Diary in Flash Fiction: Narablog yang Menunggu

Mencoba membuat Flash Fiction lagi. Tapi mungkin hanya akan dimengerti oleh segelintir orang saja, jadi saya minta maaf sebelumnya, ya. (307 kata)

Aku duduk termangu di depat netbook kesayanganku. Kupandangi lingkaran yang berputar sedari tadi. Lingkaran yang bermakna, “tunggulah, aku sedang memuat halaman webnya.” Maka setiap kali lingkaran itu begitu, aku pun menunggu. Entah aku sudah menungguinya lima detik, sepuluh detik, atau mungkin duapuluh menit. Rasanya lama sekali. Pikirku hari ini akan sama seperti hari kemarin dan kemarinnya lagi. Entah sejak kapan modemku ini berubah dari tidak bisa diandalkan menjadi sangat tidak bisa diandalkan. Rasanya sungguh mengesalkan.

Aku membuka sebuah program permainan catur untuk menghibur diriku menunggu lingkaran yang takhenti berputar itu. Permainan catur aku melawan komputer, kemudian permainan aku melawan aku. Entah sudah berapa lama waktu yang kuhabiskan untuk bermain catur, padahal aku hanya ingin membalas komentar di blogku kali ini, pekerjaan yang semestinya tidak akan memakan waktu lama.

Bokongku sudah terasa nyeri, sepertinya begitulah cara bangku kayu ini membalas beban tubuhku. Masih dengan layar program catur yang terbuka, kupandangi satu per satu nama komentator yang berurut di dasbor komentarku. Rasanya banyak yang belum kukunjungi balik, padahal aku ingin sekali menyapa mereka di blognya masing-masing. Teringat semalam tadi, aku sempat membuka blog salah satu dari mereka dan itu memakan perjuangan menunggu selama hampir setengah jam tiap halaman yang dimuat. Entah semalam aku sudah menghadiahi sepuluh kali skakmat kepada komputer, tapi halaman yang ditunggu tidak juga tampil.

Waktu selalu tidak menunggu, seingatku tadi masih pagi dan sekarang matahari di luar sana sudah malu-malu hendak pamit. Kembali ke posisiku sekarang, menunggu. Hah, rasanya lama sekali. Lama sekali. Rasanya membuat sebuah permohonan maaf atas ketidakramahanku membalas komentar pun akan memakan waktu begitu lama. Ini membuatku gelisah.

Kupandangi sekali lagi lingkaran yang takberhenti berputar itu, dan setelah kupandangi dia cukup lama, akhirnya dia malu dan menghentikan putarannya. Sejenak ada perasaan senang dan lega dari penantianku yang lama ini. Namun, ketika layar aplikasi catur itu kusingkirkan, tampak jelas di layar monitor:

This webpage is not available

Iklan

15 thoughts on “Diary in Flash Fiction: Narablog yang Menunggu

  1. Haha, DL, bang Falzart! πŸ˜†
    Ya, aku berempati padamu … bisa kurasakan betapa sakit yang kaurasa …
    Bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang yang sabar. Amiiin 😐

    Falzart Plain:
    Amiin… Tapi kok DL mulu? Setahu saya, DL itu artinya: “Derita Lo”, jadi… nyari perang nih? Hehehehe… πŸ˜†
    Eniwey, karena saya Falzart, jadi saya maafkan, saya akan sabar karena Allah beserta orang-orang yang sabar.

  2. *fufufufufufufufu /(^.^”) – ya, aku juga merasakan kesedihan akan keadaan yang telah kau rasakan… sungguh haru peruh rasa hati ini tapi berkata akupun tak bisa berkata apa apa .. tempatkan sabar mu dia atas sabarnya komputermu d(^o^”)

    pisssss v(^o^”)

    Falzart Plain:
    Hohohoho…. Sedih sekali memang, Bang Eko…

  3. Kak Falzart!!!
    ungent: kayaknya kamu perlu ikutan standing “blog” comedy deh! (kalau ada)
    hehehehhehehe πŸ˜›

    sumpah! kamu itu lucu!
    aku suka yang ini:
    – Entah sejak kapan modemku ini berubah dari tidak bisa diandalkan menjadi sangat tidak bisa diandalkan.
    —–> dirimu telah mewakili keluhan sejuta blogger πŸ˜€

    Falzart Plain:
    Adakah standing ‘blog’ comedy itu? Hehehe…
    Nah, kali ini pernyataan Mbak Isaura jauh lebih jujur dari sebelumnya. Dari dulu pengennya ada yang bilang saya lucu… πŸ˜†

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s