Diary: ?

Some kind of my feeling:

Saya masih di sini. Dari dulu saya sudah bisa membedakan semua jenis keinginan yang ada di dalam sini. Ya, saya mengidentifikasi mereka satu per satu, tapi keinginan yang kumenangkan selalu adalah yang sesuai dengan prinsip. Sampai suatu hari saya menyadari bahwa ada hal-hal yang berada di luar ranah prinsip yang tidak kujamah, dan itu membuatku lemah. Ternyata saya sungguhlah orang yang lemah yang tidak akan mampu bertahan dengan keadaan seperti ini terus-terusan. Ada dunia yang membutuhkan sesuatu yang khusus dari penghuninya dan saya tidak punya. Kala itu, saya memenangkan sebuah keinginanku untuk keluar dari tempurung, untuk menutupi kekuranganku. Yang tidak kusadari adalah bahwa keinginan tersebut ternyata merobohkan semua konsistensi akan prinsip yang kubangun. Waktu pun berlalu, akhirnya saya menyadari hilangnya konsistensi. Saya tetap memiliki prinsip tetapi tidak lagi mematuhinya. Ah, munafikkah saya ini? Saya pun membunuh semua ambisi yang ada di sini. Membunuh tanpa sisa. Saya takut ambisi keinginan yang ada di sini akan keluar lepas ke dunia nyata. Sementara saya tahu, ambisiku itu ada yang jahat, ada yang licik, ada keji, ada yang kejam. Saya membunuh semuanya, termasuk yang baik, yang taat, yang patuh. Tersisalah satu rasa akan kehampaan, perpaduan antara kosongnya jiwa akan ambisi dan tidak adanya hal yang bisa kupercaya lagi. Ya, sesungguhnya saya telah mengkhianati diriku sendiri. Itulah…

Iklan

10 thoughts on “Diary: ?

  1. itu semacam puisi(mirif), atau senandung hati(sebenarnya yang tepat amarah hati).

    jangan dihilangkan ambisi kamu, tanpa itu kamu tidak akan sukses(bahasa halusnya agak terlambat sedikit suksesnya).

    Falzart Plain:
    Hmmm… sepertinya ini alur hati yang taktentu. 🙂

  2. hem
    prinsip memang penting, apa lagi untuk seorang laki-laki namun prinsip yang ketinggalan zaman itu perlu di ubah, dan saya tidak tahu apa prinsip mas falzart seperti apa, bila banyak merugikan banyak orang, baiknya segera diganti, bila masih bisa dipertahankan baiknya dipertahankan pula 🙂

    Falzart Plain:
    Prinsip itu tidak akan ketinggalan jaman, karena si pemilik prinsip tentu akan puas dengan jalan hidup yang dia pilih. Ya, kalau dia laki-laki setidaknya begitu, Mas Ardi. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s