Diary: Labil

Kondisiku sekarang sedang labil. Terombang-ambing antara perubahan dan sesuatu yang lama. Tolong deh, jangan minta contoh. Ya, jangan minta contoh karena sepertinya terlalu banyak yang bisa disebut contoh dan hampir semuanya terasa berat di hati. Hehehe, maksudku ‘hati’ di sini bukanlah hati yang biasa disebut liver atau hepar. Bukan.

Terombang-ambing begini memang tidak menyenangkan. Mungkin rasanya seperti orang yang nembak cewek terus jawabannya masih nge-gantung, belum iya, tapi belum tentu tidak. Ya, tolong jangan salah sangka dulu. Saya tidak pernah nembak cewek ya, saya hanya mengira-ngira saja bagaimana rasanya. Intinya berada dalam area abu-abu yang gak jelas hitam atau putih itu gak enak. Entah kalau ada yang suka.

OK, meskipun di awal tadi kukatakan jangan minta contoh, saya kasih tahu deh contohnya. Hal yang paling besar adalah konsep ‘perubahan’ dalam 287 hari yang ternyata batasnya sudah tinggal sepekan lagi. Nah, ketahuan kayaknya ya apa hal yang paling menonjol dalam konsep perubahan itu, hal yang paling mengganggu pikiranku. Ibaratnya kalau saya lagi hijrah, tubuh saya sudah berpindah tapi hati saya belum sehingga saya masih belum bisa bersikap layaknya orang yang hijrah. Entah kenapa rasanya sulit sekali.

Yah, sepertinya saya tidak bisa terlalu jauh berbohong tentang hal ini. Mungkin ada yang mau baca komen-komenanku di salah satu postingnya Mbak ElyΒ yang membahas tentang cinta. Saya memang sedang berusaha hijrah, tapi susah, masih ada akar tumbuhan cinta yang menjerat hatiku di sana *alah, dengan begitu tugasku adalah membunuh tumbuhan itu supaya tidak ada lagi yang menjeratku. Tapi, sayang rasanya. Delapan tahun kupelihara tanaman itu hingga ia tumbuh besar dan kini harus kubunuh? Ah, apakah diriku sanggup? Kurasa tidak semudah itu. Bahkan waktu 281 hari tidak bisa mengubahnya, jadi sanggupkah sisa 6 hariku membunuhnya?

Eniwey, seperti yang tertera di kalimat terakhir postingannya John Terro, yaitu: “kenapa kau tenggelam dalam kegalauan, sedangkan dunia menunggu untuk kau taklukkan?”, saya pun akan berusaha mendalami maksud pertanyaan itu. Saya punya banyak potensi, tapi sepertinya kurang bekerja keras. Maksudnya, saya sangat mungkin melakukan perubahan ini dengan sepenuh hati, tapi saya tidak melakukannya, karenaΒ saya tenggelam dalam kegalauan.

Kembali ke pertanyaan, sanggupkah sisa 6 hariku membunuhnya? Sebenarnya saya punya opsi lain selain membunuhnya. Opsinya adalah dengan membiarkan tumbuhan itu apa adanya saja. Akan tetapi, ya artinya saya sama sekali tidak berubah deh. Soalnya, yang selama ini saya lakukan sebenarnya seperti yang dituliskan Kang Azzet, hanya saja kadang pikiranku terpeleset ketika lagi galau seperti ini. Jadi, baiknya bagaimana? Full move on or still be like this? Atau mungkin saya baiknya memaknai ini sebagai sebuah titik balik saja, ya? (LABIL)

SMZYS9DX4TMU

Iklan

22 thoughts on “Diary: Labil

  1. Hmm, sekarang saya mau menulis apa di sini?

    Ketika seseorang berlarut-larut dalam keadaan yang tidak menyenangkan, dia harus memilih tetap berada di situ atau segera pergi. Banyak orang sering merasa nyaman dalam ketidakbahagiaan. Untuk terus maju, kita harus berani mengambil keputusan untuk keluar dari rasa nyaman itu. Jika semua hal sudah diupayakan untuk keluar, tapi tidak bisa. Maka bisa dipastikan kalau kita masih membawa-bawa kenyamanan itu dalam kantung kita (berharap bisa keluar bersama kenyamanan itu). Jadi, lepaskanlah sesuatu yang membebani itu. Caranya… ikhlas. Sesuatu yang memberatkan itu biasanya karena kita tidak ikhlas.

    Falzart Plain:
    :-)Itu yang sulit sebetulnya, saya sebenarnya sudah tahu sejak lama.

  2. still be like this yo hahahahahaha….

    galau bimbang risau karena jatuh cinta ya – wuhhhhhhh, cinta itu anugrah kenapa harus dibunuh ?????

    ( eh bang falzart lagi galau ya, jangan pernah kau bunuh cinta karena nanti iya akan berbalik membunuh mu loch… biarkan saja apa adanya tapi bang falzart menjadi diri yang mampu mengendalikan dan mengatur cinta, kapan ia datang dan harusnya tidak datang, kau lah pemilik hati jadi yang mengusaimu adalah dirimu bukan C I N T A, ehh kita belum kenalan ya d(^o^”) *sahabat khayalan )

    loch loch loch loch kok jadi kamu yang komen sih, dah lama gak muncul datang datang komen panjannggg hahaha. baiklah sepertinya aku sependapat dengan ia bang hehehehe still BE LIKE THIS yo πŸ™‚

    Falzart Plain:
    Eh, ini bukan iklan Fesbuk Eks-El itu, ya… itu ‘like this, yo!’, kalau yang ini ‘still be like this’, artinya beda, Bang… πŸ˜†
    Kenapa harus dibunuh? Ya, karena mengganggu tidur. (Just simple like that)
    ____________________________________________________________________
    Merah: Siapa yang berbicara di sana? Jenis lain si Hijau kah? Siapa?
    Hitam: Sudah Merah, kau jangan nyolot begitu hanya karena dibilang galau.
    Merah: Diam kau, Hitam. Kau mau ikut-ikutan menentangku, hah?
    Hitam: Tidak, hanya saja itu bukan aku dan bukan si Hijau juga.
    Merah: Terus, siapa?
    Hitam: E-eko, jawab! Si Merah lagi rese.

    • chibi chara aja zart.. kalau foto yang digambar ulang dulu udah pernah ada yang buatin.. hehehe

      kalau mau dibikinin dua2nya mah ga papa #ngelunjak

      Falzart Plain:
      kalau sudah ada ya udah…
      Tapi kalau Chibi kayaknya gak mau bikinin deh… emang modelnya mau seperti apa? (*lho? malah nanya)

      • yang imut-imut unyu kayak orangnya zart *ditimpuk botol*
        bikinin dong :3.. susah soalnya cari chibi-chara yang berjilbab.. banyak sih sebenernya, tapi dah pada dipake orang.. hehhe

        Falzart Plain:
        Give me a sample… bagaimana itu unyu…

  3. eh eh eh Fal lagi galau, asiikkk *lho*

    dinikmati aja Fal, ngga usah dibunuh, resikonya besar… kalau ternyata racunnya sudah menyebar ke seluruh organmu dan kamu membunuhnya, bisabisa kamu ikut terbunuh *ini komen apa sih sebenernya*

    Falzart Plain:
    Biarin, kan ASIK, Miss… Hahaha… benar-benar ASYIIIIIK!!!!

  4. hmmm…., lagi labil neh ceritanya, melayang dalam udara galau….
    kalau mengalami hal yang serupa, biasanya saya bersepeda kala pagi mengelilingi desa-desa, atau saya menemukan warna baru kala bersepeda bareng dengan sahabat-sahabat, sebagaimana dalam link berikut:

    http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/01/13/lereng-merapi-onthel-community-beraksi-kembali/

    kala malam, ato di ujung kesendirian, tentu langkah2 yang kutempuh seusai berwudhu tak saya tulis di sini pun, Mas Falzart sudah bisa menerkanya….

    Falzart Plain:
    Hmmm… thanks masukannya Pak Ustadz… πŸ™‚

  5. Galau, resah, suka dan sedih…dst, memang secara alamiah adalah bagian dari sifat bawaan manusia. Tapi meski bersifat manusiawi, bukan berarti bisa jd pembenaran utk berlarut dalam aliran kegalauan…#ini sok bijak MODE ON

    Falzart Plain:
    Makanya harus cepat dimusnahkan. Musnahkan gak ya?

  6. membunuh cinta . . . . . rasanya terlalu berlebihan kayaknya. . . akupun pernah merasakan hal yang mungkin sama dengamu. . . bahkan lebih parah hingga aku diduakan. . . tapi aku tak membunuhnya. . . melupakan segala yang ada. . . mempertahankan cinta terhadap apa yang telah menyakiti memang perkara yang sulit tapi pasti ada hasilnya. cinta tak berbatas, tak juga bertepi. tuhan mengajarkan aku tuk menghargai cinta yang tumbuh dan bersemi, meskipun pada realitanya mungkin tak pada tempatnya. akan tetapi tak ada usaha yang tak sia-sia…. karena tuhanlah yang maha bolak balikan hati dan perasaan. . . . keep smile hadapi cinta. . . πŸ˜‰

    Falzart Plain:
    Tapi, saya sudah berpikir lain. Delapan tahun bukan waktu yang singkat untuk sekedar menunggu, saya pun berpikir pasti ada yang salah. Kenapa saya gelisah? Jawabannya adalah karena celah hati tidak tertutupi. Makanya celah itu sekalian dimusnahkan saja kalau bisa.

  7. kenapa hrs dibunuh ? kejam sekali dikau Falz πŸ˜›

    thanks linknya ya πŸ™‚

    Falzart Plain:
    Saya sudah terlalu baik, malah, Mbak. Tapi tidak cukup baik untuk diri sendiri. πŸ™‚

  8. kalau lagi galau coba untuk refresing aja sob : D
    santai aja sob dan pasti semuanya akan baik-baik saja …
    hadapi semua masalah dengan senyuman …
    tapi kalau senyum melulu opo ya … πŸ˜›

    Falzart Plain:
    Refreshing? Hehehe… saya setiap hari refreshing lho, Mas… πŸ˜€

  9. buat apa dibunuh? cukup dengan tidak dipupuk, saya yakin ia akan layu dengan sendirinya. πŸ˜€

    Falzart Plain:
    Tidak Tus. Dia hanya meranggas, tidur lama. Nanti dia berbunga-bunga lagi… (sesuatu yang ditakutkan)

  10. Mengheningkan cipta … mulai …
    #NP: D’Massiv – Cinta itu Membunuhku

    Deadline perubahannya tinggal sepekan ya? Apakah itu pertanda dirimu akan ganti usia?
    Wah wah wah … semoga semakin bijak dirimu, Bro πŸ™‚

    Falzart Plain:
    Deadline perubahan sebenarnya bukan ditentukan dari gonta-ganti usia sih. Eniwey, Thanks… Jangan nyanyi lagi ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s