Black’s Diary: Kesepian

Aku adalah si Hitam, salah satu bagian kepribadian khayalan terintegrasi dalam diri Falzart Plain. Di sini, aku tidak sendiri. Ada beberapa bagian kepribadian khayalan terintegrasi yang lainnya. Mereka adalah diriku juga. Sejauh ini, aku mengenal dua sosok kepribadian yang lain selain daripada aku, mereka adalah si Merah dan si Hijau. Secara bergantian, kami bertiga memegang kendali dari kesadaran dan minat Falzart Plain, tergantung mana di antara kami yang sedang dominan. Hari ini, entah kenapa ruang jiwa yang biasa kami tempati bersama untuk berbincang mendadak sepi. Kemana mereka pergi?

Aku rindu ketika Merah dan Hijau berdebat dan ketika aku saling menahan dengan mereka. Aku rindu kejutekan si Merah dan kata-katanya yang tajam penuh emosi. Aku rindu nasehat si Hijau meskipun di antara kami jarang sekali ada yang mendengarkannya. Ya, aku rindu semua itu, tapi mereka seolah tidak ada di sini, di ruang jiwa kami.

Aku penasaran siapa yang sedang dominan di panggung kesadaran saat ini. Sebagai sisi yang menyimpan rasa takut, pesimisme, dan sikap anti-sosial, semestinya saat ini akulah yang dominan, tapi entahlah aku tidak ingin naik ke panggung kesadaran saat ini. Maka pergilah aku ke kamar jiwa masing-masing mereka.

Ini adalah kamar si Hijau. Biasanya dialah yang bertanggung jawab atas kebijaksanaan dan kekuatan spiritual kami, tapi kali ini sama sekali tidak tampak ada aura berpikir atau beribadah di dalam sana. Dia pasti sedang tidur. Ya, biasanya dia akan bangkit dari tidurnya ketika ada masalah saja. Dan dia cukup baik untuk menenangkan rasa pesimismeku tentang nilai yang tertahan di akademik, meski belum pernah ada yang membuktikannya.

Aku beranjak ke kamar si Merah. Aku tidak ingin mengganggu tidur lelap si Hijau, maka aku mencoba untuk menyapa si Merah. Aku membuka pintu kamar si Merah, ternyata dia sedang tidur juga. Rasanya tidak nyaman mengganggu mereka, jadi untuk mengisi waktuku aku memandang sekeliling. Ini tembok kamar si Merah, banyak sekali terpasang poster, foto, dan puisi-puisi. Ah, aku tidak perlu menebak itu poster dan foto siapa dan puisi untuk siapa itu, itu pasti untuk seorang gadis yang muncul di perjanjian mimpi kami.

Aku kembali ke kamarku yang gelap. Semua orang tertidur. Aku juga ingin tidur, aku tidak ingin mengganggu mereka. Biarlah kini terasa sepi menelusuk ke tiap partikel jiwaku yang menyendiri ini. Biar saja. Biar.

Sore hari, aku mendengar si Merah sedang ribut-ribut di panggung kesadaran. Sementara itu, si Hijau belum juga bangun. Aku tahu si Hijau kadang terbangun di tengah malam, entahlah apa yang dia lakukan waktu itu. Aku penasaran dengan apa yang tengah terjadi di panggung kesadaran saat ini, jadi aku menengok apa yang tengah terjadi di sana.

Ternyata si Merah sedang main game bersama Jombreng, adik kami di dunia nyata. Yah, padahal aku ingin sekali mengajak si Merah berbincang konyol seperti waktu kami pertama kali tercipta. Sudahlah, maka aku pun mencoba menyapa si Merah. Siapa tahu dia ada waktu.

“Merah, seru ya gamenya?”

“Tolong jangan ganggu, lagi sibuk. Urus urusanmu saja kalau ada sana!”

Seperti biasa, kata-kata si Merah itu selalu membuatku merasa terusir, dan ketika dia lakukan itu aura Hitamku selalu meningkat seperti ini. Mencekam ke segala arah, rasa sepi, kosong, hampa, dan semacamnya pun bisa mempengaruhi sisi kepribadian yang lain untuk merasakan aura Hitam yang sama.

“Hitam, kau mau dominan?” Merah tiba-tiba bertanya. Mungkin dia menyadari konsentrasi auraku yang meningkat.

“Hmm… ya. Boleh. Kalau bisa saya mau menulis.”

“Blogging?”

“Ya, boleh kan?”

“Habis game ini kalau begitu, dan ingat. Jangan lama-lama.”

“Baiklah, bagaimana kalau dengan blogwalking? Atau balas komentar? Atau…”

“Tidak boleh!”

“Yaaaah… kok begitu…”

“Pokoknya tidak boleh! Mau naik atau tidak? Pilih cepat! Gameku tidak bisa menunggu.”

Aku pun naik ke alam nyata, menjadi dominan untuk menulis, dan aku menulis ini. Sedikit-sedikit, aku mengecek keluarnya komik yang kami tunggu-tunggu dari beberapa hari yang lalu. Dan, komiknya sudah keluar. Ya, sepertinya konsentrasi si Merah untuk main game terganggu, dia malah sibuk baca komik, lalu tertidur.

Aku yang berkuasa sekarang. Si Merah tidak menghalangiku untuk dominan, tetapi aku tetap saja kesepian. Entahlah, setelah ini apakah aku akan membalas komentar atau tidak. Blogwalking atau tidak. Semuanya mungkin hanya tergantung koneksi. Hmm… ya, setidaknya sampai rasa sepiku hilang.

16 thoughts on “Black’s Diary: Kesepian

  1. fauzanmm Sabtu, 28 April 2012 @ 10:01 PM pukul 10:01 PM Reply

    ini imaginasi kah ??πŸ™‚

    Falzart Plain:
    Separuh nyata.πŸ™‚

  2. misstitisari Sabtu, 28 April 2012 @ 10:16 PM pukul 10:16 PM Reply

    jadi ini si hitam yang ngeblog?

    Falzart Plain:
    Yang suka ngeblog memang cuma si Hitam.πŸ™‚

  3. Danni Moring Sabtu, 28 April 2012 @ 10:38 PM pukul 10:38 PM Reply

    si hitam yang misterius alias falzart plain? si merah yang bersifat emosional? si hijau yang bersifat pendamai serta religius?

    Falzart Plain:
    Ketiganya adalah kepribadian terintegrasi dari Falzart Plain.πŸ™‚

  4. septiadiah Sabtu, 28 April 2012 @ 10:59 PM pukul 10:59 PM Reply

    nungguin naruto ya?:mrgreen:

    Falzart Plain:
    Yap!πŸ™‚

  5. nurul fadilah (@nufadilah) Minggu, 29 April 2012 @ 12:05 AM pukul 12:05 AM Reply

    berkepribadian triple ya?? wew

    Falzart Plain:
    Nggak, mungkin masih ada yang lainnya…πŸ™‚

  6. Marczumi Rumambay Minggu, 29 April 2012 @ 1:03 AM pukul 1:03 AM Reply

    klo si hitam yg ngblog, si putih kapan nih ngblog’a?:mrgreen:

    Falzart Plain:
    Si Hitam aja sendiri yang suka ngeblog sih. Kalau yang lain ikutan, biasanya cuma ganggu. Eh, saya belum nemu si Putih. Kayaknya dia memang nggak ada.

  7. rianaadzkya Minggu, 29 April 2012 @ 2:04 AM pukul 2:04 AM Reply

    Hahahahah… Lucu jugaa ya si Meraah… saya jadi ikutan gemess…πŸ˜€
    Pasti si Merahku lebih gemesin dan nyebelin dah… xixiiixix….

    Falzart Plain:
    Mungkin…πŸ™‚

  8. elfarizi Minggu, 29 April 2012 @ 5:53 AM pukul 5:53 AM Reply

    SI Hitam terlalu unyu untuk dikatakan hitam …

    Falzart Plain:
    Yang seram sebetulnya adalah si Merah kalau sedang terkonaminasi Hitam, atau sebaliknya…πŸ™‚

    • elfarizi Minggu, 29 April 2012 @ 6:02 PM pukul 6:02 PM Reply

      Padahal merah kesannya cute, apalagi agak-agak muda merahnya … #happasi

      Falzart Plain:
      Hmmm… *mikir

  9. Athifah Dahsyamar Minggu, 29 April 2012 @ 6:39 AM pukul 6:39 AM Reply

    yang ada dipikiranku pas merah bicara langsung ada keluar asap dari hidung dan telinganya, hitam kayak neraka (kayak sudah kesana saja) haha

    Falzart Plain:
    Nggak, si Merah kalau bicara sombong. Tapi seperti orang biasa saja tampangnya.

  10. Eko Wardoyo Minggu, 29 April 2012 @ 7:11 AM pukul 7:11 AM Reply

    kamar si merah pasti membawa pada motivasi mimpi untuk maju tuch uhmmmmm

    diarynya sekarang terbagi bagi nichπŸ˜€, jangan biarkan kau terhanyut dalam 3 pribadi bang FalπŸ˜€ kau tetap Falzart PlainπŸ˜€

    Falzart Plain:
    Saya tidak terbagi. Hanya saja rasanya sepi, seolah hanya si Hitam yang ada di sini. Yang lain entah kemana…

  11. ririe Minggu, 29 April 2012 @ 8:00 AM pukul 8:00 AM Reply

    merah, hijau, hitam…hemmm, beneran ini deskripsi kepribadian dirimu?

    Falzart Plain:
    Kurang lebih begitu…πŸ™‚

  12. arifkhumaidi Minggu, 29 April 2012 @ 9:53 AM pukul 9:53 AM Reply

    wow… berkepribadian triple @.@
    seru kayaknya tuh, haha…πŸ˜€

    Falzart Plain:
    Seru selama mereka terintegrasi, kalau tidak… wew… ribet…

  13. arie kusuma Minggu, 29 April 2012 @ 2:32 PM pukul 2:32 PM Reply

    warna pelangi. wkaka
    pelangi pelangi ciptaan tuhan. hehehe. kurang warna kuning aja. hehe
    hitemnya buang aja. terlalu lemot. hehe
    mantep FN ganteng. hehehe

    Falzart Plain:
    Nggak bisa. Ini bukan pelangi. Tidak boleh ada yang dibuang. Membuang satu artinya memerangi keseluruhan.

  14. puchsukahujan Minggu, 29 April 2012 @ 9:21 PM pukul 9:21 PM Reply

    keren… (beneran deh)
    ini jiwa yang satu, tapi punya banyak kompartemen di sana
    yang teradang kupikir ‘complicated’

    manusiawi sekali
    saya bener bener bener suka postingan yang iniπŸ˜€

    Falzart Plain:
    He? Benarkah?πŸ™‚

  15. enha Sabtu, 5 Mei 2012 @ 2:21 PM pukul 2:21 PM Reply

    kalau aku, spertinya punya empat macam tipe kepribadian…πŸ™‚

    dan yg bikin sebel adlh ketika salah satu kepribadian, merusak atau menolak rencana yg sudah disusun sedemikian rupa oleh kepribadian yg lain.

    #seperti perang dalam diri sendiri. (

    Falzart Plain:
    Perang internal memang bikin bingung. Kadang emosi tercampur aduk nggak karuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: