Surat untukmu, Jom

Teruntuk adikku, Jombreng.

Aku harap kau masih mengenali nama kesayangan yang kuberikan kepadamu, Jom. Hahaha, aku tahu kau di sana pasti sedang sibuk dengan urusanmu, seperti halnya aku. Aku tahu persis karena selama kita masih bersama tinggal di rumah dulu, kita selalu meluangkan waktu kita untuk sekedar berkelahi bersama. Sekarang aku lebih banyak menghabiskan waktuku di kampus, dan kau baru saja akan menghadapi dunia yang tengah kuhadapi ini.

Aku ingat saat aku pulang ke rumah dan mendapatimu menggantikan posisiku sebagai anak sulung, kau sudah tidak seperti dulu lagi. Kau lebih hancur! Hahaha… Entah sejak kapan kau galau, Jom. Bukan maksudku bahwa kakak kesayanganmu ini tidak pernah galau, tapi gaya galaumu itu aneh. Sudahlah, bernostalgia tentang galau bergalau itu bukan kebiasaan kita, yang jelas ingatlah bahwa ayah sudah mengajari kita bagaimana menghadapi galau. Jadi, kuanggap kau sudah cukup dewasa untuk menghadapi galaumu, maafkan aku jika kakakmu ini tidak bisa menjadi teman curhatmu seperti dulu.

Intinya, kakakmu sedang kangen dengan dirimu. Aku memang tidak jauh dari rumah, hanya sekitar 20 kilometer dari tempat kita biasa tidur bersama, tapi kesibukan lah yang memisahkan kita. Di kampus, kadang aku memimpikanmu. Kau tahu, aku tidak mengerti itu termasuk mimpi indah atau mimpi buruk, karena dalam mimpiku itu kau sedang menarik kelingkingku masuk ke dalam hidungmu untuk mengorek upil. Di satu sisi, aku rindu gelagat lucumu yang menjengkelkan itu, di sisi lain aku takut setiap mimpiku tentangmu hanya akan bercerita tentang upil menjengkelkanmu yang selalu membawa kita kepada duel sampai menangis. Sekali-kali aku ingin bermimpi lain, aku yang menarik jarimu masuk ke hidungku. Aku tahu kalau menurutmu upil itu lucu, tapi kutegaskan sekali lagi ya Jom, itu tidak keren.

Hahaha… Lama nian kupandangi foto masa kecil kita, adikku yang tersayang. Tahukah kau bahwa aku saat ini mempunyai banyak sekali adik? Ada yang di rumah, dan ada yang di kampus, dan semuanya kuanggap adik. Kau cukup percaya bahwa kau adalah adik yang istimewa. Kenapa? Karena kaulah orang pertama yang menjadi adikku. Aku tahu kita berdua sudah sama tinggi, sama besar, bahkan kau lebih kekar, tapi bagiku kau adalah adikku seperti waktu kita pertama kali bertemu. Adikku yang paling lucu, tampan, sekaligus menjengkelkan. Kapan-kapan kita bertemu lagi kalau aku pulang, dan soal adu upil kupastikan aku yang menang!

Kakakmu yang lagi kangen,
Falzart Plain
(Kau tahu bagaimana aku menyebut diriku di dunia maya)

Tulisan ini diikutkan pada GIVEAWAY : Β Aku Sayang Saudaraku yang diselenggarakan olehΒ Susindra.

Iklan

15 thoughts on “Surat untukmu, Jom

  1. waduh di Jombreeeng lagi galauuuuu /(^.^”) – sepertinya masih berkutat dengan pertengkaran upil ya hahahahaa d(^o^”)

    Falzart Plain:
    Jombreng galau karena persoalan apa ya? Kemungkinan besar soal disuruh belajar, kemungkinan kecil karena ‘wanita’.
    Perang-perangan upil itu ulahnya dia saja, ya… Saya hanya melayani. πŸ˜€

    • WAHAHAHAHAHA melayani dengan senang hati yang bang falzart hhihihihihi /(^o^”)

      boleh diberikan resep galaunya kepada kita kita yang sedang galau bang hehehehe

      soalnya terkadang saya sering galauuu <— ngaku

      Falzart Plain:
      Galau tentang apapun, serahkan pada yang di atas. Kalau jalannya sudah terlintas, jangan mengeluh. Maju saja. Resep galau ayahku adalah sholat malam, sebetulnya.

  2. Bepisah dengan adik untuk mengejar cita-cita memang membuat kangen, apalagi jika sering bercanda dan bertengkar bersama. Tapi mimpinya kok aneh, ya? Hihi.. saya sampai senyum2 sendiri membacanya.
    Terima kasih sudah ikut Ga saya, terima kasih untuk pembelajaran cinta kakak-adik, dan surat indahnya.

    Salam hangat dari Jepara
    Susindra

    Falzart Plain:
    Iya, sama-sama, Mbak… πŸ™‚

  3. Saleum,
    Ungkapan rindu yang bikin santai, mantap benget jika adikmu ngebacanya sob, pasti tertegun dia sejenak macam patung duduk.
    semoga sukses GA nya… gudlak..

    Falzart Plain:
    Dia pasti ngakak, Bang.
    Eniwey, Thanks. πŸ˜€

  4. wah perang upil dong… ambil upil masing2, gulung, sentilkan… hahaha

    falzart aku mendukungmu… hahah

    Falzart Plain:
    Saya lebih suka yang menggunakan ‘jari ajaib’. Jari yang ditakuti kalau belum kena, tapi bikin marah kalau sudah kena. Hahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s