Diary: Much Things to Think

Saya orang biasa. Waktu SMA dulu, saya pernah disangka genius dengan predikat IQ very superior. Nggak tahu pernyataan kedua itu ril atau efek mimpi kemarin, yang jelas pernyataan pertama bahwa saya ini orang biasa itu benar adanya.

Kawan, pernah tidak merasa terlalu banyak hal yang mau dipikirkan, sementara otak rasanya tidak sanggup lagi? Saya sering merasa begitu. Hal yang paling memberatkan adalah ketika harus berpikir tentang penyesalan masa lalu. Kenapa dulu saya tidak bersungguh-sungguh, sehingga kini saya harus menanggung malu.

Kepada adik-adikku, sepertinya diriku tidak memberi contoh yang baik. Saya contoh yang buruk. Efek penyesalan memang selalu datangnya belakangan. Bagian bodohnya adalah kenapa saya tidak berpikir seperti ini sebelum berbagai penyesalan itu datang.

Kujabarkan satu per satu masalah-masalah yang terbesit di pikiranku itu pun tidak membantu. Sejauh yang kusadari, curhat itu tidak pernah menyelesaikan masalahku, tidak pula membuat hatiku lebih tenang. Meskipun demikian, secara garis besar masalah terbesar yang membebaniku adalah masa lalu.

Masa lalu. Apakah masa lalu itu ada hanya untuk disesali? Saya tahu pembaca mungkin tidak terlalu suka membaca posting yang terlalu menyalahkan diri seperti ini. Ya, setidaknya kalau semua pembaca blog di dunia ini punya sisi kepribadian seperti saya, pasti posting ini tidak ada yang suka. Masa lalu ada untuk disesali. Masa lalu juga ada untuk dipelajari. Masa lalu juga ada untuk diperbaiki. Masa lalu juga ada untuk dipertanggungjawabkan. Masa lalu ada untuk membebani masa kini. Dan masa kini kelak akan menjadi masa lalu juga.

Entahlah.

Selain masa lalu yang mungkin lebih tepatnya disebut penyesalan dan tanggung jawab moral, hal lain yang membebani saya adalah masalah kesehatan. Saya sedang flu. Daya tahan tubuhku sedang anjlok. Kayaknya itu penyebabnya saya kebablasan tidur kemarin. Hal itu juga harus dipikirkan.

Apa lagi, ya? Oh, disebabkan banyaknya hal yang harus dipikirkan ini menyebabkan saya mencari pelarian. Pelarian saya adalah dengan melakukan hobi bawaan saya sejak kecil, menggambar. Sebentar lagi saya akan posting hasil gambar saya yang biasa-biasa saja itu. Lihat saja posting itu tepat setelah posting ini dipublikasikan. Setidaknya, kalau masa lalu itu memberatkan, masih ada yang bisa saya tunjukkan. Ya, karena saya bisa melakukan semua ini sekarang karena adanya masa lalu juga.

Hmm? Mungkin untuk posting ini judul yang lebih tepat itu adalah Masa Lalu, ya? πŸ˜†

Iklan

9 thoughts on “Diary: Much Things to Think

  1. masa lalu kok dipermasalahkan.. hehe. yang lalu ya sudahlah. Saatnya melangkah kedepan. ibarat naik motor, kelamaan liat spion, ntar nabrak lohh.. πŸ˜€ Haha..
    Tapi, jika memang diperlukan, sesekali boleh kok. hehe

    Falzart Plain:
    Bukan Spion, Tus. Tapi ban belakang. Saya sudah menggilas banyak paku di jalan. Akibatnya langkah putaran roda kehidupanku terasa berat.

  2. wahhhh betul tuch kata mbak tutus kelama liat spion naik motor nanti nabrak hahahaha – ngeliat kedepan terus juga nanti bisa ketabrak hehehehe

    semangat dunkk bang πŸ™‚ jiayoooo πŸ™‚

    Falzart Plain:
    Semangatku sekarang harus mengarah kepada menanggulangi kesalahan masa lalu, dan menghindari kesalahan masa kini. Saya tidak melihat masa lalu, saya melihat masa kini yang jadi lebur begini hanya karena masa lalu.

  3. saya suka banget tulisan falzart, ada khasnya gitu πŸ™‚

    saya ingat waktu ikut acara di Dago Tea House, ada penyair bilang “sedetik yang lalu adalah masa lalu, sedetik yang akan datang siapa yang tahu”, jadi hidup itu misteri, meskipun berat kayak ban belakang mtor yang bocor, maka itu akan selalu bermakna dan dirindukan :))

    Falzart Plain:
    Khas apa sih? Hehehe… saya biasa aja kali, Bang. (Lihat kalimat pertama posting ini)

  4. Setiap orang punya pendapat sendiri tentang curhat. Saya pikir, curhat cukup membantu meringankan beban yang ada di otak, meski porsinya sedikit. Memang ada orang yang suka curhat, ada yang tidak.

    Get well soon, deh, Bro :))

    Falzart Plain:
    Menurut saya, curhat itu malah membuat saya tidak bisa menyelesaikan masalah.
    Hehehe… I will get well soon, thanks. πŸ˜€

  5. Masa lalu itu akan terasa berat jika terus menerus disesali. Smoga diberi kekuatan untuk melangkah maju dan tidak mgulangi slah yg sama.
    Semoga prestasi di masa kini, bsa mgobati sakit hati dan sedikit menepis penyesalan πŸ™‚

    ayo cepat bangkit mas falz πŸ˜€

    Falzart Plain:
    OK… makasih… πŸ˜€

  6. nggak ada yg salah dgn pnyesalan. dia kan bs mmaksa kita utk brjanji (pd diri sndiri) supaya nggak mngulangi ktidaktepatan yg sama πŸ™‚
    smoga lekas baikan! πŸ™‚

    Falzart Plain:
    Oke, thanks…
    Penyesalan itu memang harus dibalas dengan sesuatu yang lebih baik…

  7. Kalo saya, If i had too much Things to Think.

    solusi bagi saya yang paling ampuh adal;ah,,,TIDUR. πŸ™‚

    melupakan sejenak semua permasalahan, bukan untuk terlena. Tapi untuk menyiapkan tenaga & menyusun strategi baru untuk mengatasinya…”

    Falzart Plain:
    Ya. Akan tetapi, setiap orang memiliki caranya tersendiri dalam menyikapi sesuatu. Terima kasih atas sarannya, ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s