Diary: Sebenarnya Masih Cuek

Saya sebenarnya tidak begitu tega untuk cuek. Apalah daya begini diriku adanya. Setidaknya, tetangga saya, Bang Elfarizi telah merasakan apa yang saya rasakan selama ini (*terharu), dan hal ini setidaknya menunjukkan bahwa di dunia ini saya tidak sendirian. Eniwey, sepertinya Bang Elfarizi ini membutuhkan sedikit bantuan terkait Chibi Chara nggak penting yang biasa saya buat (katanya dia mau buat juga, tapi agak nyerah). Jadi, melalui kalimat barusan, saya menyatakan dengan tegas bahwa saya ternyata punya fans. Hahahaha….

Buat Bang Elfarizi, kalau sudah punya aplikasinya, nanti saya buatkan contoh buat Chibi Charanya deh, soalnya rencananya postingan ini mau dibuat postingan tutorial, hanya saja, saya selalu tidak tahu mau mulai dari mana. Tapi, syaratnya, tunjukkan saya foto mana yang akan saya buatkan jadi contoh. Hahay… Sudahlah ini bagian tidak pentingnya. Tapi saya serius tentang hal ini, sebagai bentuk apresiasi saya kepada fans saya yang penasaran. (huahahahaha… *membayangkan ekspresi Bang Elfarizi melihat fitnah ini)

Terus, saya mau mengucapkan selamat buat Bang Eko yang dengan sukses telah memulai debutnya di per-Chibi-Chara-an. Saya salut dengan hasil karyanya selama tiga hari saya tinggalkan. Salut sekali. Ternyata Chibi Chara yang rutin saya buat telah memancing kelahiran Chibi Chara yang lain di muka bumi ini. Jadi, sekali lagi selamat buat Bang Eko atas kelahiran Chibi Chara pertamanya. (Kapan aqiqahannya?) Eniwey, gambar di samping ini hanya copy-paste dari Chibi Chara Bang Eko yang setelah itu lebih dikenal sebagai EkoChibi, jadi begitulah. Itu adalah gambar EkoChibi dan Falzart Plain versi Chibi. Selanjutnya, Chibi Chara siapa lagi, ya, yang akan saya buat seperti begini juga? Hahaha…

Terus, saya mau perkenalkan field kerja saya di Macromedia Flash 8, begini:

Layer

Nah-nah. Saya bingung mau mulai dari mana. Intinya itu, saya bingung mau mulai dari mana. (repetisi supaya seru). Saya selalu pakai multiple layer untuk komponen Chibi Charanya. Pertama buka, pasti hanya akan ada satu layer, cara banyakinnya adalah dengan klik kanan di tulisan “Layer 1” terus, “Insert Layer”. Rename layernya dengan cara double-click di tulisan “Layer 1”, terus kasih nama sesukanya. Nah, kenapa saya pakai multiple layer? Sebenarnya untuk memudahkan saya saja. Misalkan, saya mau ngedit matanya, jadi layer yang lain saya kunci (gambar gembok), layer ‘mata’ bisa saya edit sesukanya. Begitu pula kalau misalnya ada bagian yang mengganggu pengelihatan, bisa disembunyikan sementara dengan kasih cross di samping gambar gembok. Cara mengetahui layer yang sedang aktif adalah dengan melihat yang ada gambar pensilnya (tempat di samping gambar cross dan gembok). Kalau di gambar di atas, layer yang aktif adalah ‘Layer 9’

Tools

Nah, Tools itu adalah yang saya pake buat menggambar. Ada di sebelah kiri di gambar. Jelas, tulisannya Tools. Saya jarang meng-klik bagian tools karena sudah hampir hapal semua shortcut key alias tombol cepatnya.

Tekan ‘V’ untuk narik-narik garis objek, namanya “selection tool”, letaknya di sudut kiri atas kotak Tools. Saya suka objek yang abstrak, entah kenapa. Kalau objek belum abstrak, tandanya biasanya ada kotak biru di perbatasannya. Saya akan tekan ‘Ctrl-B’ untuk ‘menghancurkannya’ dan membuatnya abstrak. Ini tool kesukaan saya, bisa geser objek, edit garis, edit sudut, pokoknya narik-narik gak jelas. Kursor akan kelihatan warna hitam kalau tool ini aktif.

Tekan ‘A’ untuk narik sudut tanpa mengganggu garis, namanya ‘subselection tool’, letaknya di sudut kanan atas kotak Tools. Objek akan kelihatan sudutnya dan alur kurvanya kalau tool ini aktif. Saya biasanya pakai tool ini kalau ada sudut yang ‘liar’, tidak diharapkan. Biasanya sudutnya nggak kelihatan kalau pakai ‘selection tool’, jadi saya pakai tool ini untuk kepentingan itu. Kursor kelihatan warna putih kalau tool ini aktif.

Tekan ‘Q’ untuk narik-narik sudut secara keseluruhan. Biasanya kalau mau membuat benda datar manjadi berbentuk perspektif, saya pakai tool ini. Model kursornya sama dengan Selection Tool. Ini tool kesukaan saya juga.

Tekan ‘F’ untuk mengatur gradasi warna. Biasanya kalau warnanya linier, atau radial, yang jelas bukan none, bukan solid, dan bukan bitmap di kotak color di kanan atas itu lho… Bisa di atur dengan tool ini dengan mengklik di objek yang berwarna gradasi itu. Perhatikan color di samping kanan. Ada ‘Color Swatches’ ada ‘Color Mixer’. Dalam ‘color mixer’, ada yang gambar pensil, itu menunjukkan warna garis, ada yang gambar teko, itu menunjukkan warna isi, terus di kanan itu ada ‘type’, itu yang diatur, apakah warnanya mau tidak ada(none), solid (satu warna), linier (banyak warna motif garis), radier (banyak warna motif lingkaran memusat), bitmap (gambar nggak jelas yang ada di file). Biasanya hanya ada 2 warna di linier dan radier, membuatnya menjadi banyak itu gampang sekali. Nanti saya ajarkan selanjutnya bagaimana. Ini tool yang saya pakai untuk membuat mata Chibi Chara saya menjadi sedemikian rupa.

Tekan ‘N’ untuk buat garis. Biasanya saya hanya membuat garis untuk alat bantu untuk membuat sudut dan garis, setelah objek yang diinginkan sudah jadi, saya biasanya menghapus garisnya. Misalnya saya mau membuat setengah lingkaran warna hitam dan setengahnya lagi warna putih, jadi saya tarik garis di tengah lingkaran, terus isi setengahnya dengan warna hitam, setengahnya lagi warna putih, terus saya hapus garisnya. Saya biasanya pakai tool ini untuk kepentingan itu saja.

Lasso tool (L), dan Pen tool (P) jarang saya pakai. Skip aja dah.

Text tool, tekan ‘T’, untuk membuat teks. Nah, kalau membuat teks itu biasanya tidak bisa terlalu bebas di transform dengan Free Transform Tool (Q), makanya biasanya saya hancurkan sampai abstrak dengan tekan ‘Ctrl-B’ sampai bodoh (berkali-kali). Nanti saya ajarkan lebih lanjut kesesatan ini.

‘O’ untuk membuat lingkaran, dan ‘R’ untuk membuat kotak. Jelas.

Sisanya yang di bawah itu, coba saja sendiri. Tapi spesial untuk Eyedropper tool (I) dan Paint Bucket Tool (K), itu adalah tool yang sering saya pakai untuk meng-copy warna. Itu salah satu tool kesukaan saya juga.

Ekstrem deh, saya orangnya tidak bisa menjelaskan dengan terlalu panjang lebar. Nanti saja lanjutannya ya. Capek. Intinya, semua tool yang di atas itu adalah tool yang saya pakai untuk ‘menggambar’ objek. Selamat berkreasi ya! Ini memang nggak jelas, nanti saya posting lagi saja.

Terus, saya juga mau memajang Award. Daripada tidak saya pajang-pajang, nanti saya lupa kalau saya pernah dapat Award spesial ini:

Saya dapat dari sini.

Sudah, ya. Saya mau undur diri dulu, mau kembali cuek-cuekan dulu. Jadi, saya permisi dulu.

Iklan

16 thoughts on “Diary: Sebenarnya Masih Cuek

  1. wow … wow … wow … cara bikin chibi nih, harus ikut belajar, ayo terin lagi …
    wah harus ucapin selamat nih, udah melahirkan chibi2 lainnya, 😀

    Falzart Plain:
    Nanti ya, Bang… nanti saja saya teruskan… 🙂
    Eniwey, yang melahirkan tuh, Bang Eko lho… bukan saya… 😆

  2. wahahahahahah punya saya kok gak keren ya =))

    hadouhhhh bang falzart kami meridukanmu ( ishhh beneran tuch mas eko *sahabat khayalan ) iya – abis kalo nengok kesini gak ada orangnnya hadouhhh.

    tapi tak apa lah, selamat datang kembali bang falzart, 3 hari tak melihatmu.

    Terima kasih Sudah kembali walau sesekali 😥
    Terima kasih Juga menyempatkan diri bertemu denganmu walau hanya bentuk Chibi 🙂
    Terima kasih Sudah mau Berbagi 😀 pokoknya saya gak boleh cuek nich harus terus semangka biar EkoChibi bisa sekeren Falzart Plain ( Chibinya loch ya – teteppp ) *hehehehehe

    d(^0^”) senang melihatmu – tetap semangat ya 🙂 – jangan pernah pergi, kembalilah walau sesekali
    jiayooooo

    Falzart Plain:
    Punya Bang Eko keren kok… Jangan lihat yang pertamanya, lihat yang setelahnya… 🙂
    OK… saya akan tetap semangat!

  3. selamat pagi dokter,.. hehey,…hany berkunjung,.. terimaksih sudah memberi penjelasan di postingan saya yang lalu,.. hehey,… ;D chiby memang terdengar unyu di telinga,..;)

    Falzart Plain:
    Eh, jangan berlebihan nyebut kata dokternya… Saya belum…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s