Diary: Hard to Understand

Hari ini mau menulis sedikit panjang lagi deh, seperti biasanya. Di sini kan saya bebas menuliskan apa saja, ini kan my daily notes. Ada yang mau protes? Kalau mau protes, ya silakan protes ke wordpress sana karena mengijinkan orang-orang semacam saya menuliskan hal-hal tidak bermutu yang hanya akan memenuhi informasi dunia cyber dengan sesuatu yang tidak penting. Hehehe…

Setelah sakit nggak jelas dua hari yang lalu, akhirnya saya merasa baikan hari ini. Nggak tahu deh itu sakit apaan, baru kali itu saya dapet sakit demam, plus nyeri sendi, plus, nyeri otot, plus sakit kepala tipe tegang, cluster, dan migrain bergantian, nyeri bagian lambung, bagian diafragma, dan pokoknya itu deh. Menderita.

Ternyata teori kelembaman itu benar adanya. Masa selama dua hari tiba-tiba jadi berat ngapa-ngapain, bahkan bangun tidur buat sholat shubuh sekali pun. Sudahlah. Banyak kekhawatiran yang menyelimutiku sekarang, tetapi menceritakan kekhawatiran itu tidaklah membuat segalanya menjadi lebih baik. Dan dengan kelembaman ini kekhawatiranku menjadi sedikit bertambah. Sisi lain diriku jadinya menyindir tadi pagi, dia bilang: “Banyak alasan kamu Zart! Bilang aja malas!”

Sudah ah, kalau dibawa-bawa terus irama penderitaannya, semuanya akan tertuju ke sana. Dan semuanya akan tenggelam bersama kesedihan dan kekhawatiran yang tidak terelakkan. Jadi, saya mau cerita tentang sesuatu yang menyenangkan saja, yang gaya-gaya euphoria gitu. Yang jelas, cerita euphorianya bukan tentang si N ataupun tentang wisuda. It’s too early, I think.

Bagian sulit:

Hari minggu kemaren, ceritanya saya belum sakit. Hari itu, saya ‘ditangkap’ sama adik-adik pengurus untuk turun tim medis sirkumsisi a.k.a sunatan massal. Sebenarnya yang ‘kurang ajar’ atas acara ‘penangkapan’ ini adalah seniornya alias teman angkatan saya yang tiba-tiba membatalkan kesediaannya menjadi tim medis pada hari yang ditentukan, jadi mau diapakan lagi, turunlah saya menjadi tim medis.

Jangan salah, mahasiswa preklinik di FK-Unhas itu rata-rata sudah bisa melakukan prosedur bedah minor, termasuk sirkumsisi atau lebih dikenal dengan sunatan massal. Ya iyalah, mereka dilatih sejak masih mahasiswa baru. Tapi, biasanya kalau mereka tidak masuk organisasi yang biasa melakukan bakti sosial (dalam hal ini sirkumsisi dan pemeriksaan kesehatan), mereka kurang sering mendapatkan kesempatan untuk yang beginian.

Jadi, ada anggota baru di organisasi ini, dan tugas senior adalah mengajari anggota barunya. Hebatnya, saya ngajarin mereka nyirkum dua pasien awal, terus, pasien ketiga mereka udah bisa kerja sendiri. Amazing! Jadi ingat tahun lalu, waktu itu saya ngajarin anggota baru saat itu untuk nyirkum sampai 9 pasien, mungkin pas di pasien ketiga dia juga udah bisa jalan sendiri kali ya?

Kemarin itu ada kasus unik, ada yang anesthesi alias bius-nya nggak berhasil. Bukan. Bukan nggak berhasil, tapi sepertinya ada yang salah, entah apa. Sudah pakai teknik anesthesi nervus-block sama ring-block, masih terasa sakit, bahkan saya bikinkan lagi ring-block lapis kedua, masih juga belum berhasil. Sebetulnya ini bukan pasien saya, tapi pada akhirnya saya yang diminta tolong buat tanganin. Waktu saya tes anesthesinya di bagian kulit, eh berhasil. Dibuka ke bagian mukosa, eh, ada yang berhasil, ada yang nggak. Aneh. Pada akhirnya, saya bisa temukan ternyata pada daerah jam 11-nya itu anesthesi-nya nggak mempan, entah kenapa. Terpaksa, saya pakai anesthesi verbal waktu mau ‘menyentuh’ bagian itu. Tahu anesthesi verbal itu apa? Itu lho, kata-kata: “Tahan dikit ya dek…” πŸ˜†

Sudahlah, mungkin dibaca sampai habis pun nggak banyak yang bisa ngerti tulisan ini. Entah mengapa hari ini saya lagi pengen nulis yang nggak semua orang bisa ngerti. Maaf, ya!

Iklan

10 thoughts on “Diary: Hard to Understand

  1. wah keren ya Falzart, saat sakit tulisannya juga ikut sakit. Saat seseorang sakit kadang sulit dimengerti. Tapi bagi saya yang penting baca sampai habis urusan ngerti belakangan. Cepat sembuh ya Falzart, gak ada yang melarang kamu buat posting yang panjang seperti kereta api gerbong seratus bertingkat dilengkapi AC juga gak apa apa!

    Falzart Plain:
    Hahahaha… Sesungguhnya sehat pun tulisanku sulit dimengerti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s