Lampu Tidur

Hari ini sebetulnya saya tidak mau menulis yang berat-berat dulu, jadi saya nggak bakalan nulis soal barbel, soal beton, atau soal badannya si Arif. Eh, sebenarnya sejak kapan ya saya suka bahas yang berat-berat di tulisanku? Semua bahasannya kalau nggak ringan ya ngaco.πŸ˜†

Tadinya saya mau ikut GA di sini atau di sini, tapi sepertinya kondisi sedang tidak memungkinkan. Saya sedang tidak bersemangat menulis cerpen atau menyajikan cita-cita. Aku runtuh, hancur, luluh, dan tiba-tiba jadi bego dan amnesia secara sekilas dan bersamaan. Hah, jangan khawatir kalau maksud kata-kataku barusan terkesan tidak dimengerti karena sejujurnya saya pun tidak mengerti.

Hari ini hal yang paling menggangguku adalah soal lampu. Saya masih tidur di kamar yang sama dengan Jombreng, adikku. Beberapa hari saya tidak pulang ke rumah, ternyata dia juga tidak ada di rumah. Dia menginap di rumah sepupunya, dan selama di sana dia akhirnya punya kebiasaan baru. Sekarang dia tidak bisa tidur kalau lampu kamar tidak dimatikan, sementara saya justru tidak bisa bangun kalau tidak ada cahaya. Protes! Lampu nyala dia nggak bisa tidur, mati lampu saya nggak bisa bangun. Huh…

Protes saya ke dia selalu tentang jam dinding. Andaikan ada jam dinding yang glow in the dark mungkin saya fine-fine aja kalau kamar digelapkan lampunya, tapi ini tidak. Salah satu motivasiku untuk bangun tidur adalah jam dinding. Melihat jam dinding selalu membuatku merasakan ‘waktu’. Nggak tahu gimana ya, feel-nya beda dengan lihat jam digital. Di kepalaku sudah terpatron kalau setengah jam itu setengah lingkaran, dua jam itu enam puluh derajat, dan sebagainya. Aneh ya? Nggak aneh kan?πŸ˜†

OK, sekarang lebih baik mana matiin lampu pas tidur atau nyalain? Ini adalah pendapat kami berdua (Saya vs Jombreng).

Alasan Jombreng Mematikan Lampu

Alasan Hemat Energi. Masuk akal, Jom.

Alasan Kesehatan. Entah dari mana awalnya si Jombreng itu pakai alasan ini. Kata dia ini berhubungan dengan kesehatan matanya. Mungkin yang dia maksudkan ini ada hubungannya dengan ‘Melantoin’, tapi ya… dia nggak bisa jelaskan. Hahahaha…

Alasan Silau. Jombreng bilang nggak bisa tidur kalau silau, padahal ini kebiasaan barunya saja. Huh…

Alasan Lain yang Jombreng Tidak Kemukakan. Yaitu Hadits Rasulullah yang memerintahkan untuk menutup pintu dan mematikan lampu ketika hendak tidur.

Alasanku Tidak Mematikan Lampu

Alasan Malas. Saya ini orangnya super duper malas. Waktu tidurku tidak bisa dikendalikan kecuali dengan alasan tertentu. Jam dinding sebenarnya adalah motivasi buatku. Biasanya saya lihat jam dulu sebelum tidur, merencanakan berapa jam saya harus tidur, kapan saya harus bangun, apa yang harus kulakukan ketika bangun, dan seterusnya. Mematikan lampu membuatku menjadi lebih malas.

Kebutuhan. Saya butuh cahaya untuk mengurangi kemalasan dan kebablasan tidur. Bagaimana butuhnya saya akan cahaya utamanya yang menyorot ke jam dinding sudah saya tuliskan di atas.

Susah Bangun. OK, jika ada yang berpikir kalau ketiga alasan ini sama, Anda benar! Suara alarmku yang super keras bisa membangunkan orang seisi rumah kecuali saya. Bahkan sudah digoyang-goyang pun, dijatuhkan dari tempat tidur, atau diapakan gitu, saya nggak bakalan bangun. Kalau napasku disumbat sih nggak tahu ya. Nah, biasanya saya terbangun kalau bukan matahari sudah kuning, pasti kalau sudah ada yang nyalakan lampu. Sialnya, saya pasti telat sholat shubuh dalam kondisi ini! Sialnya juga, saya pasti nggak bisa sahur, apalagi bangun malam! Huh…

Sepertinya pertentangan tidak penting ini harus diakhiri segera. Jelas-jelas si Jombreng lebih benar daripada saya, tapi saya masih saja nggak puas. Tapi tega juga tuh si Jombreng lihat solusi yang saya ambil. Saya tidur di luar kamar, di ruang keluarga, di atas karpet, di mana suasana panas dan nyamuk berseliweran dan Sofell serta Autan tidak mempan lagi. Tanpa nyala lampu, sih, tapi bisa bangun tepat target. Hanya saja, kekurangannya adalah: TIDUR DI LUAR KAMAR ITU AMAT SANGAT MENYIKSA! NYAMUKNYA ITU LHOOOO!?!! Masa setiap malam saya tidur di luar kamar sih? Atau saya harus tidur di kampus terus?

Bagaimana pendapatmu?

15 thoughts on “Lampu Tidur

  1. Akhmad Muhaimin Azzet Kamis, 21 Juni 2012 @ 4:53 PM pukul 4:53 PM Reply

    Kalo saya suka tidur dalam keadaan lampu mati alias gelap, hehehe…

    Ohya, Mas, saya lagi ngadain giveaway betapa senangnya ngeblog neh. Silakan ikutan ya, agar tambah semarak. Lebih lengkapnya silakan dilihat di blog saya. Makasih banyak ya….

    Falzart Plain:
    Oh, iya Pak Ustadz… Saya sudah ke sana.πŸ™‚
    Eh, Pak Ustadz dukung si Jombreng, ya? Aduh 1-0 nih…πŸ˜†

  2. izzawa Kamis, 21 Juni 2012 @ 4:56 PM pukul 4:56 PM Reply

    aku sama ama si Jombreng, cuma aku nggak suka gelap amat, paling tidak lampu tdur yang temaram gtu (temaram apa ya)…
    pernah sekali tdur, ternyata mati lampu…pas bangun aku kirain udah dikuburan..abiiiis gelap dan sesak:mrgreen:

    Falzart Plain:
    Gitu juga komentar Jombreng ke saya: “Nggak bisa bangun? Pasti bisa bangun, dong. Kan ini bukan kuburan.”
    Eh, dengan ini jadi 2-0… huh…πŸ˜†

  3. yisha Kamis, 21 Juni 2012 @ 7:01 PM pukul 7:01 PM Reply

    hahhahahaahhaha……… πŸ˜€

    Falzart Plain:
    Hehehehe… Apa sih?πŸ˜†

  4. puchsukahujan Kamis, 21 Juni 2012 @ 8:10 PM pukul 8:10 PM Reply

    sebaiknya, kamu gak usah tidurπŸ˜†

    Falzart Plain:
    Pernah dicoba, tapi efek sampingnya adalah tidurnya diropol ke belakang. Lebih berbahaya… (serius)

  5. Ely Meyer Kamis, 21 Juni 2012 @ 8:52 PM pukul 8:52 PM Reply

    cuma matiin lampu kok malas sih *heran*

    Falzart Plain:
    Malasnya bukan matiin lampu, Mbak. Malasnya adalah karena saya nggak bisa bangun sesuai target, jam tidurku jadi berlebihan.

  6. kabutpikir Jumat, 22 Juni 2012 @ 12:27 PM pukul 12:27 PM Reply

    kenapa gak beli lampu tidur? cahayanya temaram, gak silau, masih bisa liat jam
    +kata salesman lampu+

    Falzart Plain:
    Ide bagus, tapi nggak ada duit. Mau donasi? #eh.

  7. muarra Jumat, 22 Juni 2012 @ 2:08 PM pukul 2:08 PM Reply

    gimana ya sbnarx saya mau dkung ente tp sya juga pnya kbiasaan dgn jombreng sich n jg klwnyala lampu saya ga bisa tdur karna silau bnget n tdur jd ga tnang, klw mati saya tdur dgn nyenyak n bngun dgn sndirix dtngah malam mnjelang sbuh,,
    jd sya dkung jomreng,, ayo jombreng tingkatkan trafikmu,,,, (hehehee asik) sorry bro,,

    Falzart Plain:
    Apa-apaan ini? Hehehehe… dengan ini sepertinya sudah 3-0 huh…

  8. elfarizi Jumat, 22 Juni 2012 @ 3:19 PM pukul 3:19 PM Reply

    Kalo tidur sendiri, saya nyalain lampu. Kalo tidur ada yang nemenin, pasti saya matiin:mrgreen:

    Falzart Plain:
    Huh… Nggak signifikan tahu nggak? (Ini ngomong apa saya, ya?) Bilang aja takut, El. Hihihihi… ternyata El takut gelap…πŸ˜† <~ provokasi

    • Danni Moring Jumat, 22 Juni 2012 @ 5:16 PM pukul 5:16 PM Reply

      πŸ˜† oiiiiiiiiiiiiiii…..itu takut atauuuuu…sudahlah ga usah diterusin lagiπŸ˜€

      Falzart Plain:
      (kena provokasi)

      • elfarizi Senin, 25 Juni 2012 @ 8:28 PM pukul 8:28 PM

        Bukan takut gelap. Tapi kalo di kamar ada orang lain, saya takut terang …

        Falzart Plain:
        Alasan banget nih alasan.πŸ˜†

  9. sulunglahitani Jumat, 22 Juni 2012 @ 4:32 PM pukul 4:32 PM Reply

    aah, kan masih lama mas
    pokoknya ditunggu karyanyaπŸ˜€

    Falzart Plain:
    InsyaAllah, semoga saya sempat, Mas.πŸ˜€

  10. Danni Moring Jumat, 22 Juni 2012 @ 5:17 PM pukul 5:17 PM Reply

    kadang sy matikan lampu..kadang sy hidupkan, kadang sy matikan lampu lagi…πŸ˜€

    Falzart Plain:
    Jadi maunya apa?πŸ˜†

  11. Idah Ceris Jumat, 22 Juni 2012 @ 6:27 PM pukul 6:27 PM Reply

    mematikan lampu saat mau tidur gak pernah, karena kalau malam2 terbangun jadi susah melihat sekitar.
    menyalakan lampu saat mau tidur juga jarang saya lakukan. . .πŸ˜†

    menyalakan musik saat mau tidur itu wajib. . .πŸ˜›
    #lha, apa kamsudnya ini.πŸ˜†

    Falzart Plain:
    Artinya lampu kamarnya menyala terus, dong? Atau mati terus ya?πŸ˜†

  12. jayputra9 Sabtu, 23 Juni 2012 @ 12:02 PM pukul 12:02 PM Reply

    saya suka gelap. seperti tema farzart.

    Falzart Plain:
    Wah, saya juga suka gelap…πŸ˜€

  13. septiadiah Minggu, 24 Juni 2012 @ 7:50 PM pukul 7:50 PM Reply

    saya di pihak jombreng deh, alasannya lebih berbobotπŸ˜†
    saya juga matikan lampu sih kalo tidur, tapi kalo soal bangun, ada getar sms aja saya sudah bisa melek:mrgreen:

    Falzart Plain:
    Ampun deh, Sep… Sekarang 4-0 ya?πŸ˜†
    Dulu waktu saya masih rajin juga gitu, getar sms aja pasti bangun, tapi itu dulu… duluuu… banget. Waktu saya masih sering contact sama seseorang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: