Diary: ….

Kadang terasa bingung mau menulis apa, hanya saja dari lubuk sanubariku yang berbicara selalu terbesit kata, “Aku mencintaimu.” Entahlah, aku tidak begitu tahu persis siapa yang berbicara di dalam sana, apakah diriku, atau nafsuku, atau akal sehatku, atau takdirku. Aku sekarang tengah berada di sudut ruangan, menunggu waktu yang bergulir sembari memperhatikan dirimu yang cantik tidur dan terbangun di tengah ruangan ini. Entah saat aku menulis ini dirimu sudah sholat shubuh atau belum, yang kutahu adalah peranmu saat ini adalah peran yang berat seperti yang kualami tahun lalu, dan itu jelas mengindikasikan bahwa kau begadang berat semalam.

Paragraf kedua yang kutulis ini sedikit berbeda dengan yang paragraf sebelumnya. Mungkin pagi telah membangunkanmu hingga membuatmu sadar akan waktu dan sedikitnya durasi tidurmu. Dan kupikir dengan gelagat bangun tidur yang tergesa-gesa seperti itu kau akan beranjak untuk sholat shubuh dan pulang ke rumahmu nun jauh di sana. Ya, sepertinya memang begitu ya wahai ‘gadis pertama’? Diriku yang sederhana mengamatimu setiap hari ini hanya berharap kau baik-baik saja dalam menghadapi semuanya.

Iklan

18 thoughts on “Diary: ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s