Diary: Menghadapkan Hati

Sebetulnya ini adalah pikiran lanjutan saya dari posting yang kemarin. Kalau kemarin membahas tentang sesuatu yang singkat saja, saya hari ini berpikir tentang menghadapkan hati. Tidak berhubungan? OK, anggap saja berhubungan karena posting singkat saja membahas tentang sesuatu yang harusnya dilakukan singkat saja, tetapi kebanyakan orang terlena. Sementara itu, posting ini tentang menghadapkan hati ketika melakukan sesuatu.

Menghadapkan hati. Saya tidak begitu mengerti definisinya. Saya serahkan sepenuhnya perihal definisi ini kepada pembaca. Ya, hanya saja saya punya pendapat tersendiri tentang menghadapkan hati. Ketika melakukan sesuatu dibutuhkan yang namanya konsentrasi. Ketika konsentrasi terpusat pada sesuatu yang kita lakukan sehingga kita menjadi betul-betul menjiwai apa yang dilakukan tersebut, itu yang kusebut menghadapkan hati. Kuncinya adalah pada niat.

Ya, kadangkala saya merasa tubuh saya sedang berada di kursi, tapi hati, jiwa, dan pikiran saya ada di dunia maya. Ini kebiasaan anak muda jaman sekarang meski saya tidak lagi muda. Begitu pun jika berada di suatu tempat ketika melakukan sesuatu, seringkali pikiran kita melanglangbuana ke tempat lain. Sebenarnya yang paling parah adalah jika hal itu terjadi ketika tengah beribadah. Tapi, lupakan. Saya hanya berpikir bahwa belakangan ini saya kurang dalam hal menghadapkan hati kepada apa yang tengah saya lakukan sebenarnya, ibarat orang jatuh cinta. Pikiran buyar. Hmmm… kalau sampai di sini tidak mengerti tidak apa-apa. Saya hanya menuliskan yang saya pikirkan selama seharian.

Pernah tidak konsentrasi juga? Bagaimana caramu menghadapkan hati pada yang tengah dirimu lakukan?

Iklan

15 thoughts on “Diary: Menghadapkan Hati

  1. PERTAMAX DIAMANKAN!!!
    Niaaat … niaaat …
    Kalau diperhatikan dari semua tulisan Pak Falzart nih, seringkali dirimu merasa tua ya, padahal masih muda. Kebanyakan orang udah tahu, tapi berasa muda πŸ˜› *analisis ngaco*

    Falzart Plain:
    Itu menyinggung SARU. Maaf ya… Komentar ini saya anggap SPAM. Huahahahahaha…. (Ketawa setan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s