Iseng: Anakku (3)

Kemarin kayaknya saya sudah cukup mengkhayal. Hmmm… ada yang komentar soal si Ibunya siapa, ada yang komentar soal game, pokoknya komentarnya macam-macam, bahkan yang komentar suruh kasih adik cewek juga ada, tapi saya lho yang mengkhayal di sini. Jadi, biarkan saya melanjutkan keisengan saya dulu, ya.๐Ÿ˜€. Lagipula sudah saya jawab di komentarnya, pas di bawahnya. Coba saja lihat balasan komentar saya di sini dan di sini.

***

Anakku, kalian berdua telah mencapai usia remaja rupanya. Kuharap apa yang ayahmu ini tekankan ketika kalian masih kecil akan bertahan seumur hidup kalian. Aku hanyalah seorang ayah yang berharap anak-anaknya menjadi anak yang beriman dan berbakti.

Jika kalian terlalu stress memikirkan sesuatu, kuharap kalian tahu batasan untuk menenangkan diri. Ayah takut kalian akan terjatuh kepada perkara rokok. Jika kalian mencoba untuk menenangkan diri, bangunlah di akhir-akhir malammu dan sholatlah minta pertolongan dan kemudahan serta ketabahan hati di sana. Ingatlah, Nak. Ingat.

Tiba saatnya untuk kalian menyukai lawan jenis, anakku. Teringat kembali ketika ayah mengalami hal itu juga. Ini adalah sesuatu yang berat di jaman sekarang ini. Waktu jaman ayah seumuran kalian saja ini terasa berat, di jaman kalian ayah yakin rasanya akan lebih berat.

Ayah teringat ketika ayah kecil dan kakekmu melarang sepupu ayah untuk pacaran. Ayah sangat paham apa maksudnya bagi ayah, dan kuharap kalian juga mengerti apa maksud kata-kata kakekmu kepada sepupu ayah itu. Ya, pokoknya anak ayah tidak boleh ada yang pacaran. Ingat itu! Ayah tahu ini akan berat, tapi berjuanglah karena ayah dahulu pun melaluinya.

Alasannya sederhana, anakku. Karena pacaran itu akan mendekatkan kalian pada zina, dan kita dilarang keras untuk itu. Sederhana bukan? Sederhana sekali. Ingatlah pesan Rasulullah ketika beliau akan wafat. Beliau meninggalkan kepada kita, ummatnya dua perkara, yang jika kita berpegang kepada dua perkara itu kita tidak akan tersesat selama-lamanya, AL-Qur’an dan sunnah Rasul. Jangan cari pembenaran dari hal yang kularang itu. Jangan pernah! Mudah-mudahan Allah menunjuki kalian jalan yang lurus dan menutup jalan kalian dari perbuatan seperti itu. Ayah takut. Soalnya, jaman sekarang semakin menggila.

***

Kalian itu anak lelaki. Kalian menentukan jalan kalian sendiri dan aku mengijinkan itu selama kalian tetap pada patron yang dibenarkan. Mungkin andaikan kalian anak perempuan, ayah akan jauh lebih restriktif dari ini. Kalian tahu tidak, kalau anak perempuan itu penjagaannya harus dua kali lipat dari laki-laki. Mereka, akan perempuan, masih akan tetap menjadi tanggungjawab orangtuanya sampai mereka menikah. Mereka adalah kunci surga bagi orangtuanya jika mereka menjadi istri yang berbakti. Itu juga merupakan salah satu alasan mengapa melarang kalian pacaran. Jelas? Ayah tidak ingin kalian menjadi rusak dan merusaki orang lain karena pergaulan. Ayah tidak ingin anak-anak perempuan yang seharusnya menjadi kunci surga bagi orangtuanya kalian rusak. Jangan menyangkal ayah soal ini. Jangan katakan kalian tidak akan merusak, karena kebanyakan orang merusak orang lain tanpa mereka sadari.

Oh, iya. Ini masih soal anak perempuan. Jika kalian suka, ingatlah hal ini. Jika kalian mencintai sesuatu, cintailah sesuatu itu sekedarnya saja, karena bisa jadi sesuatu yang kalian cintai itu akan kalian benci suatu hari nanti. Bagitu pula tentang membenci sesuatu, bencilah sesuatu sekedarnya saja, karena bisa jadi sesuatu yang kalian benci itu suatu hari akan menjadi sesuatu yang kalian cintai. Kemudian, ingatlah juga bahwa kita hanya boleh mencintai dan membenci sesuatu karena Allah. Setidaknya jika kalian memahami nasehat apa yang baru saja ayah sampaikan ini, kalian akan sedikit terhindar dari larangan Ayah barusan.

***

Nah, kalian telah tumbuh menjadi pemuda yang gagah. Kalian berdua telah menentukan jalan kalian sendiri sesuai dengan harapan ayah. Sepertinya sudah waktunya bagi ayah untuk merencanakan pernikahan kalian. Kalian tinggal bilang saja pada ayah kapan dan dengan siapa, ayah akan bantu kalian dalam mengurusnya. Tapi ingatlah, Hasan, Husein, kalian harus ingat syaratnya. Yang pertama, kalian harus memahami apa yang ayah ajarkan selama ini, akan ada ujian dari ayah untuk hal ini. Dan setelah kalian layak untuk hal ini, maka syarat kedua adalah pekerjaan. Kalian sudah harus punya pekerjaan yang halal ketika kalian mengajukan untuk melamar, setidaknya jika kalian belum memiliki pekerjaan dalam hal ini, jangan ragu-ragu meminta ayah untuk membukakan lapangan kerja untuk kalian. Ya, lagipula kurasa ayah telah menyekolahkan kalian di sekolah-sekolah terbaik sampai kalian memperoleh jalan yang kalian pilih sendiri. Kalian pasti tahu pekerjaan apa yang tepat untuk kalian.

***

Tibalah saatnya ayah untuk menua. Ibumu pun semakin renta. Inilah kesempatan emas kalian untuk memperoleh surga. Ingatlah bahwa kalian akan sangat rugi jika kalian menemui dan tidak melakukan tiga hal, yaitu ketika kalian mendengar nama Rasulullah dan tidak bershalawat atasnya, jika kalian menemui Ramadhan dan Ramadhan itu hanya berlalu tanpa dosa kalian diampuni, dan jika kalian menemukan kedua orangtua kalian dalam kedaan renta dan itu tidak menjadi sebab kalian dimasukkan ke surga. Ingatlah itu. Ini bukan ayah yang bilang, ya. Ini Rasulullah yang bilang melalui hadits dari Abu Hurairah.

***

Terakhir sebelum ayahmu meninggal. Ayah ingin meninggal dengan perasaan bangga kepada kalian. Jangan tangisi ayah ketika ayah meninggal. Kalian cukup amalkan apa yang ayah ajarkan kepada kalian. Itu cukup bagi ayah. Kalian adalah ladang amal bagi ayah, jadi tetaplah beramal dan jangan lupa doakan ayah. Ayah ingin kalian mendidik anak-anak kalian menjadi aset berharga untuk kehidupan dunia akhirat kalian juga. Ingatlah bahwa dunia bukan segalanya.

Satu lagi. Jika ayah telah meninggal, ingatlah untuk melunasi apa yang belum ayah lunasi dan ingatlah untuk menjaga kekerabatan dengan kerabat ayah dan teman-teman ayah. Ayah percaya pada kalian, jadilah kebanggaan ayah.

***

(akhirnya meninggal sayanya deh…)

20 thoughts on “Iseng: Anakku (3)

  1. elfarizi Kamis, 22 Maret 2012 @ 1:05 AM pukul 1:05 AM Reply

    Jangan dulu meninggal sebelum punya cucu, Ayah -___-“

    Falzart Plain:
    ๐Ÿ˜†
    Kalau begitu mari kita ganti judulnya saja jadi ‘Cucuku’๐Ÿ˜†

    • elfarizi Minggu, 25 Maret 2012 @ 6:28 PM pukul 6:28 PM Reply

      Jangan digantilah, Brader … tulis aja tulisan baru๐Ÿ˜›

      Falzart Plain:
      Ide keren. Nanti deh… Jadi ayah beneran dulu… (*eh?)

      • elfarizi Minggu, 25 Maret 2012 @ 9:03 PM pukul 9:03 PM

        Itu lebih keren!!!! U rockkk!!!๐Ÿ˜€

        Falzart Plain:
        Hmmm… bagaimana jadinya diriku ini kalau sudah jadi Kakek…

  2. Ely Meyer Kamis, 22 Maret 2012 @ 3:18 AM pukul 3:18 AM Reply

    setuju sama El, knp nggak nunggu punya cucu dulu pak ?๐Ÿ˜€

    Falzart Plain:
    Karena ceritanya mau segera diakhiri, Mbak…๐Ÿ˜€

  3. tuaffi Kamis, 22 Maret 2012 @ 7:18 AM pukul 7:18 AM Reply

    lah? udah meninggal..

    Falzart Plain:
    Iya. Ceritanya sampai meninggal. Mau dipanjangin gimana lagi emang, Tus?

  4. Lailatul Qadr Kamis, 22 Maret 2012 @ 8:45 AM pukul 8:45 AM Reply

    Imajinasi tingkat tinggi…

    Falzart Plain:
    :mrgreen:

  5. Citra Taslim Kamis, 22 Maret 2012 @ 9:24 AM pukul 9:24 AM Reply

    Kayaknya udah siap jadi calon ayah yang baik deh.
    Pesan buat anak2nya dalam banget.
    They will be proud have a father like you. Like as I’m proud to My Father.

    Bagus ni ceritanya =)

    Falzart Plain:
    OK. Makasih…๐Ÿ˜€

  6. Citra Taslim Kamis, 22 Maret 2012 @ 9:26 AM pukul 9:26 AM Reply

    Zart… izin share certanya yaaaa… boleh ya.

    Falzart Plain:
    Boleh, silakan saja…๐Ÿ˜€

  7. abdul Kamis, 22 Maret 2012 @ 9:48 AM pukul 9:48 AM Reply

    Buat bljr bg calon ayah..

    Falzart Plain:
    Iya nih…๐Ÿ˜€

  8. Abed Saragih Kamis, 22 Maret 2012 @ 3:49 PM pukul 3:49 PM Reply

    Cukup bermakna sob๐Ÿ™‚.
    Jadi sedih nih๐Ÿ™‚

    Falzart Plain:
    Lho kok sedih? kenapa? Saya belum meninggal, Mas…

  9. Danni Moring Kamis, 22 Maret 2012 @ 6:38 PM pukul 6:38 PM Reply

    Keren falz,,seperti menyisipkan dakwah dalam tulisan yang berupa cerita khayal (katanya)…๐Ÿ™‚

    Falzart Plain:
    Hahaha… makasih. Ini masih khayalan…

  10. blackseru Kamis, 22 Maret 2012 @ 8:21 PM pukul 8:21 PM Reply

    Ayah…..emmmm….warisannyaaaaaaa?๐Ÿ˜€

    Falzart Plain:
    Bagilah sesuai yang dituliskan di QS An-Nisaa, ya…

  11. misstitisari Kamis, 22 Maret 2012 @ 10:15 PM pukul 10:15 PM Reply

    lah lah lah…kirain akan ada cerita Hasan Husein menikah dulu, punya anak dulu, cerita main sama cucucucunya, lahh ini kenapa udah meninggal duluannn

    Falzart Plain:
    Nggak ah. Nanti judulnya malah melenceng jadi ‘Cucuku’…๐Ÿ˜†

  12. Athifah Dahsyamar Kamis, 22 Maret 2012 @ 10:22 PM pukul 10:22 PM Reply

    entah kenapa saya pikir ini adalah Kak Akbar Kapita Baharsyah, hahaha.
    kalau salah mohon maaf. ;p

    Falzart Plain:
    Bukan. Kalau Akbar itu alamatnya di sini: http://akabaharsyah.com/

  13. Athifah Dahsyamar Kamis, 22 Maret 2012 @ 10:53 PM pukul 10:53 PM Reply

    ah bukan, bukan..
    ini f******, kan ?
    kalau iya lucunya, waktu SMA sempat sekelas beberapa hari, tetangga fakultas, eh ketemu di blog, hehe..

    Falzart Plain:
    Yap! You got it! Saya kira kau tidak aktif di blogmu.๐Ÿ˜€

  14. kakaakin Jumat, 23 Maret 2012 @ 12:16 AM pukul 12:16 AM Reply

    Rasanya…
    Ingin berbagi hidup dengan seorang suami yang bersikap seperti si ayah itu…
    Yang berjuang menjaga anak2nya, menjaga kehormatan keluarganya…๐Ÿ˜ฅ

    Falzart Plain:
    Semoga bisa ketemu suami yang seperti itu ya, Kakaakin…๐Ÿ˜€

  15. Eko Wardoyo Jumat, 23 Maret 2012 @ 7:32 AM pukul 7:32 AM Reply

    (-ฬฉฬฉฬฉ-ฬฉฬฉฬฉ_ -ฬฉฬฉฬฉ-ฬฉฬฉฬฉ) masih memmikirkan bagaimana saya menjadi ayah ….

    loch meninggalkan khayalan ya bang hehee๐Ÿ™‚

    Falzart Plain:
    Meninggalkan khayalan? Nggak kok… hanya mengahkiri khayalan…๐Ÿ˜€

  16. Olivia Yofananda Selasa, 10 April 2012 @ 3:10 PM pukul 3:10 PM Reply

    waaah jadi terus terharu nih mas Falzart๐Ÿ™‚
    Salam kenal mas, tulisannya keren !๐Ÿ˜€

    Falzart Plain:
    Hihihi… ada yang terharu… Salam kenal deh…๐Ÿ˜€

    • Olivia Yofananda Selasa, 10 April 2012 @ 7:39 PM pukul 7:39 PM Reply

      eh, ijin share ya mas Falzart๐Ÿ˜€
      boleh gak boleh gak?

      Falzart Plain:
      Boleh aja… :D…
      Kemarin saya lihat sudah dishare ya lewat Twitter?๐Ÿ˜€

      • Olivia Yofananda Jumat, 13 April 2012 @ 2:02 PM pukul 2:02 PM

        lhooo hahaha iya udah di share, belum ijin udah di share, maap maap

        Falzart Plain:
        No problem…๐Ÿ˜€ Saya senang ada yang suka tulisan saya…๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: