Diary: Reuni Gagal

Seperti yang saya tuliskan tempo hari, tertanggal 10 Maret 2012 di sini, (kala itu saya sedang Down) bahwasanya saya akan pergi reunian dengan teman sekelas. Kalau dibilang reuni kayaknya kurang tepat deh, nggak tahu apa alasannya tapi istilah reuni kayaknya kurang tepat saja. Pasalnya, setiap kali ada teman sekelas di SMA dulu yang datang dari pulau Jawa (tempatnya kuliah) ke Makassar, kita selalu bikin kumpul bareng. Jadi, kronologinya adalah seperti ini:

Dari beberapa pekan lalu, si Osel datang dari Jakarta ke Makassar, katanya untuk urusan PKL. Dia nyuruh saya jadi EO. Jelas, pasti saya nolak. Alasannya karena nomor HP teman-teman sudah gak ada lagi di saya setelah HP saya hilang dan rusak beberapa kali. Nomor HP saya sih tetap sama, jadi DIA GAK PERCAYA KALAU HAPE SAYA PERNAH HILANG. Terpaksalah, saya yang jadi EO.

Jadi EO

Langkah pertama yang bakalan dilakukan seorang EO kikuk adalah menentukan waktu dan tempat. Ini makan waktu panjang, soalnya saya jarang ke mana-mana, lagipula teman-teman pada sibuk semua. Intinya dengan gaya semi-otoriter, saya menentukan waktu dan tempat secara tidak jelas. Tahu nggak, pada akhirnya si Osel lah yang menentukan waktu dan tempatnya :lol:. Aneh. Ini sepertinya efek dari salah sangkanya dia terhadap pernyataan semi-otoriterku yang tidak jelas itu. Pokoknya begitulah.

Langkah kedua adalah mencari nomor HP teman-teman. Ini hal yang susah sekali karena dari 17 orang, hanya 1 yang konfirmasi nomornya. Saya nyebar permintaan nomor HP ini di grup kelas.

Langkah ketiga itu… apa ya? Pokoknya langsung ke hari H.

Pada hari H… Si Widy, sms ke saya, dia konfirmasi tentang kebenaran adanya acara kumpul-kumpul, meski ternyata pada akhirnya dia tidak jadi datang. Si Irham konfirmasi tidak bisa datang karena dia sedang jaga (dia seorang koass). Si Rahma tiba-tiba konfirmasi tidak bisa datang juga karena urusan koass-nya. Si Picil konfirmasi gak bisa datang karena dia pergi ke Sengkang (nama kota). Si Gusti bohongin anak-anak yang pada nunggu di lokasi, katanya mau datang tapi batang hidungnya saja tidak kelihatan, apalagi batang-batang lainnya. Si Asifa kemungkinan gak dapat info karena gak tahu mau kasih tahu ke mana (lost contact), bahkan via FB-nya sekalipun. Si Atika tiba-tiba konfirmasi ada tugas jadi tim medis konser.

Nah, itu yang tidak datang dengan konfirmasi. Yang tidak datang tanpa konfirmasi adalah sebagai berikut. Si Ijul dan si Nining kemungkinan lagi sibuk koass juga. Kalau Novi lagi di Jakarta, Echa di Solo, Rezan di Bandung, Majid pun demikian, Shofa di … di … (Unpad di mana ya?). Pokoknya itu.

Cerita dimulai!

Jadi, asumsinya adalah bahwa saya adalah si pembuat janji karena saya adalah EO-nya. Namun, sayalah yang datang terlambat. Janjinya adalah kumpul di Gramedia Mall Ratu Indah pukul 15.00. Osel datang kurang sepuluh menit dari waktu perjanjian. Hachan datang lebih cepat dari saya, sepertinya dia tepat waktu. Saya datang jam 15.45 di lokasi perjanjian.

Saya kan sholat Ashar dulu di rumah. Waktu Ashar masuk jam 15.20 jadi otomatis saya bakalan telat. Widy juga katanya mau datang setelah sholat Ashar, tapi dia kemudian konfirmasi gak bisa datang. Sejujurnya, saya benci Mall. Tahu kenapa? Karena saya sering nyasar di Mall. Terakhir kali saya ke MaRI (Mall Ratu Indah) itu adalah saat terakhir ngumpul bareng teman sekelas yang ngambil lokasi di MaRI, itu sekitar dua tahun lalu :lol:. Makanya sebelum ketemu Gramedia MaRI, saya nyasar dulu.

Terus, Saya, Osel, dan Hachan turun ke Pizza Hut MaRI di lantai satu (Gramedia MaRI ada di lantai dua). Pasalnya, Hachan lapar, sementara Osel dan Saya masih belum berubah sejak dulu. Kami berdua masih merupakan ‘manusia tanpa kehendak’. Parah! Di Pizza Hut, kami nunggu Ulil, Atika, dan Gusti. Ya, meski pada akhirnya yang datang cuma Ulil.

Konon, Osel berhasil menurunkan berat badannya 5 kg dalam waktu seminggu. Pokoknya itu pokok pembicaraan yang saya tangkap di Pizza Hut. Intinya kami ketawa-ketiwi nggak jelas lagi seperti dulu. Yang berhasil dihubungi via HP adalah Shofa, yang konon katanya dia akan selesai sekitar bulan 7 nanti, habis itu mau lanjut S2 baru katanya saya boleh nunggu undangannya (lho?).

Osel konon dia akan selesai satu semester lagi berhubung mata kuliahnya ada yang nyangkut. Habis itu dia mau lanjut ke LN. Lucunya pas ditanya sebenarnya dia mau jadi apa, jawabnya: “Jadi orang kaya.” :lol:, “Lho, bukannya kamu sudah kaya Osel?”

Lanjut jalan ke pantai berhubung katanya Hachan pengen makan pisang Ijo di pinggir pantai.Gila nih Hachan, saya sudah mual begini dia masih saja mau makan. Tapi hebatnya Osel dan Ulil melayani permintaan itu dengan senang perut :neutral:.

Jadi, dari Pizza Hut, kami naik mobilnya Osel bersama ibu dan adiknya Osel. Ibu dan adiknya Osel diantar pulang dulu terus kami lanjut jalan ke pantai. Yang saya ingat dari ibunya Osel itu begini:

Pas datang, dia senyum melambai tangan, terus mendekat. terus nanya ke Osel. “Yang mana yang namanya ***** (Falzart, maksudnya)?”

Terus saya angkat tangan, “Saya, tante”

“Oh, ******** di mana kuliah?”

“Di kedokteran, tante.”

“Kalau ini siapa namanya? (nunjuk ke Ulil dan Hachan)”

*skip, –Ulil di kedokteran juga Hachan sudah Sarjana Fisioterapi–*

“Oh, biar ini mi saja Sel yang kasih ke situ.” katanya ke Osel sambil nunjuk keluarga gemuk yang duduk di sebelah tempat dudukku.

Terus, ngobrol sebentar dan kemudian beliau bisik ke saya, “kalau orang begitu dikasih kempes, itu bisa jadi duit lho…”

Dalam hati saya: “Ha? :neutral:”

Sudah. Pokoknya begitu. Yang saya herankan adalah kenapa ibunya Osel nyari saya saat pertama kali datang. Apakah Osel sering bercerita tentang saya ke ibunya? Sepertinya alasan lainnya adalah karena saya adalah orang teraneh yang pernah Osel temui selama di Makassar dulu. Huh. Makanya saya begitu berkesan. Hahaha… :lol:, habis itu baru UIil, karena Ulil juga dicari-cari.

Jadi, di mobil menuju pantai. Saya dan Ulil turun untuk sholat maghrib. Ternyata Hachan tidak ikutan turun. Saya kini tahu apa alasannya Hachan bisa datang tepat waktu. Dia sedang tidak sholat rupanya. Whaaaaa…. Dia pake marahi saya segala pula waktu saya datang telat. Huh…

Di perjalanan dan di dekat pantai itu. Kami masih nelpon-nelponan sama Echa di Solo. Katanya Echa akan selesai bulan 9, dan mau kerja jadi Arsitek dulu, baru undangannya bisa ditunggu (lho?) Hahaha… Begitulah. Entah kenapa kalau saya nanya ke teman cewek, pertanyaannya selalu begitu.

Habis itu, nelpon Rezan di Bandung. Katanya dia sedang tugas akhir. Bakalan selesai sekitar bulan 7. Hmmm… Saya kapan ya?

Rezan kuliah di TI ITB, pas cerita dengan Osel via telpon, Osel seperti takjub. Ternyata Rezan membuat sebuah software untuk merangkum tulisan panjang. Keren! Osel sendiri membuat software untuk mengendalikan peralatan elektronik di rumahnya via sms. Itu kereeeeeen!!!! Saya jadi berpikir ulang, kenapa saya milih kedokteran dulu, ya?

Yang lain tidak sempat dihubungi.

Pertemuan yang singkat. Osel katanya akan ke Malaysia tanggal 20 nanti, terus pulang langsung ke Jakarta, Orang gila! Foto-fotonya saya yang pegang. Ini dia beberapa fotonya:

Osel, Hachan, Ulil, dan Falzart di Pizza Hut Mall Ratu Indah.
Osel, Falzart, Ulil, dan Hachan di mobilnya Osel (waktu pulang)

Ya, rasanya menyenangkan. Ini nostalgia meski hanya berempat saja. Ini tetap namanya reuni meskipun rasanya gagal. Hahahaha… siapa suruh nunjuk saya yang jadi EO! 😆

Side Story

Jadi, setelah kumpul-kumpul, kami pulang pukul 22.30. Sialan. Saya merasa Ulil kerjain saya. Jadi, sebenarnya ada resepsi pernikahan salah seorang teman di Kedokteran. Katanya Ulil, dia akan sempatkan datang, dia bilang ke saya supaya saya datang juga. Jadi, buru-buru setelah saya pulang, ganti baju batik dan pergi ke acara resepsi. Sialan! Ulil tidak ada. Saya hanya datang, salaman, pulang. (Bayangkan! Ke resepsi pernikahan jam segitu. Saya benar-benar dikerjai). Huh… :-(, Tapi lucu juga… 😆

Aduh, 1200-an kata, panjang juga posting ini. 🙂

Iklan

19 thoughts on “Diary: Reuni Gagal

  1. ADUHHH FOTONYA koko pake chibi itu hahahahaha d(^o^”)

    hayooo kapan undangannya bang falzart nich /(^.^”)?????/

    ( iya kapan kapan kapan kapan kapan kapan kapan kapan kapan kapan /(^o^”)????? *sahabat khayalan )

    Falzart Plain:
    Iya dong… Wajah saya jelek sih (meski selalu mengaku tampan)… Undangannya… kapan ya? Doakan saja secepatnya…

  2. Temanmu banyak yang lanjut di kedokteran, ya? Hebat-hebat temen SMA-nya 😀
    Mi-mi ala Makassarnya keluar juga 😀

    Falzart Plain:
    Setengah kelas lanjut di kedokteran… Jadi gak ada yang hebat…
    Mi di atas itu coba ganti dengan kata “saja”…

  3. Kumpulan orang-orang pintar. Keren!

    Pacar saya juga anak akselerasi di Jogja. Dan saya selalu senang mendengar ceritanya tentang persahabatannya di aksel dulu. Indah.
    Mungkin karena siswa di kelas aksel nggak banyak, dan beban pelajarannya berat, jadi hubungan setiap siswanya erat, merasa senasib sepenanggungan, hehe….

    Falzart Plain:
    Oh, begitu ya Mas? Hehehe… Kalau dihitung-hitung jumlah siswa di kelasku dulu memang sedikit, sih… Tapi pelajarannya gak susah tuh, biasa aja kok rasanya… Kayaknya kami dekat karena kami sedikit. 😀

  4. photo aslinya mana bro … 😦

    Falzart Plain:
    Foto aslinya dilindungi undang-undang…. Hahaha… Sori ya, Bang… Ma-aaaaaap banget, si Chibi Falzart memang dibuat untuk tujuan seperti ini… 🙂

  5. wah panjang ceritanya.. memahami satu persatu sepertinyat tidak bisa karena saya tidak termasuk di dalamnya. tapi ceritanya seru, heboh hahaha… kapan ya saya bisa kumpul kaya gini dengan teman kuliah dulu. akan seheboh ini kali ya.

    Falzart Plain:
    Hebohnya di sisi mana nih Bang? 😆

  6. Falzart, UNPAD itu di Bandung, hehehehe..
    Ya lumayanlah, paling enggak bisa kumpul-kumpul lagi sama teman. Berarti kelak harus jadi EO lagi, kan nggak boleh gampang menyerah, apalagi calon dokter 😉

    Falzart Plain:
    Mbak Della, kayaknya saya mesti nolak jadi EO lagi kecuali terpaksa deh, dan ini gak ada hubungannya dengan calon dokter :lol:. Hehehehehehe…
    Unpad di Bandung, ya? Artinya temanku yang di Bandung itu ada… ada… (kikuk ngitung)… Pantesan waktu mereka buat kumpul bareng di Bandung banyak yang ngumpul.

  7. huaaah, kapan ya terakhir ketemu temen2 SMA,,. dah lama banget..
    habisnya tiap kali pulang biasanya aku udah banyak acara,..
    temen2ku pun rata2 kuliah di luar kota.. susah ketemunya

    Falzart Plain:
    ckckck… kalau kami pas ada yang balik ke Makassar, atau pas yang di Makassar lagi ada yang ke sana, pasti selalu bikin ngumpul-ngumpul… Tapi, hehehhe… kayaknya teman-teman sekarang sudah banyak yang sibuk. Bikin aja ngumpul-ngumpulnya, mbak. Biar yang datang sedikit juga gak apa-apa…

  8. haha.. ditutup 😀
    tunggu..tunggu, itu aku tertarik pernyataan “5 kilo dalam waktu seminggu” 😆
    gimana caranyaaaa.. tanyaiiiiinn. yang detail. 😀

    Falzart Plain:
    Dia konsumsi makanan khusus yang dari… dari… Herba… herba… apa ya? Herbalife kalo gak salah… Coba saja search, Mas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s