Diary: Ide? Aaarrrggghhhh!!!

Setelah menunggu 36 menit, akhirnya halaman New Post terbuka juga. Menunggu memang hampir selalu makan waktu segila itu, utamanya kalau lagi daring (online) di rumah. Lumayan, setidaknya saya sudah bisa buat satu postingan lagi khusus untuk hari ini. Hahaha :lol:, ya maksud saya benar-benar lumayan lah meskipun saya menganggap ini konyol. Kemungkinan besar saya tidak bisa blogwalking lagi hari ini.

Itu tadi anggap saja intronya ya. Ya, saya tahu setelah Dono dan Kasino meninggal, Intro tinggal seorang diri dengan kepala yang semakin cemerlang, saya tahu. Hari ini Intro mau membahas, eh maksudnya saya mau membahas tentang… tentang… tentang itu… eh anu.. apa ya? Kok saya jadi lupa mau membahas apa? Ada yang bisa ingatkan saya? Aduh, efek kelamaan nunggu loading nih jadi begini, ditambah faktor umur yang sudah … begitulah.

Paragraf di atas adalah pemborosan kalimat, harap jangan ditiru. Sebenarnya saya hanya sedang kehabisan ide untuk dibuat posting. Benar-benar kering ide. Biasanya pas di depan netbook, ide langsung mengalir ke kepalaku, jadinya saya malah keramas pakai ide #plak. Selamanya ide-ide yang bermunculan ketika saya menulis posting bertajuk “Diary” adalah segala sesuatu yang saya pikirkan selama seharian. Saya berhipotesis mungkin pikiran saya telah mengalami kemunduran (demensia) sehingga tidak bisa merasakan kesan yang layak lagi untuk dijadikan ide (sok tua, demensia: kemunduran otak, paling sering pada usia 65 tahun ke atas). Hadeuw, kok saya malah jadi menghina diri sendiri, nih.

Sebenarnya ada ide untuk membuat tutorial yang seperti kemarin, atau seperti kemarinnya lagi, tapi saya merasa tutorial itu sungguh sangat tidak jelas. Ya, dari sebuah penelitian yang saya lakukan dengan dua orang responden, yang di mana salah satunya adalah saya sendiri, menunjukkan bahwa seratus persen responden menyatakan tidak mengerti terhadap apa yang saya tuliskan. Hal ini bermakna penurunan drastis dari keefektifan proses belajar mengajar melalui perantaraan blog yang dilakukan oleh saya. Melalui hal ini pula, dapat menjadi pertimbangan bagi saya untuk sedikit menunda waktu dalam hal membuat tutorial selanjutnya, meskipun sebenarnya hal yang melatarbelakangi hal tersebut lebih cenderung kepada kurangnya ide dari saya sendiri. Ini adalah paragraf bego yang dibuat sok keren, tolong jangan terlalu ditanggapi serius.

Terus, sebenarnya juga ada ide untuk membuat kisah ke-“aku-aku-an” seperti yang ini dan yang ini, tapi saya pikir sekarang ini telah terjadi sesuatu kepada ketiga tokoh itu. Detailnya, si Hitam sedang menulis posting ini, si Merah sedang ketawa-ketiwi sendiri, dan si Hijau sedang tidur setelah sebelumnya memberi hukuman kepada si Merah dan si Hitam. Hukumannya, sederhana sih yaitu jangan daring kalau sudah di atas jam 9 malam. Hukumannya berlaku sampai si Hijau lupa dengan aturannya sendiri. Dan karena sekarang bukan di atas jam 9 malam, saya daring. ya, definisi di atas jam 9 malam itu sebenarnya apa saya juga kurang mengerti.

Saya merasa kurang berperan di dunia nyata sekarang ini. Yang saya lakukan mayoritas adalah tidur dan daring, begitu seterusnya. Selebihnya saya bingung mau ngapain. Hah, padahal sebenarnya banyak pekerjaan yang semestinya saya lakukan, tapi malas. Rasa malasnya begitu melekat, begitu indah, dan begitu nyata. Luar biasa!

Sudah deh, saya akhiri curhat kurang ide ini. Wassalam. πŸ˜† :mrgreen: πŸ˜€ πŸ™‚ πŸ™„ 😐 πŸ˜• 😦 😑 πŸ‘Ώ 😈

Iklan

21 thoughts on “Diary: Ide? Aaarrrggghhhh!!!

  1. wahahahahahaahhaa nah ini yang ditulis kan juga dari ide bang falzart =))

    d(^o^”) penasaran sama si merah ngetawain apa hahahahahahah

    S E M A N G A T d(^o^”)

    Falzart Plain:
    Sebenarnya si Merah ngetawain tulisannya si Hitam sih… πŸ˜†
    SEMANGAT!!!

  2. walau kehabisan ide,, tapi kamu hebat lho bisa posting tiap hari..
    kalau aku kehabisan ide.. ya sudah lah.. gud bay bay postingan..

    Falzart Plain:
    Sebenarnya ya Mbak… Terlalu banyak postingan saya yang idenya muncul pada saat di depan netbook. πŸ™‚
    Heran saja, kok kali ini gak muncul idenya.

  3. waaaahhh.. kurang ide gini, tulisannya panjang dan bisa nutupin tuntutan tulisan hari ini… wah.. wah…

    salm hangat bukanperantau πŸ™‚

    Falzart Plain:
    Panjang tapi ngaco… πŸ˜†
    Salam Hangat bukan bukanperantau juga…. πŸ™‚

  4. emang sih kalo sedang kekeringan ide, daya kreativitas bisa menurun, saran dari saya minum air kembang setaman yang udah dicampur liur kadal Galapagos (spoiler) πŸ˜†

    Falzart Plain:
    Sebelumnya saya sudah coba resep itu, hanya saja saya bingung campurannya, pertama kembang setamannya itu dari taman seluas berapa hektar, terus kada Galapagosnya yang usia berapa, dan liurnya diambil berapa cc, terus bingung juga mau direbus atau dikukus, atau malah digoreng? πŸ™„

  5. Lho, seharusnya gak ada yang namanya “kurang ide”. πŸ˜€
    Itu coba lihat sekeliling. Ada gelas, piring, buku, tumpukan kertas, meja kerja, speaker, modem, router, obeng, gunting, hingga bak mandi. Semua bisa jadi bahan posting-an. :mrgreen:

    Falzart Plain:
    Hehehe… iya ya… Tapi kan gak semua sama enaknya… Misalnya, menurut saya lebih enak perkara ‘kurang ide’ yang diangkat sebagai sebuah posting daripada perkara ‘buku’… πŸ˜€ <<— balasan komentar yang gajel…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s