Diary: Sepi

Di sore hari yang sepi ini saya hanya bisa memandangi netbook dengan sayu. ย Saya tidur sampai Dhuhur tadi, lalu disergap diskusi oleh salah seorang Junior. Diskusi tentang sesuatu yang tidak begitu saya kuasai. Sudah, saya sudah tidak bisa ngeles lagi. Saya serahkan saja urusan diskusi itu pada yang lebih berkompeten. Ya, tapi begitulah kendala junior jaman sekarang, malas menghubungi seniornya yang nggak ada di depan mata. Sepertinya ini juga salah saya, kenapa saya dulu tidak belajar dengan baik, ya? Sudahlah. Penyesalan memang selalu datang belakangan.

Sepi. Entah kenapa rasanya sepi. Seolah-olah saya hanya berdua-duaan saja dengan netbook kesayanganku ini. Orang-orang yang berada di sekitarku seolah tidak ada. Tidak ada interaksi, tidak ada sensasi, tidak ada kesan. Mengerikan.

Membuka netbook, mencari kawan, ternyata orang-orang dunia maya juga sedang luring (offline). Oh, betapa sepinya sore ini. Sejujurnya saya punya masalah yang harus dipastikan kebenarannya, tapi saya terlalu takut untuk menghadapinya karena taruhannya adalah satu tahun pendidikan lagi di fakultas ini. Tidak! Saya benar-benar tidak berani menghadapi ini. Berdoa adalah pilihan yang bagus, tapi entahlah kali ini hal itu terlalu berat untuk dilakukan. Saya butuh menenangkan hati, dan saya sedang mencari kawan.

Kata-kata mengalir dari dalam sepi jiwa yang menyeruak. Entah saya akan menghadiri ta’lim sebentar ba’da ashar atau tidak. Rasanya saya jadi tidak mood melakukan apapun. Rasanya ingin tidur saja. Ini adalah sebuah gejala depresi yang dulu sering saya alami jika sedang berada dalam keadaan tertekan. Saya tertekan. Akankah setahun lagi saya di sini? Tidak! Saya tidak mau! Namun apabila kesalahan administrasiku di masa lalu mengakibatkan hal ini harus kuhadapi lagi… Ah, ini bukan soal beratnya beban yang ditanggung dalam waktu yang ditentukan, melainkan soal beratnya panjang waktu untuk ditunggu. Saya tidak mau! Tidak mau! Saya takut sekali. Apa ini? Kenapa ini harus kuhadapi?

Kenapa sepi ini harus lagi kuhadapi? Kenapa saya harus merasakan ini lagi? Kenapa? Aaarrrgghh! Ketika kutanya setiap sudut jiwaku mereka tidak bisa menjawab. Si Hitam tetap dengan dominasi ketakutannya, mengalahkan si Merah dengan ke-was-was-annya untuk mengetahui kebenaran. Sementara itu, si Hijau bungkam. Semuanya sepi. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi kemudian, tapi jika benar namaku tidak ada di sana… artinya setahun lagi buatku. Aaaarrrrgggghhhh!!!!

12 thoughts on “Diary: Sepi

  1. misstitisari Kamis, 12 April 2012 @ 3:35 PM pukul 3:35 PM Reply

    aduh masa mesti nunggu setahun lagi Fal, mudahmudahan ngga yahh
    udah jangan nangis #pukpuk

    Falzart Plain:
    ๐Ÿ˜ฅ

  2. kabutpikir Kamis, 12 April 2012 @ 4:05 PM pukul 4:05 PM Reply

    ga pa pa…. cuman 12 bulan kan?
    semangat aja. mungkin memang itu yang terbaik menurut Allah

    Falzart Plain:
    Ehem…
    Benar juga ya… cuma 12 bulan… hehehhe… cuma..๐Ÿ˜ฏ

  3. freezerfananta Kamis, 12 April 2012 @ 5:25 PM pukul 5:25 PM Reply

    Bagaimana si biru dan si kuning๐Ÿ˜€

    Falzart Plain:
    Mereka tidak pernah ada.

  4. elfarizi Kamis, 12 April 2012 @ 7:29 PM pukul 7:29 PM Reply

    Gimana kalo refreshing sejenak, ke Bandung misalnya … biar gak sepi๐Ÿ˜€
    Semangka!

    Falzart Plain:
    Boleh juga…๐Ÿ˜€

    • elfarizi Kamis, 12 April 2012 @ 8:00 PM pukul 8:00 PM Reply

      wiii … lagi OL yaaa, brader?๐Ÿ˜€
      Ayo, kapan mau ke Bandung? Entar saya antar liat Monas (eh, emang Monas di Bandung, ya?)๐Ÿ˜€

      Falzart Plain:
      Hehehehe… Apa sih? Lagi baca komik OL…

  5. jus kulit manggis xamthone Kamis, 12 April 2012 @ 8:32 PM pukul 8:32 PM Reply

    saran saya kalo lagi sepi/galau jangan muter lagu adele, tapi lagu lady gaga…biar semangat…

    Falzart Plain:
    SAya nggak dengar lagu…๐Ÿ˜€

  6. Eko Wardoyo Kamis, 12 April 2012 @ 8:57 PM pukul 8:57 PM Reply

    dulu saya perfikir dan dinasehati juga untuk berusaha dengan keras selebihnya serahkan kepada yang maha kuasa – tawakal,

    tapi ternyata ada yang kurang bang – tawakal pasrah dan berserah itu letaknya didepan sebelum usaha karena hidup sudah diberi jalan sendiru untuk kita mengalir di tempat itu kita berusaha bang

    kalau sudah tawakal, berdoa, usaha yah gak usah risau lagi dech hehehehe tinggal berprasangka baik biar hasilnya baik๐Ÿ™‚

    jiayooo bang๐Ÿ™‚ <— loch buka lowongan untuk kawan tohhh nanti aku daftar dahhh๐Ÿ˜€

    Falzart Plain:
    Tapi sekarang saya sedang terlalu takut…๐Ÿ˜ฅ

  7. Danni Moring Kamis, 12 April 2012 @ 11:39 PM pukul 11:39 PM Reply

    sepi oh sepi.. :D… saya coret ini ya…biar ramai #ga jaminan sih :D… #ngomong apa sih gw๐Ÿ˜† btw semoga hasilnya bagus dan memuaskan zart..

    Falzart Plain:
    Ohohoho…๐Ÿ˜†

  8. puchsukahujan Jumat, 13 April 2012 @ 1:30 PM pukul 1:30 PM Reply

    galau detected!

    *berasa baca postingan buat diriku sendiri ini,
    tapi tidak! untukku cukup tahun ini
    tidak akan ada satu tahun lagi, pokoknya harus tahun ini๐Ÿ˜€
    #apasih #abaikan

    Falzart Plain:
    Gak apa-apa… Mudah-mudahan tahun ini Mbak Puch dan Saya bisa sarjana kalau begitu…๐Ÿ˜€

  9. fanz Jumat, 13 April 2012 @ 9:24 PM pukul 9:24 PM Reply

    postingannya mengharu biru.. ga tau mau komen apa mas..๐Ÿ™‚

    Falzart Plain:
    Saya juga nggak tahu mau membalas apa, Mas…๐Ÿ˜•๐Ÿ˜†

  10. Maya Sabtu, 14 April 2012 @ 7:38 PM pukul 7:38 PM Reply

    semangat! tetap semangat!
    semua terjadi untuk yang terbaik๐Ÿ˜€
    1 tahun.. ehem..

    Falzart Plain:
    Iya, saya percaya itu… kak… (kayaknya saya sering sekali tidak sopan sama senior nih…)๐Ÿ™‚

  11. Yusuf Abdac Rabu, 18 April 2012 @ 2:26 PM pukul 2:26 PM Reply

    Setaun masih lebih sebentar dari Sepuluh tahun kan?

    Falzart Plain:
    Tetap aja lama…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: