Biasa dan Bangga

OK. Tema tulisan kali ini adalah Biasa dan Bangga. Eh, itu bukan tema ding, itu judulnya. Ini hanya akan menjadi tulisan saya yang singkat (meski nggak singkat-singkat amat), tapi saya harapkan bisa menginspirasi siapa saja yang membacanya.

Saya mulai. Saya perkenalkan, diri saya di dunia maya ini adalah Falzart Plain. Di dunia nyata, saya ini orang biasa dan saya bangga. Saya bahkan tidak pernah merasa luar biasa. Tidak pernah merasa berharga, dan saya rasa memang tidak perlu itu. Saya adalah Phlegmatis yang bersembunyi di sudut ruangan ketika guru menjelaskan, tapi saya bukanlah orang menonjol karena kelebihan atau kebodohanku di kelas. Intinya, saya orang biasa, orang yang tidak diperhitungkan.

Bagaimana saya menjadi bangga dengan hanya menjadi orang biasa? Saya menyadari bahwa tidak semua orang bisa menjadi orang besar. Semuanya punya takdirnya masing-masing, yang jelas terus berjalan pada alur kehidupan yang datang menghadang adalah hal yang bijak menurut saya.

Ada sebuah nasehat ayahku yang menjadi prinsip buatku dulu. Prinsip itu adalah: patuhi orangtua. Alhasil, dengan cara yang sangat biasa saya bisa sampai jadi mahasiswa. Meski hanya mahasiswa biasa, itu hal yang luar biasa bagiku. Bantuan orangtuaku pada proses ini kebanyakan adalah doa saja, tapi saya rasakan betul bagaimana doa orangtuaku mengiringiku selama ini. Mereka juga pasti tidak menyangka saya bisa jadi mahasiswa seperti ini.

Bukan sekedar doa, itu yang saya yakini. Paragraf di atas adalah satu poin dan paragraf ini adalah poin lainnya. Hal lain yang saya anut adalah bahwa impian adalah autopilot kesuksesan. Sebagai orang ‘sudut ruangan’, saya punya banyak waktu untuk merakit impian. Dan saya merasakan betul bagaimana impian mengarahkan jalan hidup melalui keputusan-keputusan dan keberanian yang muncul di luar akal sehat.

Poin lainnya adalah bersyukur dan bersabar. Ketika jalan tidak terbuka, keputusan tidak bisa diambil, maka bersyukur dan bersabar secara simultan adalah hal yang paling menenangkan. Sekarang saya orang biasa, tetapi merasa orang yang beruntung. Okelah, misalnya saya terlambat sarjana beberapa tahun, tetapi dengan poin ini saya merasa tidak ada yang terlalu sulit di dunia ini. Cobalah! πŸ˜€

Sebenarnya saya terlambat sarjana disebabkan karena saya melawan poin satu (doa orangtua) ketika saya sudah jadi mahasiswa, jadi jangan lakukan itu ya! Kehidupan memang tidak pernah lurus tetapi ada prinsip yang harus tetap kita pegang, di posting ini: doa, impian, dan kesyukur-sabaran. Doa akan melancarkan jalan, impian mengarahkannya, dan kesyukur-sabaran itulah yang akan menenangkan di setiap perhentian.

Ini hanya nasehat singkat yang membuatku merasa beruntung sampai sekarang, meski saya hanya orang biasa. Ada yang mau share pengalaman juga, nggak?

“Tulisan ini sebagai Inspirasi untuk Catatan Hati 10 Maret 2012 – @yankmira #1 Giveaway”

Iklan

15 thoughts on “Biasa dan Bangga

  1. Menurut saya, kamu pinter lho πŸ˜‰
    Terlambat gak masalah, wong SMA-nya kamu kecepetan, kan? hehe *sotoy*

    Kalau doa orangtua, saya sepakat dan sepaham. Alhamdulillah, masih saya pegang itu πŸ™‚

    Falzart Plain:
    Blogger adalah orang-orang pintar, kecuali saya… πŸ˜† Saya orang biasa.

  2. saya juga bangga dengan bang falzart karena kau terlihat biasa hahahahahaha abis kalau luar biasa nanti kau lupa saya orang yang bener bener biasa kayak saya hihihihihi

    d(^o^”)

    Falzart Plain:
    Biasa aja kaleee, Bang… Kita kan sama-sama orang biasa. πŸ˜€

  3. cieee…si Falzart merendah nih ceritanya,
    mana ada mahasiswa kedokteran yang cuma biasa aja
    masuknya aja pasti passing gradenya tinggi

    huhuhu, merasa senasib. gara-gara tak mengindahkan doa orang tua, rempong deh sekarang skripsinya, gak kelar-kelar

    Falzart Plain:
    NB: saya orang biasa. Beneran orang biasa dari keluarga biasa.
    Poin tiga, Mbak… Syukur dan Sabar… Kalau udah begini itu aja yang bisa bikin tenang-tenang diri…
    Lagian orangtua dilawan, kacau deh kita, eh saya, eh Mbak juga barangkali. (ini namanya ekspresi senasib)

    • Sepakat sama Mbak Puch. Entah stereotipe doang atau emang bener begitu adanya yaaa … susah buat bilang mahasiswa kedokteran itu biasa aja *cie cie … bikin Falzart tambah melayang-layang* haha πŸ˜†

      Falzart Plain:
      Tapi terlambat lulus *jatuh*…

  4. Subhanallah……..
    Orangtua mas bro pasti bangga melihat anaknya yang taat menjalani harapan dn doa orangtua.
    Mereka juga akan bangga ketika anaknya merasa hanya sebagai orang biasa, karena dengan kesadaran itu akan selalu berusaha untuk menjadi luar biasa. Dibandingkan orang yang merasa luar biasa, ga mungkin akan berusaha menjadi orang biasa, he…he…heee….!

    Falzart Plain:
    Orangtua saya jelas tahu apa yang saya perbuat, saya hanya harus segera penuhi harapan mereka. Ya, saya ini orang biasa. πŸ˜€

  5. yah terkadang yang biasa-biasa sebenarnya luar biasa, seperti sederhana tetapi seberanya isinya mewah, sangat susah menjadi yang biasa2 karena tiap orang selalu ingin menjadi orang yang luar biasa..#ngomong apa sih sy :D…hahaha..tenang zart..blog mu masih favorit sy hahahah (siapa gw? πŸ˜€ )

    Falzart Plain:
    Hahaha… ada yang memfavoritkan blog saya rupanya… πŸ˜€
    Thanks, ya!

  6. Bangga menjadi biasa adalah bentuk dari keikhlasan dan rasa syukur. Itu BAGUS! SANGAT BAGUS!

    Sebuah kata mutiara buat Fal…
    “Biasa demi Biasa lama-lama jadi luar biasa.”
    “Biasa kita teguh Biasa kita runtuh.”

    -_-a *kok* padahal otakku lagi biasa-biasa saja…

    Falzart Plain:
    Ini kayaknya sedikit nggak biasa, Bang… πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s