Diary: Keisengan Baru

Pertama-tama, saya mau memperkenalkan tempat baru saya, tempat baru untuk menulis fiksi. Tempat yang isinya bakalan fiksi, jangan terlalu percaya apa isinya. Beberapa bulan yang lalu, saya juga pernah membuat tempat serupa di sini, yang saya jamin, pasti gak bakalan nyambung. Entah kenapa bisa begitu, kemungkinan karena jumlah kunjungan per harinya kurang (sok tahu).

Ya, sudahlah. Saya minta kunjungannya ke sana saja. Maaf belum kunjung balik, belum blogwalking pekan ini. Soalnya, banyak hal terjadi. Hal-hal yang terjadi itu begitu meluluhkan semangat. Bagaimana tidak? Saya tidak posting tiga hari bukan karena tidak rindu atau tidak kangen dengan blog ini, tetapi karena masalah modem. Yap, seperti yang katakan sebelumnya, modem saya dipakai ayah saya. Ternyata, ketika modemnya balik, masa aktif unlimited-nya bulan ini sudah habis. Artinya, saya harus isi pulsa lagi.

Saya tidak bisa langsung isi pulsa karena saya sedang diturunkan untuk tim medis sirkumsisi (sunatan massal) hari Minggu kemarin, beli pulsa baru keesokan harinya. Makanya baru bisa posting untuk hari ini.

Rasanya agak jenuh juga, seperti yang dirasakan Bang Elfarizi, tapi sesungguhnya saya jadi lebih jenuh lagi setelah mengetahui ada orang lain yang jenuh (maksudnya setelah membaca posting itu).Β Rasanya saya jadi jenuh kuadrat. Untung saja masih ada yang semangat, jadi saya masih terpengaruh untuk tetap posting. Nggak ding. Saya adalah saya, saya tidak terpengaruh oleh sesuatu yang tidak sesuai dengan tujuan saya. Jadi, selama itu bagus untuk tujuan saya, saya akan mempertimbangkan sesuatu. (Gakjelas)

Sudahlah, kemungkinan besar, saya akan membatasi diri dulu dari dunia posting-posting, mungkin bakalan gak se-intens dulu. Saya harus bersiap-siap untuk perang besar. Saya harus jadi orang besar suatu hari, harus. Kalau saya tidak bersiap dari sekarang, saya akan jadi korban perang lagi. Saya tidak mau begitu. Tidak mau… Wahai blog-ku bertahanlah tanpa diriku… (Lebay)… Nggak ding, saya akan posting seperti biasanya, tapi saya harus mengatur konsentrasi mulai sekarang.

Ini posting yang gak jelas, ya? Luar biasa…

Iklan

17 thoughts on “Diary: Keisengan Baru

  1. wah ntu coment sendiri bales sendiri. . . . hehehehehe

    fokus pada satu dulu. . . . sambil liat mereka2 yang intens punya beberapa blog tapi rame… mungkin dengan ngadain giveaway gitu. . .

    Falzart Plain:
    Di mana? Di mana? Komen Mas Eko maksudnya? Ini tetap blog saya kok. Blog satunya itu rencana hanya untuk fiksi semata.

  2. wakakakak … gak enak nih kasih sugesti negatif πŸ™‚
    padahal aktivitas luring cukup buat saya nyaman sampai lupa isi pulsa modem (lebih tepatnya nunggu awal bulan, hahaha)

    Semangat Bang Falzart,
    mari silturahim dan menebar manfaat,
    baik daring atau luring πŸ™‚

    Falzart Plain:
    Kadang-kadang luring itu bikin produktif di dunia maya, lho…
    Salam silaturahim juga. πŸ™‚

  3. ternyata puny abanyka waktu jg kamu ya Falz, nyatanya masih bisa punya rumah baru
    kalau aku puny asatu blog saja dah kewalahan

    Falzart Plain:
    Ya iyalah kewalahan kalau blognya kayak punya Mbak Ely. Kan pengunjungnya banyak, komentarnya banjir, jadi pasti susah untuk ngatur rumah barunya, Mbak. πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s