Diary: Ahli?

Seharian saya berpikir, kenapa yang lulus ujian hari Selasa kemaren hanya satu orang? Tidak cukupkah yang kupelajari? Terus, kenapa pula ujian remedialnya ditunda? Tolonglah, beri aku kejelasan! Hehehe… Sudahlah, jeritan bodohku harus segera berakhir. Saya tidak boleh seperti ini terus.

Bicara soal ujian remedial, hal itulah yang terjadi tadi. Saya sudah menunggu sejak usai Sholat Jumat, tapi ditunda-tunda terus hingga tiba keputusan untuk menunda ujian remedial sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Tidur, itulah yang kulakukan sementara menunggu kepastian tadi.

Saya berpikir lebih jauh lagi. Kenapa hanya satu orang yang lulus? Apakah yang satu orang itu sangat ahli? Atau dia menguasai dengan sepenuhnya mata kuliah kali ini? Firasatku mengatakan bahwa dia memiliki metode belajar yang baik, obsesi lulus yang tinggi, serta konsistensi yang luar biasa. Ya, kalau saya pikir-pikir lagi, saya tidak punya itu.

Semenjak di bangku sekolah dulu, sebelum kuliah maksudnya, saya tidak pernah membuat catatan pelajaran. Saya juga tidak pernah terlalu serius dalam belajar. Saya hanya menjalani kehidupan yang lurus-lurus saja. Namun, semuanya berubah saat negara api menyerang. Eh, maksudnya semuanya berubah sejak saya menjadi mahasiswa yang โ€˜bengkokโ€™. Jalanku tidak lurus murni untuk belajar saja. Tujuanku jadi banyak. Kurasa ini adalah penyebab utama saya tidak fokus yang berlanjut menjadi keterlambatan penyelesaian masa studi di bangku perkuliahan.

Menjadi seorang ahli. Ah, saya ingin sekali menjadi seorang ahli. Ahli apa saja, yang penting baik. Mungkin, saya tidak bisa menjadi ahli dalam belajar. Saya tidak bisa juga ahli dalam mencari lokasi (saya sering nyasar). Juga tidak bisa menjadi ahli dalam bermain game. Saya penasaran, saya bisa jadi ahli apa ya?

Di balik itu semua, saya pikir menjadi seorang ahli tidaklah mudah. Seorang ahli biasanya menekuni suatu bidang yang dia sukai dan dia melakukan latihan setiap hari. Dia bersungguh-sungguh terhadap apa yang ingin dikuasainya. Begitulah seorang ahli menurut saya. Tanpa sadar, seseorang sebenarnya bisa menjadi ahli. Hanya saja, saya pikir menjadi ahli buatku akan sedikit rumit. Pasalnya, saya mengendalikan setiap kesenanganku terhadap hal apapun. Saya tidak lagi bisa terlalu senang pada sesuatu sehingga saya bingung, hal menyenangkan apa yang bisa saya tekuni?

Sudahlah, perenungan bodoh. Dirimu adalah apa yang kau lakukan tiap hari. Tapi, apa yang kau lakukan tiap hari belum tentu menjadikanmu ahli jika tidak disertai kesungguhan. Salah satu faktanya saya adalah blogger, tapi saya tidak ahli.๐Ÿ˜†

5 thoughts on “Diary: Ahli?

  1. elfarizi Jumat, 13 April 2012 @ 10:09 PM pukul 10:09 PM Reply

    Ahli Chibi … Nah, ini yang pas buat dirimu, Brader!
    *Yang setuju, lanjutin komen di bawah ya*๐Ÿ˜€

    Falzart Plain:
    Ahli Chibi? Nggak deh… It’s a little nggak enak sama yang pertama kali buat Chibi di dunia ini…

  2. puchsukahujan Sabtu, 14 April 2012 @ 12:12 AM pukul 12:12 AM Reply

    ahli bikin ‘Diary’ hehehe….

    Falzart Plain:
    Itu sekedar judul tulisan…๐Ÿ˜†

  3. kabutpikir Sabtu, 14 April 2012 @ 8:58 AM pukul 8:58 AM Reply

    ahli bikin celoteh galau… ahaha

    Falzart Plain:
    Boleh juga. Tapi nggak selamanya begitu… lagipula siapa sih yang senang menggalau…๐Ÿ˜†

  4. Danni Moring Minggu, 15 April 2012 @ 6:51 PM pukul 6:51 PM Reply

    mudah2an jadi dokter yang ahli dan handal๐Ÿ™‚

    Falzart Plain:
    ~Amiin…

  5. Yusuf Abdac Selasa, 17 April 2012 @ 3:21 PM pukul 3:21 PM Reply

    ahli membaca pikiran orang…?

    Falzart Plain:
    Kayaknya bagus…๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: