Diary: Antara Suatu Hal dan Hal Lainnya

Pertama-tama, saya akan katakan apa yang saya lakukan kemarin-kemarin:

    1. Saya apatis terhadap blog saya sendiri, tapi tetap ngupdate (apaan nih, maksudnya?)
    2. Saya kuliah lagi untuk 4 pekan ini, dan ini sudah jalan satu pekan.
    3. Saya banyak merenung dan mengkhayal.

OK? Jelas? Kurasa tidak, karena posting ini justru akan menjelaskan hal itu. Kalau hal-hal di atas terasa sudah cukup jelas, ya nggak usah dibaca postingan ini. Keuntungan membaca postingan ini lebih lanjut hanya satu: lebih mengenal saya (Falzart).

***

Hal pertama tentang blog ini. Saya sedang benar-benar apatis. Saya bukannya tidak ngupdate karena apatis (karena buktinya saya ngupdate), tapi saya apatis sehingga saya menjadi Falzart-sentris. Saya menjadi hanya peduli dengan blog saya sendiri.  Banyak blog yang saya subscribe, tapi tidak satu pun yang saya buka, apalagi saya baca. Kalau ada yang saya kunjungi selama ini, itu lebih disebabkan karena saya selalu kunjung balik kepada komentator di blog saya ini. Kalau saya tidak tahu alamatnya, saya cari tahu. Just it! Rasa tidak enak saya melihat satu hari tanpa postingan adalah sama dengan rasa tidak enak saya ketika tidak berkunjung balik ke komentator saya.

Hal kedua, kuliah. Dulu saya pernah disangka pintar, buktinya saya lulus masuk Universitas lewat jalur yang sekarang lebih akrab disebut SNMPTN jalur tertulis. Ini adalah sangkaan yang tidak berdasar. Saya bisa masuk Universitas tembakan nomor satu saya ini lebih disebabkan karena doa orangtua saya saja. Kemudian, selama beberapa tahun kuliah, hanya semester satu saja yang saya lalui dengan belajar, makanya IPK saya kala itu lumayan bagus, lebih 3 lah. Setelah itu, saya tidak pernah belajar lagi. Saya hanya masuk ke ruang kuliah dan tidur. Kemudian, saat ujian persiapan biasanya hanya ringkasan nggak jelas dari teman dan ternyata saya bisa lulus dengan nilai pas-pasan. Dari beberapa blok, ada pula yang saya tidak lulus. Wajar lah, orang nggak belajar juga. IPK saya pernah merosot sampai 1 koma. Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah saya tidak pernah nyontek sekalipun saya tidak belajar, kecuali ketika pengawasnya bilang ‘silakan menyontek’ (ini satu kali pernah terjadi). Sekarang ini, saya tengah menghadapi blok terakhir (insya Allah) yang belum saya lulusi. Makanya saya harus serius.

Merenung dan mengkhayal. Dimulai ketika saya merasa kosong dan nggak tahu mau ngapain. Waktu SD dulu, saya sering begini, merenung sendiri, mengkhayal sendiri, sampai tua begini pun masih sering begitu. Ya, tapi ada satu masa dimana pelarianku bukan di merenung dan mengkhayal, yaitu ketika saya pertama kali mengenal game. Pada dasarnya, saya bukan gamer, dan saya tidak berbakat jadi gamer, jadi saya kembali merenung dan mengkhayal. Nah, kalau saya lagi mengkhayal atau merenung, saya jadi apatis, tapi entah kenapa teman-teman bilangnya saya autis. Saya pernah menjadi orang Melankolis, tetapi sekarang saya merasa lebih Sanguin-Phlegmatis, padahal saya ingin sekali menjadi orang Koleris. Intinya, kembali merenung dan mengkhayal itu membuat saya merasa nyaman, seperti kembali kepada masa kecil. Hasil merenung dan mengkhayal belakangan ini saya tuliskan di sini, sini, dan sini.

Hah. Nyaman rasanya menulis uneg-uneg iseng ini. Tahu nggak? Sindroma malas saya kambuh. Ini hari libur dan saya ingin bersantai, tapi saya katanya mau dipakai di beberapa kegiatan. Saya bisa mengelak dengan mudahnya sebenarnya sih. Misalnya ada dua kegiatan yang waktunya bersamaan, kegiatan A dan kegiatan B. Di orang-orang kegiatan A cukup kubilang saja kalau saya sedang dipakai di kegiatan B, jadi nggak bisa hadir. Di orang-orang kegiatan B juga bisa kubilang kalau saya sedang sibuk di kegiatan A makanya tidak bisa hadir. Dan saya bisa tidur santai di rumah. Ini biasa sekali saya lakukan, ini biasanya disebut kalasi. Jadi saya enaknya saya kalasi nggak ya?

20 thoughts on “Diary: Antara Suatu Hal dan Hal Lainnya

  1. Ely Meyer Jumat, 23 Maret 2012 @ 12:10 AM pukul 12:10 AM Reply

    baru tahu kata kalasi🙂

    yg tahu jawabannya cuma kamu Falz🙂

    Falzart Plain:
    Saya sudah pernah bahas kata kalasi dulu, Mbak…😀

  2. Runa Van Error Jumat, 23 Maret 2012 @ 4:16 AM pukul 4:16 AM Reply

    merenung dan menghayal
    rasanya rindu

    Falzart Plain:
    Ayo Mbak… merenung lagi… jangan hanya dalam rindu…

  3. Srulz Hasrulz Jumat, 23 Maret 2012 @ 5:12 AM pukul 5:12 AM Reply

    dan … kalasi itu… merenung dan mengkhayal ???
    ehmm…

    selama positif, oke oke aja deh… #eh

    Falzart Plain:
    bukan… Kalasi itu curang, bohong, malas, dan semacamnya… Pokoknya segala hal yang dilakukan untuk kemalasan…😆 <– ini gak positif…

  4. puchsukahujan Jumat, 23 Maret 2012 @ 6:56 AM pukul 6:56 AM Reply

    menjadi orang koleris? kyyaaa, kita tukeran aja kali ya Fal
    saya justru pengin sekali-kali ngerasaan jadi sanguin😆

    Falzart Plain:
    Sanguin itu orang yang punya kecenderungan untuk populer. Secara tidak saya sadari saya menjadi sedikit sanguin belakangan ini. Rasanya jadi sanguin? Rasanya seperti pengen dipuji terus-terusan, dan motivasinya adalah untuk dipuji dan untuk terkenal. <– *terjerumus. Positifnya biasanya jadi lebih luwes dalam bergaul.
    Saya pengen banget jadi koleris. Saya pengen bisa marah ketika yang saya inginkan tidak tercapai, saya ingin bisa mengatur orang-orang, saya ingin menjadi orang yang keras dan semangat tinggi. Itu keren!

  5. Eko Wardoyo Jumat, 23 Maret 2012 @ 7:36 AM pukul 7:36 AM Reply

    walah bahasa apa itu – apatis, koleris,melankolis, sanguin plgematis <— bigunng hehehe

    walah jangan kalasi lah namanya bohong tuch untuk kepentingan pribadi hahahaha

    d(^o^")

    Falzart Plain:
    Masalahnya kalasi itu hobi <– *ups
    Apatis = cuek dengan sekitar.
    Koleris = kepribadian yang punya kecenderungan 'kuat'
    Melankolis = kepribadian yang punya kecenderungan 'sempurna, perfeksionis'
    Sanguin = kepribadian yang punya kecenderungan 'populer'
    Phlegmatis = kepribadian yang punya kecenderungan 'pendamai'

    • Eko Wardoyo Jumat, 23 Maret 2012 @ 2:49 PM pukul 2:49 PM Reply

      wahahahahahaha keceplosan dia hehehee
      kalau begitu saya termasuk yang apatis mungkin ya hihihihihih🙂

      Falzart Plain:
      Apatis itu bukan jenis kepribadian…😆
      Itu kelainan…
      Salah satu ciri penurunan kesadaran…

  6. Danni Moring Jumat, 23 Maret 2012 @ 8:40 AM pukul 8:40 AM Reply

    haha..sy juga pernah dapat IP 1 koma waktu masa kuliah dulu😀..karena melorot tidak belajar juga, awal2 smt doang dulu bagus…tp pas mau lulus baru belajar beneran lagi walupun hasilnya pas2an🙂 haha

    Falzart Plain:
    Hehehe… kalau saya bisa dibilang nggak pernah belajar…😆

  7. ilhammenulis Jumat, 23 Maret 2012 @ 9:21 AM pukul 9:21 AM Reply

    merenung dan mengkhayal.. kayaknya kemampuan saya untuk dua hal ini udah menurun drastis.😦

    Falzart Plain:
    Kalau begitu ayo! Kita latihan lagi… *lho?

  8. syaiful Jumat, 23 Maret 2012 @ 11:07 AM pukul 11:07 AM Reply

    merenung memang penting kok dalam hidup ini. itu bisa juga disebut “evaluasi diri”

    Falzart Plain:
    Itu hanya salah satu manfaat merenung, lho!

  9. yisha Jumat, 23 Maret 2012 @ 11:58 AM pukul 11:58 AM Reply

    kalasi? apatis? aku ngga pahaaaaaaaaam…. 😥

    Falzart Plain:
    Yisha,…
    Kalasi itu curang dan aduh… kayaknya sudah pernah saya jelaskan deh…😆
    Apatis itu artinya cuek dengan sekitar. Mau ada bom kek, mau ada kura-kura kek, pokoknya cuek…

  10. Athifah Dahsyamar Jumat, 23 Maret 2012 @ 1:58 PM pukul 1:58 PM Reply

    iyaa iyaa, maaf.
    tapi kemarin kan saya kasih (*), jadi nama asli tidak sepenuhnya tersebut, haha..

    iya, memang lama ditinggalkan itu blog.
    tau dari mana, fal ?

    Falzart Plain:
    Gak sengaja. Kalau gak salah dari FB dulu (dulu sekali). Awal blogging kan saya cari teman dulu. Dulu saya masih pakai nama asli di blog.

    • Athifah Dahsyamar Jumat, 23 Maret 2012 @ 2:18 PM pukul 2:18 PM Reply

      saya malah lupa pernah simpan url blog di fb atau tidak.
      jadi sekarang tersisa blog apa ?

      Falzart Plain:
      Pernah ada kayaknya… saya justru tahunya dari sana (dari FB)… Kan saya tidak tahu kata ‘Dahsyamar’ itu sebelumnya…
      Tersisa blog apa? Maksudnya? Blog ini, blog utama saya… *eh, apa maksudnya ‘tersisa blog apa?’

  11. Tri Jumat, 23 Maret 2012 @ 3:52 PM pukul 3:52 PM Reply

    kayaknya semua orang perlu merenung sesekali, menyendiri berpikir tentang diri sendiri🙂

    Falzart Plain:
    Yap, tepat!

  12. bluethunderheart Jumat, 23 Maret 2012 @ 10:43 PM pukul 10:43 PM Reply

    u hebat kawan
    blue ingin belajar nulis pdmu
    menarik
    salam hangat dari blue

    Falzart Plain:
    Hahaha… blue juga bisa nulis kok, Falzart nggak usah ngajarin juga blue udah bisa…😀

  13. Ratnawati Utami Jumat, 23 Maret 2012 @ 11:48 PM pukul 11:48 PM Reply

    met kenal ya, wah aku gak terlalu memikirkan psikologi kepribadian. cukup sholeh ato enggak. dan terlalu bersemangat kalo kegiatan luar rumah, alasan pertama, buat ditulis di blog, kenalan dengan orang baru, juga penasaran dengan cerita orang2 yang pernah kesana…

    Falzart Plain:
    Hehehe… begitu ya… Psikologi pribadian itu menarik lho, Mbak…😀

  14. Yusuf Abdac Sabtu, 24 Maret 2012 @ 12:21 PM pukul 12:21 PM Reply

    hidup itu seperti remote yang mempunyai beberapa tombol play, fast forward, rewind, pause, slow motion dan stop.

    Play = tombol yang akan terus di tekan, karena hidup itu terus berjalan.

    fast forward = penting untuk di tekan namun jangan terlalu sering atau kita akan kelelahan dan menjadi pribadi yang terburu-buru dan gak sabaran.

    rewind = saat seseorang menoleh ke belakang, melihat masa lalunya lalu mengambil pelajaran darinya. tekanlah sesekali saja, terlalu sering menekan akan membuat seseorang menyesali masa lalu, stress bahkan menjadi gila.

    pause = saat kita beristirahat dari urusan/masalah kita. dengan mengkhayal, merenung, merokok atau refreshing. terlalu lama ditekan, akan merusak tombol play kita, karena ‘life must go on’.

    slow motion = saat kita berjalan lebih lambat dari biasanya. bisa jadi karena kita terlalu lama menekan tombol fast forward. atau karena ingin bertindak dengan tenang, perlahan namun pasti dan kontinu(alon-alon asal kelakon). Ditekan terus menerus tidak akan merusak tombol play namun menjadi malas menekan tombol fast forward. hidupnya akan mengalami peningkatan kemajuan secara bertahap dan perlahan, namun tidak ada percepatan.

    stop = tombol yang ditekan malaikat maut. akan membuat kita meninggalkan semua prestasi yang kita ukir di dunia. bila pahatan kita indah, kita akan dikenang. namun bila pahatan kita buruk atau biasa-biasa saja, kita akan dilupakan.

    menekan tombol pause boleh saja, namun jangan sampai kita melupakan tombol-tombol lainnya. Mainkan dan tekanlah semua tombol yang bisa ditekan dengan benar. Maka kesuksesan dan kebahagiaan akan kita dapatkan.

    Falzart Plain:
    Wah, masukan yang keren, nih, Bang. Makasih ya… Saya akan pikirkan lebih lanjut…😀

  15. elfarizi Minggu, 25 Maret 2012 @ 6:26 PM pukul 6:26 PM Reply

    Kaya baca renungan sendiri😐

    Falzart Plain:
    Hahaha… benarkah? Ini sudah keberapa kali, ya? Kok kayak sering?

    • elfarizi Minggu, 25 Maret 2012 @ 9:00 PM pukul 9:00 PM Reply

      Entah … Brader.
      Jujur, kayak banyak kesamaan. Entah harus ekspresi gimana.
      Sial! <— ekspresimu waktu saya bilang sama-sama gak pernah main kelereng!!!😆

      Falzart Plain:
      Kalau begitu mulai sekarang ekspresi kesamaan adalah: “Sial!”😆

      • elfarizi Senin, 26 Maret 2012 @ 12:36 PM pukul 12:36 PM

        Hahaha … dasar dokter aneh <– itu nama blogmu lho ya …

        Falzart Plain:
        Sebuah blog takterurus… Ngapain ke sana?

  16. kabutpikir Senin, 9 April 2012 @ 4:31 PM pukul 4:31 PM Reply

    Dokter kok pemalas???

    Falzart Plain:
    Kan saya bukan dokter…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: