Diary: Mata

Saya sedang tidak memikirkan apa-apa ketika membuat posting ini. Keadaanku saat ini bisa dikatakan dalam predikat sedang. Sebenarnya, buruk sih, hanya saja saya pernah mengalami yang lebih buruk dari ini, makanya ini terasa tidak buruk-buruk amat. Parah, ya? Sudahlah. Hari ini saya bukan dalam state yang ingin melucu ataupun state ingin menulis posting yang pakai kata ‘aku’. Saya mau posting dengan kata-kata biasa saya saja.

Pikiran saya saat ini bisa diarahkan ke arah mana saja yang saya inginkan. Hanya saja, netbook bermodem adalah sesuatu yang berada di depan mata saat ini, maka netbook inilah yang saya jamah saat ini. Maka, posting ini akan bertema ‘Mata’. Pokoknya sejauh mata memandang, itulah yang akan dijamah.

Jadi teringat tentang Mata, kadang memandang mata seseorang itu dapat membuat takut. Ya, saya memang penakut dalam hal pandang-memandang. Yang saya sukai dari mata ini adalah karena dengan melihat mata seseorang, kita dapat mengetahui, menerka-nerka, dan mengira-ngira apa isi dan maksud tatapannya. Mata itu cermin jiwa, meskipun ternyata itu adalah cermin yang sulit dibaca.

Pernah ada sebuah pemainan ‘diam’ yang saya mainkan dengan teman-teman. Cara mainnya diawali dengan undian kertas yang isinya peran. Dari sekian banyak kertas undian itu, ada satu yang tulisannya pencuri, dan satu yang tulisannya polisi, sisanya tulisannya adalah warga. Jadi, misalnya kalau ada enam orang yang main, maka kertas undiannya ada enam, yang terdiri dari satu kertas bertuliskan pencuri, satu kertas yang bertuliskan polisi, dan empat kertas yang bertuliskan warga. OK, bahasan pra-permainannya jelas?

Nah, cara mainnya adalah begini. Semua pemain duduk melingkar dan diam. Tidak boleh ada pemain yang mengetahui undian (peran) pemain lain. Tugas pencuri adalah memberi kode lewat mata kepada semua warga tanpa diketahui polisi. Tugas polisi adalah menebak siapa si pencuri dengan tegas (tidak pakai kode mata). Tugas warga adalah menyamarkan si pencuri dan polisi. Ketika warga mendapat kode dari seseorang, pastilah yang memberi kode itu adalah pencuri. Warga yang mendapat kode wajib membuka kertas undiannya, dan membuktikan dirinya adalah warga, setelah itu keluar dari permainan. Kalau semua warga keluar dari permainan, pencuri menang. Kalau pencuri kedapatan oleh polisi, polisi menang. OK? Bisa dimengerti?

Saya duduk melingkar dengan teman-teman yang lain. Saya memutuskan untuk memasang ‘tatapan mata paling mengerikan’ saya. Peran saya kebetulan adalah warga. Alhasil, saya yang dikira pencuri. Eh, nggak ding, si polisi bingung kok yang bergelagat pencuri dua orang? Warga yang lain juga bingung, siapa pencuri sebenarnya. Hahaha… warga yang lain kiranya saya ngasih kode ke mereka, padahal tidak. Ternyata, mereka merasa ‘risih’ dan ‘takut’ dengan tatapan mata saya, mereka artikan itu sebagai kode. Hahay… Jadi, permainan berakhir dengan kemenangan si Pencuri karena si Polisinya salah tangkap. 😆

Nggak ngerti? Ya, sudahlah. Intinya, tatapan mata saya ini seperti tatapan mata orang jahat :twisted:, padahal sebenarnya saya takut berhadapan mata dengan orang lain. 😆

Sedikit tutorial untuk bikin mata Chibi Chara di Flash (versi saya):

  1. Buka Flashnya, perhatikan baik-baik gambar berikut.

  2. Tekan O, atau cari Oval Tool, buat lingkaran sambil tekan Shift. Lepas kliknya dulu baru lepas Shift-nya.

  3. Pastikan lingkaran yang dibuat itu ada isinya, biar tidak ada bordernya bisa juga, yang penting ada isinya. (Kalau gak ada isi tengahnya, tekan K terus klik di tengah lingkaran). Terus, tekan V dan klik di tengah lingkaran.
  4. Ambil Color, Color Mixer, ganti “Type:” (yang kotak warna biru di atas) jadi Radial. Kemudian, di bagian bawah akan ada tampilan begini… Set warnanya dengan menggeser-geser (1) dan (2), doubleklik di sana untuk cari warna, atur “Alpha”-nya jadi seenak perut, terserah berapa persen (semakin rendah “Alpha”-nya, semakin transparan.)
  5. Kalau sudah jadi seperti ini, tekan F untuk mengatur warna putihnya di mana. Biasanya saya taruh di sudut atas.
  6. Setelah itu, tekan V, terus tekan Ctrl-C (copy), terus Ctrl-Shift-V (paste di tempat), terus Ctrl-Alt-S (Scale dan Rotate), terus ‘Scale’ jadi 45 persen atau sesukanya.
  7. Kalau sudah, tekan V dan klik objek salah satu lingkaran yang di luar, ganti warna radial-nya menjadi <Hitam(2) dan Putih(1)> dan lingkaran lain menjadi, <Warna terserah(2) dan Putih(1)>
  8. Sudah keren kan? Sekarang tinggal bikin frame matanya dengan klik N, dan tarik garis. Kalau garis lurus sudah terbentuk, tekan V dan tarik sisi garis lurus itu sampai berbentuk lengkung. Bikin lagi sampai modelnya seperti mata.
  9. Kalau sudah, seret kedua garis yang sudah berbentuk frame mata itu ke arah bola mata dan atur sesukanya.
  10. Nah, sekarang tinggal potong bagian yang tidak diinginkan.
  11. Begitu saja deh.
  12. Kalau ada pertanyaan, di kolom bawah, ya… Sekalian saya belajar bikin tutorial (saya yakin ini adalah tutorial ter-geje se-abad 22)
Iklan

14 thoughts on “Diary: Mata

  1. Matamu yang seperti penjahat itu hanya sandiwara atau memang demikian adanya, Zart? Heuheu 😆

    Terima kasih tutorialnya dari kemarin. Masih terus dicoba, dicoba, daaan dicoba 🙂

    Falzart Plain:
    Kayaknya memang demikian adanya, Bang… 👿 :twisted:, Huahahahahaha…. 😆
    Saya masih mengevaluasi diri, kira-kira tutorial saya ada yang ngerti gak ya?

    • sejujurnya ada 2 kemungkinan —> 1. tutorialmu memang sulit dimengerti 2. sayanya yang terlampau lemot untuk menyerap … tapi, lebih jujur lagi, saya sangat mengapresiasi bantuanmu, sobat … buktinya, saya terus melototin flash sebelah kanan layar, dan tutorialmu sebelah kiri … 😀

      Falzart Plain:
      Harap lapor kalau ada kesulitan soal ini, ya. 🙂

  2. Dulu aku juga main itu. Polisi maling.
    Tapi pake kartu remi. Polisi sama malingnya ditentuin kartunya apa.
    Tapi harus banyakan sih mainnya…
    Kalo cuma berdua gak bisa.
    Ya iyalah…

    Falzart Plain:
    Kartu remi? Jadi mainnya ada 13 dikali 4 ditambah 2, jadi ada… 54 orang yang main? Dhueeee… gile!
    Dua orang yang main? Itu mah namanya gak main, itu murni undian tanpa permainan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s