Diary: Singkat Kata (END)

Sejauh ini rupanya saya sudah membuat tiga belas postingan yang judulnya “Singkat Kata”. Saya akan mengakhiri ini sekarang karena segalanya memang sudah berakhir. Ya, mudah-mudahan. Postingan ini akan menjelaskan makna postingan “Singkat Kata” yang tiga belas itu. Mungkin tidak terlalu penting bagi yang sekedar sejenak membaca lewat, tetapi entah kenapa saya justru suka menuliskan hal seperti itu.

Singkat Kata (1): Hari itu saya ditunjuk [lagi] oleh kalangan super senior di organisasiku untuk kembali mem-backup pelaksanaan penerimaan anggota baru. Kenapa? Tahun lalu, saya adalah orang paling penting yang menjadi otak kegiatan ini, posisiku lebih di atas dari Ketua Panitia, lagipula saya masih sering berada di kampus karena tidak kunjung sarjana. Ya, makanya saya pun menjadi salah satu dari beberapa orang penting tahun lalu yang ditunjuk untuk kembali turun tangan. Ini berat! Saya tahu persis bebannya seperti apa. Tahun lalu, saya telah menilai diriku ‘gagal’, tahun ini entahlah bagaimana hasilnya.

Singkat Kata (2): Hari itu sedang banyak tanggung jawab seperti yang kukatakan di postingan Singkat Kata yang pertama. Saya kabur dari kampus dan pulang ke rumah. Tidak kuat! Tubuhku rasanya capek sekali. Akan tetapi ada yang membuatku bersemangat ketika tiba di rumah. Saya mendapati sebuah request dari seorang blogger untuk dibuatkan gambar award, dan hal itu ternyata lumayan melelahkan. Bagaimana tidak melelahkan? Mungkin ada 4 kali saya buatkan gambar itu untuk dia, agak susah juga sih karena banyak maunya.

Singkat Kata (3): Jujur, ini adalah tentang si gadis pertama atau yang biasa saya sebut si N. Saya melihatnya cakap sekali dalam mengutarakan pendapatnya, tidak seperti saya tahun lalu. Ini membuat saya minder. Ya, tahun ini dia adalah salah satu orang penting dalam kegiatan yang sebutkan sebelumnya ini. Dia adalah sosok yang mengagumkan bagiku, sungguh. Sayangnya, kenyataan tidak pernah sama dengan yang diimpikan. Entah mengapa saya telah jatuh hati dan mengagumi seorang perempuan yang sama sekali tidak cocok dengan kriteria ‘wanita idaman’ yang kutentukan jauh sebelumnya. Cinta memang selalu jatuh di tempat yang merepotkan.

Singkat Kata (4): Ini adalah percakapan dengan sesama orang penting tahun lalu yang kembali ditunjuk. Kunci kegagalan mereka tahun ini adalah karena terlalu banyak mengeluh dan tidak melakukan apapun. Padahal, saya tahu persis potensi orang-orang yang menjadi orang penting kali ini sangat besar. Bisa dilihat kalau kawan seperjuanganku tahun lalu itu betul-betul menganggap saya ini ‘jago’. Ya, padahal diriku sendiri merasa ‘gagal’.

Singkat Kata (5): Ini hanya postingan ketika saya melihat mereka begitu sibuk mengurusi kegiatan ini sampai-sampai mereka membalap sholatnya.

Singkat Kata (6): Penderitaan campur aduk. Si penasehat yang dimaksud adalah diriku sendiri. Saya menasehati mereka tetapi saya sendiri tidak mampu lagi memberikan contoh karena masaku telah lewat dan kuanggap diriku ‘gagal’ tahun lalu. Kemudian mereka terlalu banyak bertanya padaku tentang hal-hal yang tidak terlalu penting, sesuatu yang mereka bisa berspekulasi tentang jawabannya tanpa perlu bertanya. Mereka lupa tentang urusan utamanya dan malah mempermasalahkan hal-hal kecil. Ini membuatku menderita karena lelah memikirkan mereka, ditambah lagi persoalan akademikku yang entah kapan selesainya.

Singkat Kata (7): Karena tidak mampu menjawab, saya diremehkan oleh mereka. Sepertinya mereka betul-betul kurang ajar, sampai meremehkan perkataanku. Tunggu saja, mereka belum berada di posisiku sekarang. Mereka belum merasakan bagaimana rasanya menjadi saya. Ini terjadi lagi, seperti ketika saya meremehkan seniorku dulu.

Singkat Kata (8): Setiap hari sebetulnya saya ‘menyuntik’ mereka dengan pemikiran ekstrem-ku tentang kegiatan ini, dan mereka akan mempresentasikan konsepnya kepada seluruh anggota. Tahun lalu, pemikiran ekstrem-ku ini gagal diloloskan di presentasi karena konsepku belum matang. Dan tahun ini, konsep ini matanglah sudah!

Singkat Kata (9): Ini firasatku saja yang benar terjadi. Saya membuat posting ini bersamaan dengan posting sebelumnya. Kenyataan yang terjadi adalah mereka bingung menjalankan apa yang mereka sendiri tuliskan. Betul-betul manajemen yang kacau!

Singkat Kata (10): Ini juga firasat bahwa mereka akan menyesal seperti saya dulu yang merasa ‘gagal’. Tapi mudah-mudahan tidak demikian. Saya terlalu banyak memberi instruksi yang ternyata mereka tidak jalankan, mungkin mereka perlu tahu bahwa saya tidak ingin mereka merasa ‘gagal’ seperti diriku dulu.

Singkat Kata (11): Ini tentang saya dan mereka. Kulihat mereka berusaha belajar dan berusaha bersungguh-sungguh, tetapi hanya segelintir saja yang berhasil dalam usahanya itu. Begitu juga saya, saya berusaha belajar dan bersungguh-sungguh untuk akademikku, tetapi itu terasa sulit.

Singkat Kata (12): Senior mengamuk. Beberapa pekan sebelumnya, konsep kembali kepada konsep klassik. Pemikiran ekstrem itu memicu turunnya senior di atas super senior untuk membantai kami. Itu adalah hal mengerikannya.

Singkat Kata (13): Saya ingin menyelesaikan semuanya. Semuanya hampir selesai. Mencoba memasukkan berkas wisuda seadanya, lalu saya mempersiapkan diri untuk kegiatan final dari keseluruhan kegiatan ini. Di sini, saya masih punya peran. Dan semua orang akan bersiap-siap untuk naik mounteneering.

OK. Kegiatan penerimaan anggota baru yang panjang. Penderitaan satu caturwulan, mudah-mudahan semuanya berakhir dengan indah bagi mereka yang berperan sebagai pelaksana. Saya hanyalah orang di luar struktural yang berfungsi sebagai penasehat. Kalau ini berhasil, mereka yang akan diingat, bukan saya.

Oh, iya. Ternyata di angkatan baru ini banyak ‘bidadari’-nya. Saya bisa melihat beberapa perempuan di angkatan baru ini sesuai dengan kriteriaku, tetapi sejauh ini tidak ada yang bisa seperti si N. #abaikan.

Iklan

12 thoughts on “Diary: Singkat Kata (END)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s