjadi pada diri saya.

Adakah yang menyadari hal yang sama? Saya takutkan ketika saya kembali tersadar tentang hal ini, usia produktif ideal saya sudah jauh lewat sementara saya masih asik di depan netbook dengan masih status mahasiswa. Saya takutkan ketika saya atau siapa pun sadar tentang hal ini ternyata anak buah Izrafil telah memasang tangannya di leher kita untuk mencabut nyawa kita keluar. Saya takutkan ketika kita semua tidak sadar akan hal ini ternyata Ijrail telah mendapat perintah untuk meniup dan kita belum berbuat apa-apa untuk menghadapi kejadian itu.

Saya ingin berbenah. Saya ingat saya yang dulu. Saya ingat saya yang taat dan penakut dulu. Saya ingat betapa sering doaku terkabul dulu. Saya ingat. Mungkin sekarang hatiku telah berlumuran bintik hitam sehingga kelam. Mungkin saat ini jiwa kotor oleh dosa sehingga nista. Mungkin saja.

Hadew. Kok jadi renungan diri sendiri nih? Tapi nangkep kan apa yang saya maksudkan? Saya kira waktu semakin sempit dan semakin mempersempit peluang kita untuk berbenah. Jadi, yang paham maksud saya, mari kita berbenah sama-sama, ya! Waktunya untuk perbaikan karena waktu tidak pernah menunggu.

Iklan

16 thoughts on “Diary: All in One

  1. adoooh sumveh ngakak baca kata sambutannyah,,wkwkwk musti nahan2 senyum,takut dikira gilak ama orang kantor.hahah. tapi mendadak muram baca yg perenungannyah,, -_____-“

    Falzart Plain:
    Artinya saya berhasil dalam membawa emosi pembaca blog saya. Hehehe… terima kasih sudah membaca sampai habis. πŸ™‚

  2. ‘Tidak ada yang terburuk dan terbaik karena tidak ada tolok ukur yang pasti’, siiip…. Itu salah satu alasan terbaik untuk tidak menjawab pertanyaannya. Hahaha…..
    Makasih udah majang award-nya ya, Dok… πŸ™‚

    Falzart Plain:
    Hahaha… sama dengan Bang Nando kan?

  3. saya haris widodo datang kesini dengan damai dan mencoba terus berdamai dengan pemilik blog ini.

    oleh karena itu ijin kan saya untuk meninggalkan jejak.

    Falzart Plain:
    OK, tinggalkan jejak kaki Anda di tempat yang telah disediakan. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih… πŸ˜† Heh, dilarang kampanye di sini Bung!

  4. saya komen yang tulisan sambutanya ah,,,,
    saya hadir bos mau bayar utang nih,, maaf telat muluk,,,, hehe,,

    Falzart Plain:
    Sinih, mana hutangnya? Cepet bayaar!!! πŸ˜†
    Emang kamu ada hutang apa sama saya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s